Hargo.co.id, GORONTALO – Pertemuan jajaran agro-maritim di Marisa berlangsung hangat namun sarat makna. Dalam forum yang mempertemukan berbagai instansi pusat dan daerah itu, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menegaskan pentingnya sinergi dalam membangun sektor pertanian dan perikanan di daerah.
Menurutnya, keberhasilan program pemerintah sangat ditentukan oleh kerja nyata di lapangan, terutama peran para penyuluh yang bersentuhan langsung dengan petani dan nelayan.
Dalam arahannya, Gubernur Gusnar Ismail secara terbuka menyoroti masih adanya ketimpangan kesejahteraan yang dirasakan para penyuluh. Ia meminta adanya evaluasi serius terhadap skema tambahan penghasilan pegawai (TPP).
“Saya ingin ada keadilan. Jangan sampai yang bekerja di kantor dengan fasilitas nyaman justru menerima TPP lebih besar dibanding mereka yang bekerja di lapangan. Ini tidak adil,” tegasnya, Rabu (22/4/2026).
Selain isu kesejahteraan, Gubernur Gusnar Ismail juga menyampaikan kabar positif bagi sektor pertanian.
Pemerintah Provinsi Gorontalo memperoleh bantuan benih untuk lahan seluas 16.000 hektare dari Kementerian Pertanian.
Bantuan ini dinilai sebagai peluang besar untuk meningkatkan produktivitas, sekaligus menjadi tanggung jawab bersama agar pemanfaatannya tepat sasaran.
Ia juga mendorong percepatan sejumlah program strategis, di antaranya Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penguatan Koperasi Desa Terpadu.
Tak ketinggalan, inovasi “Aksi Nelayan” turut disinggung sebagai upaya memperbaiki tata kelola hasil tangkapan agar lebih adil dan berdampak langsung bagi nelayan.
Di akhir sambutannya, Gubernur Gusnar mengajak seluruh ASN dan tenaga pendamping untuk bekerja dengan sepenuh hati,
tidak sekadar menjalankan kewajiban administratif.
Ia menegaskan, sektor pangan merupakan fondasi utama ketahanan daerah yang membutuhkan keseriusan, kolaborasi,
dan komitmen bersama demi mewujudkan Gorontalo yang lebih maju dan sejahtera. (mg-06)












