Kab. Bone Bolango

Pemkab Bone Bolango Turut Berduka Atas Musibah Longsor di Pertambangan Suwawa Timur

×

Pemkab Bone Bolango Turut Berduka Atas Musibah Longsor di Pertambangan Suwawa Timur

Share this article
Pemkab Bone Bolango Turut Berduka Atas Musibah Longsor di Pertambangan Suwawa Timur
Jajaran ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menyampaikan turut berduka cita dan mendoakan korban jiwa atas terjadinya musibah longsor di areal pertambangan emas di Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, pada apel kerja, di Kantor Bupati Bone Bolango, Senin (8/7/2024). (Foto: AKP)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menyampaikan turut berduka cita atas musibah longsor di area pertambangan di Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur yang telah menelan korban jiwa.

Berita Terkait:  Merlan Uloli Mencoblos di TPS 001 Kelurahan Tumbihe

“Kita semua tentu merasakan kepedihan yang mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di wilayah pertambangan emas tersebut. Seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Bone Bolango, turut berduka cita atas musibah longsor yang menelan korban jiwa itu,” ucap Asisten III Setda Bone Bolango, Marni Nisabu di hadapan jajaran ASN pada apel kerja, Senin (8/7/2024).

Marni menyebutkan ada puluhan bahkan bisa ratusan orang korban yang tertimbun akibat longsor tersebut dan hingga sekarang ini sementara dievakuasi.

Berita Terkait:  Pendampingan Inspektorat Harus Lebih Optimal

“Hari ini pak Danrem 133 Nani Wartabone sementara berkunjung dan semalam pak Kapolda Gorontalo telah memimpin rapat untuk bagaimana proses evakuasi dilakukan,” ungkap Marni.

Marni pun mengajak seluruh jajaran ASN untuk mendoakan para korban jiwa yang ditemukan sudah meninggal dunia,

dan juga korban yang selamat yang mengalami luka-luka, serta bagi korban yang belum ditemukan agar segera ditemukan.

Berita Terkait:  Datangi BWS Sulawesi II, Merlan Usul Perbaikan Infrastruktur Rusak Akibat Bencana

“Mari kita berdoa bersama, semoga para korban yang meninggal dunia husnul khotimah dan keluarganya diberi kesabaran dan ikhlasan dalam menghadapi musibah ini. Begitu juga bagi korban yang selamat yang mengalami luka-luka ringan dan berat diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini. Bagi korban yang belum ditemukan, Insya Allah mereka segera ditemukan,” ucap Marni.

Lebih lanjut, Marni mengungkapkan, dalam menangani bencana alam berupa longsor ini, semua stakeholder sudah turun, baik dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana, Petugas Medis, dan juga dari Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo dan PMI Kabupaten Bone Bolango.
Berita Terkait:  Lanjutkan Pendidikan Sesuai Minat dan Bakat, Pesan Merlan ke Siswa SMP

“Mereka semua sudah turun serta di dalam mengevakuasi korban,” ungkap dia.

Marni mengakui bencana alam ini, bukan hanya di Suwawa Timur, tetapi juga terjadi di beberapa wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Bone Bolango.

Berita Terkait:  Jelang Nonaktif, Hamim Rajin Bina ASN dan Kades, Ada Apa?

“Bahkan di kampung saya, di Kecamatan Botupingge juga terdampak bencana banjir bandang,” ujarnya.

Mantan Kadis Kependidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bone Bolango ini, menuturkan

bencana banjir bandang di wilayah Kecamatan Botupingge karena intensitas hujan tinggi

dan mengakibatkan erosi dari gunung yang telah dirambah adanya galian C.

Berita Terkait:  Banyak Terima Aduan Warga Soal Waktu Pelayanan, Merlan Warning Aparat Desa

“Ada penambangan galian C di areal pegunungan, sehingga dampaknya itu dirasakan langsung oleh masyarakat yang ada dibawah. Ini harus menjadi perhatian untuk kita semua, terutama OPD teknis yang mengeluarkan rekomendasi tentang izin-izin tambang galian C ini,” tegas Marni Nisabu.

Ia sendiri mengaku sudah melihat langsung beberapa titik lokasi yang terdampak banjir bandang di wilayah tersebut. Ternyata ia mendapati ada masyarakat yang di wilayah tersebut yang merambah hutan dan bebatuan. Bahkan, kata Marni, ada yang mengambil pasir.

Berita Terkait:  Ragam Pelayanan Gratis di Bunga Desa Masih jadi Primadona untuk Warga

“Inilah kondisi teknis yang kita temui dan dapati di lapangan. Bencana banjir ini tentu bukan hanya mengakibatkan infrastruktur yang rusak. Seperti rumah-rumah warga, dan lain sebagainya, tetapi banyak juga lahan-lahan pertanian yang sudah ditanami tanaman ikut rusak,” beber Marni Nisabu.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima, jumlah korban longsor di areal pertambangan emas

di Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur hingga saat ini sudah mencapai 104 orang,

terdiri dari 12 orang meninggal dunia, selamat 44 orang, dan dalam pencarian 48 orang.(Rls) 

Berita Terkait:  Program Merdeka Belajar, Pemkab Bone Bolango Sabet Tiga Penghargaan dari BPMP