Hargo.co.id, GORONTALO – Suara gemuruh menghiasi Bundaran Telaga pada Senin (1/9/2025). Suara itu berasal dari teriakan ribuan mahasiswa Gorontalo yang menggelar aksi di lokasi tersebut.
Ini merupakan aksi jilid II yang dilakukan oleh mahasiswa yang berasal dari 38 organisasi atau biasa disebut Cipayung plus. Mereka memekikan berbagai tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah.
Diantaranya, kebijakan tunjangan anggota DPR RI dan DPRD Kabupaten/Kota, mengusut tuntas kasus meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (Ojol) yang dilindas mobil Rantis dari Brimob Polda Metro Jaya, beberapa hari lalu.
“Termasuk diabaikannya hak-hak masyarakat oleh pihak kepolisian,” teriak orator dari BEM Nusantara.
Orator juga mendesak pemerintah segera mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) perampasan aset dari para koruptor, membatalkan kenaikan pajak yang dinilai mencekik rakyat. Sementara disisi lain, pejabat berpesta menikmati hasilnya lewat tunjangan.
“Kami akan tetap disini, selama pimpinan daerah di Gorontalo tidak menemui kami disini,” teriak masa aksi.
Sementara itu, berdasarkan pantauan awak media, aksi demo juga dilakukan di titik lain. Yaitu, gedung DPRD Provinsi Gorontalo dan bundaran Hulondalo Indah (HI).
Awalnya masa aksi berkumpul di DPRD Kota Gorontalo. Di sana mereka juga menyampaikan berbagai aspirasi.
Hingga berita ini dilansir, aksi masih berlangsung damai yang dikawal ketat oleh petugas kepolisian.(Ndi)












