Gorontalo

Gubernur Gusnar Tekankan Efektivitas Anggaran di Paripurna Deprov Gorontalo

×

Gubernur Gusnar Tekankan Efektivitas Anggaran di Paripurna Deprov Gorontalo

Share this article
Gubernur Gusnar Tekankan Efektivitas Anggaran di Paripurna Deprov Gorontalo
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail ketika memberikan sambutan pada rapat paripurna LKPJ Gubernur tahun 2025.

Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menegaskan pentingnya efektivitas penggunaan anggaran serta penguatan koordinasi lintas pemerintah daerah dalam Rapat Paripurna ke-80 DPRD Provinsi Gorontalo, Senin (27/4/2026).

Berita Terkait:  Prof Sukirman: TPA Regional Sudah Capai Ambang Batas

Rapat yang digelar di ruang paripurna DPRD tersebut berlangsung dalam rangka penyerahan rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Gorontalo Tahun Anggaran 2025.

Dalam sambutannya, Gubernur Gusnar Ismail menekankan bahwa penggunaan anggaran harus berbasis pada prioritas kegiatan yang benar-benar berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan penyelesaian persoalan publik.

Berita Terkait:  Rudy Salahuddin Kunjungi Warga Terdampak Banjir di Kota Gorontalo

Ia mengingatkan agar anggaran tidak dihabiskan tanpa perencanaan yang matang.

“Kalau kegiatannya rapat seperti ini, maka nilai rupiahnya juga harus disesuaikan. Jangan sampai anggaran langsung dihabiskan tanpa bisa dikontrol, apakah benar-benar berdampak atau tidak,” ujarnya.

Berita Terkait:  Penjagub Luncurkan Gorontalo Half Marathon 2024

Gubernur Gusnar Ismail juga menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang telah disampaikan oleh DPRD melalui Panitia Khusus (Pansus) LKPJ.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya koordinasi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Berita Terkait:  Kinerja Penjagub Gagal? Maskun: Jangan Dinilai dari Satu Indikator Saja

Menurutnya, sejumlah kendala dalam pelaksanaan pembangunan tahun 2025, seperti proses pembebasan lahan yang memakan waktu lama, menjadi pelajaran penting untuk perbaikan ke depan.

“Masalah tanah ini menjadi salah satu hambatan utama. Proses pembebasan lahan membutuhkan waktu panjang, ditambah dengan regulasi terkait hibah antar pemerintah yang terbatas hanya untuk kepentingan sosial,” jelasnya.
Berita Terkait:  Inflasi Provinsi Gorontalo Terendah Ketiga Nasional Periode Oktober 2024

Ia mencontohkan kasus rencana hibah lahan antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara yang terkendala aturan,

karena tidak dapat digunakan untuk kepentingan bisnis atau pengembangan ekonomi.

Berita Terkait:  Pemprov Diminta Optimalkan Upaya Pencegahan Korupsi

Lebih lanjut, Gubernur Gusnar mengungkapkan adanya alokasi anggaran besar dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebesar kurang lebih Rp2,7 triliun pada tahun 2026 yang akan beredar di Provinsi Gorontalo.

Namun, realisasi program tersebut kembali dihadapkan pada persoalan ketersediaan lahan.

Berita Terkait:  Pemprov-DPRD Provinsi Gorontalo Tetapkan APBD Tahun Anggaran 2025

“Ada dana Rp2,7 triliun yang akan masuk, tapi persoalannya lagi-lagi soal tanah. Ini yang harus kita carikan solusi bersama melalui koordinasi dan kolaborasi yang kuat,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Gusnar Ismail menegaskan kesiapan pemerintah provinsi untuk menindaklanjuti

Berita Terkait:  Gorontalo Jadi Tuan Rumah Studi Singkat SKALA dan AAI

seluruh rekomendasi DPRD serta mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kerja sama demi percepatan pembangunan di Gorontalo.

“Kami siap menindaklanjuti rekomendasi ini dan membutuhkan dukungan serta kerja sama dari seluruh anggota dewan,” tutupnya. (Mg-08) 

Berita Terkait:  Lima Program Prioritas Presiden di Gorontalo Terus Alami Peningkatan