Hargo.co.id, GORONTALO – Penyaluran bantuan beras cadangan pangan pemerintah (CPP) oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo di Kabupaten/Kota, terus berlanjut.
Jumat (25/7/2025), giliran warga kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto dan Desa Daenaa Kecamatan Limboto Barat, menerima bantuan yang diserahkan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail didampingi Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi.
Gubernur Gusnar Ismail pada kesempatan itu kembali mengingatkan agar bantuan beras yang diperoleh tidak diperjualbelikan dan diatur penggunaannya. Ia berharap selama proses penyaluran berlangsung, harga beras dipasaran berangsur menurun.
“Saya kira ini supaya dimanfaatkan secara efisien, terukur sehingga ini bisa digunakan minimal 10 sampai 14 hari. Mudah-mudahan dalam jangka waktu itu, harga beras mulai turun ke harga yang normal,” tutur Gusnar Ismail.
Sementara itu, Hernita Adam, warga Kelurahan Kayubulan mengaku sangat senang dengan hadirnya bantuan beras CPP di tengah masyarakat. Hal ini sangat membantu menekan kebutuhan beras yang harganya kini sudah mencapai Rp14.000 per kilogram di pasaran.
“Sangat senang dengan adanya ini beras, soalnya beras sekarang kan so mahal, adakalanya cuma jaga tamba dengan yang merah (jagung),” ujar Hernita.
Hal senada diungkapkan Samsudin Tooli, warga desa Daenaa. Ia mengaku beras yang diberikan cukup untuk menghidupi keluarga.
Sebelum bantuan disalurkan, dirinya cukup kesulitan dalam mendapatkan beras dikarenakan kenaikan harga.
“Insya Allah cukup untuk digunakan pak, sebelumnya susah sekali cari beras, harganya cukup mahal di pasaran,” ungkap Samsudin.
Penyaluran beras CPP di Kelurahan Kayubulan menyasar 525 keluarga penerima manfaat dan 597 KPM di Desa Daenaa. Bantuan beras yang diberikan sejumlah 20 kilogram untuk dua bulan. Masyarakat penerima diimbau membawa undangan, kartu tanda penduduk dan kartu keluarga sebagai persyaratan administrasi. (Rls)












