Gorontalo

Terima Kunker Komisi IX DPR RI, Gubernur Gusnar Bahas Sejumlah Isu

×

Terima Kunker Komisi IX DPR RI, Gubernur Gusnar Bahas Sejumlah Isu

Share this article
Terima Kunker Komisi IX DPR RI, Gubernur Gusnar Bahas Sejumlah Isu
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail ketika melakukan foto bersama dengan aleg Komisi IX DPR RI, Senin (11/8/2025).

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo menerima kunjungan kerja tim Komisi IX DPR RI, di aula rumah jabatan Gubernur, Senin (11/8/2025). Sejumlah isu dibahas pada pertemuan tersebut antara lain terkait kesehatan, ketenagakerjaan, jaminan kesehatan dan pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di Gorontalo.

Berita Terkait:  Bupati Sofyan Tinjau Sekretariat Kontingen Aceh, Pastikan Peserta PENAS XVII Nyaman di Gorontalo

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail pada kesempatan itu menjelaskan tentang pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ainun Habibie yang terhenti disebabkan pengembalian anggaran ke kementerian kesehatan imbas dari pemutusan kontrak kerja.

Dijelaskan tahun ini kelanjutan pembangunan dibiayai menggunakan APBD untuk lantai satu rumah sakit dan diharapkan mendapat atensi dan dukungan dari tim Komisi IX DPR RI dan jajaran kementerian kesehatan, agar anggaran pembangunan sebesar 76 miliar yang ditarik ke pusat bisa dikembalikan untuk penyelesaian konstruksi hingga ke lantai lima dan pengadaan alat kesehatan.

Berita Terkait:  Seleksi Penerimaan PPPK Non ASN Dilingkungan Pemprov Dibuka, Ini Jadwalnya

“Pembangunan RSUD Ainun tahun ini dibiayai APBD untuk lantai satu, sehingga dengan keseriusan ini,

Pak Menteri Kesehatan waktu bertemu dua atau tiga bulan yang lalu sudah menjamin bahwa dana yang dikembalikan ke pusat

Berita Terkait:  ASN Pemprov Gorontalo Dukung Kebijakan Gubernur Soal Penyebarluasan Informasi

kurang lebih 76 miliar akan dikucurkan kembali pada tahun anggaran 2026,” tambah Gusnar.

Terkait isu ketenagakerjaan, Gusnar Ismail menyampaikan soal fungsionalitas dari balai latihan kerja (BLK)

Berita Terkait:  Pemprov Gorontalo Belajar Sistem Pengelolaan Data Daerah di Provinsi Aceh

yang sudah memiliki gedung dibangun sejak tahun 2022 tetapi belum operasional hingga sekarang.

Ia meminta kepada kementerian terkait, ketika sudah operasional, BLK nantinya dapat merespon

Berita Terkait:  Kadispora Gorontalo Hadiri Puncak Hari Sumpah Pemuda ke-97 di GBK

kecenderungan lapangan kerja yang akan terbuka di Gorontalo yakni pada bidang pertambangan, pariwisata dan pertanian.

Lebih lanjut terkait pelaksanaan program MBG, Gusnar Ismail meminta agar Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) di Gorontalo untuk dapat berdiri sendiri.
Berita Terkait:  Pemprov Gorontalo Tambah 13 Etalase di E-Katalog Lokal

Hal ini dikarenakan koordinasi pada pelaksanaan MBG masih sulit disebabkan KPPG Gorontalo masih berada dibawah koordinasi KPPG Sulut.

Ditambah dapur MBG yang saat ini baru berjumlah 17 masih sangat kurang untuk memenuhi kelangsungan program secara meluas.

Berita Terkait:  Taufik Sidiki jadi Pemateri Utama di Diklat Dasar Satpol PP Angkatan I

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Putih Sari menyampaikan kunjungan kerja ke Provinsi Gorontalo

untuk membahas permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan dan ketenagakerjaan.

Berita Terkait:  Kembalikan Fungsi Pelabuhan Tenda, Pemprov Mulai Lakukan Sosialisasi Ke Pedagang Pasar

Hadirnya tim kunjungan tersebut untuk menjembatani kebutuhan Pemerintah Daerah

dalam menjalankan program pusat yang didukung oleh Kementerian terkait sebagai mitra Komisi IX DPR RI.

Berita Terkait:  TGR Sertifikasi: Guru-guru Komplain, Inspektorat Sebut Tetap Harus Ganti Rugi

“Dari diskusi yang kami dapatkan, banyak hal yang sudah dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo baik pada bidang kesehatan dan ketenagakerjaan,

kami sangat apresiasi, tetapi apa yang menjadi kebutuhan daerah itu tidak bisa diatasi sendiri oleh Pemerintah daerah dan butuh support dari Pemerintah pusat,

Berita Terkait:  BKKBN Provinsi Gorontalo Apresiasi Klinik Swasta Melalui Penilaian Pelayanan KB

ini yang akan kita kawal, salah satunya dengan keberlanjutan pembangunan rumah sakit provinsi,” tutupnya. (Rls)