Hargo.co.id, GORONTALO – Pelatihan (Training of Trainer) Qur’an Isyarat yang diselenggarakan Baznas RI bersama Lakpesdam PWNU Gorontalo resmi berakhir pada Jumat, 28 November 2025.
Dari 34 peserta yang mengikuti kegiatan selama dua hari, 31 orang dinyatakan lulus dan siap menjadi pelatih Qur’an Isyarat untuk komunitas Tuli di Gorontalo.
Pada hari terakhir, kegiatan diawali pukul 07.00 Wita dengan pelaksanaan post test untuk mengukur pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh materi.
Sesi review materi kemudian diberikan panitia selama 30 menit guna memastikan peserta siap menghadapi ujian praktik.
Selanjutnya, peserta mengikuti ujian praktik tilawah dan kitabah Surah Al-Fatihah yang berlangsung hingga pukul 09.30 Wita. Penilaian ini menjadi bagian utama dalam menentukan kelulusan peserta.
Usai evaluasi, kegiatan ditutup secara resmi pada pukul 09.30–10.00 Wita. Setelah itu, peserta melanjutkan pembuatan video praktik tilawah dan kitabah hingga sore hari sebagai bagian dari portofolio kelulusan.
Perwakilan Baznas RI, Ilman Faqih Sibgatullah, yang menutup kegiatan tersebut, berharap para peserta mampu menjadi penggerak dalam memperluas akses pembelajaran Qur’an Isyarat.
“Kami berharap pelatihan ini memberi manfaat besar bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Semoga para peserta bisa mengembangkan pembelajaran Qur’an Isyarat di daerah masing-masing,” ujar Faqih.
Sementara itu, pemateri Ida Zulfiya dari Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an turut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan pelatihan ini.
Menurutnya, Lakpesdam PWNU Gorontalo menunjukkan kinerja yang sigap dan profesional dalam menggarap program Qur’an Isyarat.
“Profesionalitas tim Lakpesdam membuat pengimbasan ini berlangsung hangat, inklusif, dan benar-benar berdampak,” kata Ida.
Ketua Lakpesdam PWNU Gorontalo, Hendra Yasin, juga menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan penuh Baznas RI.
Kolaborasi tersebut dinilainya mampu mendorong perluasan layanan keagamaan yang lebih ramah dan mudah diakses oleh komunitas Tuli.
Dengan hadirnya 31 pelatih baru, program Qur’an Isyarat di Gorontalo diharapkan semakin berkembang dan memberikan ruang inklusif bagi penyandang disabilitas dalam mempelajari Al-Qur’an.(*)












