Hargo.co.id, GORONTALO – Duka mendalam menyelimuti Apipa Suri (65), seorang ibu paruh baya warga Dusun Tumba, Desa Pongongaila, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.
Rumah permanen satu-satunya yang ia tempati selama puluhan tahun ludes dilalap si jago merah, Senin (2/2/2026) siang.
Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 11.07 Wita. Api dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan rumah hingga menyisakan puing-puing. Tidak ada barang berharga yang berhasil diselamatkan, sementara korban hanya bisa pasrah menyaksikan tempat tinggalnya rata dengan tanah.
Di kutip dari Gorontalopost.co.id, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Cici. Ia melihat kobaran api sudah membesar dari dalam rumah korban sebelum akhirnya berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Saat api mulai membesar, Apipa Suri diketahui tengah beraktivitas di dapur. Ia baru menyadari adanya kebakaran setelah mendengar teriakan warga. Kepanikan pun tak terhindarkan ketika korban masuk ke ruang keluarga dan mendapati api telah melahap hampir seluruh bagian rumah.
Warga sekitar berupaya melakukan pemadaman secara mandiri dengan peralatan seadanya sambil mengevakuasi barang-barang yang masih memungkinkan untuk diselamatkan. Namun, besarnya kobaran api membuat usaha tersebut tidak membuahkan hasil maksimal.
Sekitar pukul 11.50 Wita, satu unit mobil pemadam kebakaran milik UPTD Damkar Kabupaten Gorontalo bersama lima personel tiba di lokasi. Api berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku mencegah kobaran meluas ke rumah warga lainnya.
Sejumlah unsur turut membantu proses penanganan di lokasi kejadian, di antaranya personel Kepolisian, petugas PLN, serta masyarakat setempat. Akibat peristiwa tersebut, kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Kabupaten Gorontalo, Farid Taha, menyebut kebakaran diduga kuat dipicu korsleting arus pendek listrik. Faktor cuaca panas serta material bangunan yang mudah terbakar turut mempercepat penyebaran api.
“Diduga penyebabnya adalah korsleting listrik. Kondisi cuaca dan material bangunan membuat api cepat membesar sehingga rumah korban dengan cepat habis terbakar,” ujar Farid. (Roy)












