HeadlineLegislatif

Gelar Aksi di DPRD Kabgor, Tapera Pertanyakan Kelanjutan Persoalan Pemdes-BSG

×

Gelar Aksi di DPRD Kabgor, Tapera Pertanyakan Kelanjutan Persoalan Pemdes-BSG

Share this article
Gelar Aksi di DPRD Kabgor, Tapera Pertanyakan Kelanjutan Persoalan Pemdes-BSG
Aksi saling dorong antara polisi dengan para pendemo di depan Gedung DPRD Kabupaten Gorontalo, Senin (21/10/2024). (Foto: Deice)

Hargo.co.id, GORONTALOMassa aksi yang mengatasnamakan aliansi Tangis Penderitaan Rakyat (Tapera) kembali menggelar aksi di depan Gedung DPRD Kabupaten Gorontalo pada Senin (21/10/2024).

Berita Terkait:  THR ASN Kabgor Dibayar 100 Persen, Jayusdi Puji Kinerja Pemkab

Pantauan media ini, aksi yang mempertanyakan kelanjutan persoalan Dinas Pemerintahan Desa dan Bank Sulutgo tersebut sempat diwarnai aksi saling dorong antara massa aksi dan kepolisian.

Aksi saling dorang tersebut tak terhindarkan saat massa aksi memaksa masuk dan ingin bertemu dengan pimpinan DPRD Kabupaten Gorontalo.

Berita Terkait:  Sebut Ada Oknum Jaksa Diduga Terima Suap, Adhan: Saya Punya Bukti

Sementara itu, didalam ruang paripurna dan ruang rapat Dulohupa, pimpinan dan anggota DPRD sementara memimpin rapat dengar pendapat (RDP).

Sawal, selaku jenderal lapangan dalam orasinya mempertanyakan persoalan Dinas Pemdes

yang meminta bantuan sejumlah barang ke Bank Sulutgo dalam rangka memfasilitas untuk menunjang kinerja sistem keuangan desa.

Berita Terkait:  Tak Sesuai dengan Pagu Anggaran, Banggar DPRD Kabgor Kembalikan Draf Dokumen KUA-PPAS 2026

“Kami ingin pertanyakan ke DPRD sejauh ini bagaimana kelanjutan persoalannya, sebagai Lembaga pengawasan,” kata Sawal.

Selang satu jam menunggu, Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Zulfikar Usira dan sejumlah anggota lainnya menerima massa aksi.

Berita Terkait:  Tingkatkan Pelayanan Publik, Komisi I DPRD Kabgor Gelar Rapat Evaluasi Internal

Dalam penyampaiannya kepada massa aksi, Zulfikar Usira mengatakan, DPR sebagai lembaga pengawasan sudah berupaya semaksimal mungkin menerima aspirasi masyarakat.

DPRD, kata Zulfikar, menindaklanjuti ha tersebut dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara pelapor dari BEM UG dengan pihak Pemdes dan BSG.

Berita Terkait:  Dilantik Rudy Salahuddin, Ismail Madjid Resmi Menjabat Pj Wali Kota

“Kami sudah mengundang semuanya melakukan pertemuan dan saat ini menunggu hasil inspektorat,” jelas Zulfikar.

Zulfikar juga meminta maaf pada masa aksi yang menunggu lama dan tidak bisa masuk ke ruangan. Dirinya mengaku sementara menangani aspirasi dari masyarakat.

Berita Terkait:  Kritik Surya Paloh terhadap Revolusi Mental Jokowi Disambut Tanggapan dari PDIP, PAN, dan Golkar

“Saya atas nama pribadi dan lembaga meminta maaf atas ketidaknyamanan,” pungkas Zulfikar.(*)

Penulis: DeiceĀ 

Berita Terkait:  Gubernur dan Bupati Temui Sandiaga Uno, Bahas Rencana Pendirian Bank Daerah