HeadlineKota Gorontalo

Inflasi Kota Gorontalo Terendah se-Indonesia, Marten-Ryan Cetak Sejarah

×

Inflasi Kota Gorontalo Terendah se-Indonesia, Marten-Ryan Cetak Sejarah

Sebarkan artikel ini
Inflasi Kota
Foto: Data inflasi bulan September yang dirilis BPS. (Dok. Rakor Pengendalian Inflasi Kemendagri)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo dibawah kepemimpinan Marten Taha sebagai wali kota dan Ryan F. Kono sebagai wakil wali kota berhasil mencatatkan sejarah dalam hal pengendalian inflasi.

Berita Terkait:  Bantu Pemkot Sejahterakan Warga, BAZNAS Gelontorkan Bantuan Rp 301 Juta

Ya, semenjak Kota Gorontalo jadi sebuah daerah otonom, nanti di era Marten dan Ryan, inflasi Kota Gorontalo berhasil menempati posisi terendah se-Indonesia. Ini berdasarkan data inflasi bulan September tahun 2023 yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut menyebutkan, inflasi Kota Gorontalo ada diangka 1,16 persen.

“Tadi diumumkan pada Rakornas, angka inflasi kita paling terendah se-Indonesia, yakni 1,16 persen. Alhamdulillah, Kota Gorontalo paling terendah, baik itu di skala kota maupun kabupaten,” ucap Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, ketika dihubungi awak media, Selasa (3/10/2023) melalui sambungan telepon seluler.

Berita Terkait:  Mau Healing Tanpa Pusing? Yuk, ke Pantai Kaisomaru

Perlu diketahui, inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas atau mengakibatkan kenaikan harga pada barang lainnya. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi.

Inflasi dihitung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di Indonesia dengan cara melakukan survei untuk mengumpulkan data harga dari berbagai macam barang dan jasa yang dianggap mewakili belanja konsumsi masyarakat. Data tersebut kemudian digunakan untuk menghitung tingkat inflasi dengan membandingkan harga-harga saat ini dengan periode sebelumnya.

Berita Terkait:  Aktivitas PETI di Balayo Diduga Gunakan Alat Berat, Kades: Mungkin Ada 8 Ekskavator

Jika dilihat dari definisinya, pengendalian inflasi tentu membutuhkan upaya dan strategi yang harus dilakukan pemerintah agar harga barang dan jasa bisa terkendali.

Di Kota Gorontalo misalnya, pemerintah setempat melakukan berbagai cara agar inflasi tidak naik, sehingga masyarakat bisa membeli kebutuhannya dengan harga yang terjangkau.

Berita Terkait:  Datangi Bulog, Adhan Dambea Cek Harga Beras

“Ini berkat konsistensi pelaksanaan strategi 4K, yakni menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif,” tutur Marten.

“Pertama, ketersediaan pasokan. Jadi kita menjamin kebutuhan pokok masyarakat, sehingga tidak terjadi gejolak harga. Kita selalu lihat, barang apa saja yang memicu inflasi. Selama ini, di Kota Gorontalo yang memicu itu cabe, bawang merah, tomat, ikan, bawang putih, beras, gula pasir, minyak goreng, dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Berita Terkait:  Adhan Warning ASN Selingkuh yang Sudah Nikah Siri, Sanksinya Turun Pangkat Hingga Pemecatan

Disamping itu, tambah Marten, yang bersifat administered price, yaitu harga misalnya tiket pesawat, rokok, biaya kuliah, serta barang lainnya.

Kedua, lanjut Marten, keterjangkauan harga. Menurutnya, meski stok tersedia, namun apabila harga mahal, maka masyarakat akan kesulitan menjangkaunya. Karena diketahui bersama, daya beli masyarakat sangat terbatas. Untuk itu, pihaknya melakukan langkah-langkah preventif.

Berita Terkait:  Sopir Truk Gelar Demo di Perlimaan Telaga, Tuntut Penindakan Mafia Solar Bersubsidi

“Ketiga, adalah kelancaran distribusi. Kota Gorontalo yang merupakan bukan daerah penghasil. Kami melakukan tracking terhadap daerah yang produsen untuk membangun kerjasama. Di mana rica tumbuh, tomat tumbuh, kita tracking. Setelah kita dapat daerah produsennya, kita buat MoU dengan mereka. Kalau kita sudah mengalami kekurangan stok, OPD teknis akan meminta distribusi,” jelas Marten panjang lebar.

Terakhir, lanjut Marten adalah komunikasi efektif. Dia bilang, komunikasi efektif adalah startegi yang tidak kalah penting, baik itu komunikasi dengan masyarakat maupun pihak-pihak tertentu.

Berita Terkait:  Orang Tua Pemenang Lomba Hafidz dan Da'i Cilik: Terima Kasih Pak Wali

“Inflasi terkendali tak lepas dari kerja keras semua pihak, utamanya masyarakat. TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) kota dan provinsi, dan khususnya Bank Indonesia (BI) yang selama ini membantu kami dalam hal membagikan bibit cabe kepada warga masyarakat,” kunci Marten.(*)

Penulis: Rendi Wardani Fathan 

Berita Terkait:  Mobil Truk Lantas Polresta Gorontalo Kota Alami Kecelakaan, 4 Pengendara jadi Korban