Kota Gorontalo

Adhan Tegaskan Tak Ada “Orang Dekat” dalam Pelantikan, Pejabat Diminta Buktikan Kinerja

×

Adhan Tegaskan Tak Ada “Orang Dekat” dalam Pelantikan, Pejabat Diminta Buktikan Kinerja

Share this article
Adhan Tegaskan Tak Ada “Orang Dekat” dalam Pelantikan, Pejabat Diminta Buktikan Kinerja
Suasana pelantikan pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo, Jumat (5/6/2026).

Hargo.co.id, GORONTALO – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menepis anggapan bahwa rotasi dan pengangkatan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo sarat kepentingan kelompok maupun kedekatan pribadi.

Berita Terkait:  Kota Gorontalo Kembali Dilanda Bencana, Ismail Madjid Turun Meninjau Meski Dini Hari

Ia memastikan, seluruh pejabat yang dilantik mendapatkan kepercayaan berdasarkan kebutuhan organisasi dan kemampuan menjalankan tugas, bukan karena faktor hubungan dengan kepala daerah.

Penegasan itu disampaikan Adhan saat melantik 66 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo, Jumat (5/6/2026).

Berita Terkait:  Kaban Keuangan Pemkot Imbau Warga Segera Lunasi PBB, Batas Waktu 31 Oktober

Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Adhan Dambea menegaskan dirinya tidak mengenal istilah “orang dekat” dalam urusan penempatan jabatan.

Bagi Adhan, satu-satunya kelompok yang layak disebut dekat dengan dirinya adalah mereka yang memiliki kemauan bekerja dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Berita Terkait:  Pemkot dan BPJS Gorontalo Teken MoU Terkait Perlindungan Bagi Pekerja

“Tidak ada orang saya. Orang saya adalah orang yang mau bekerja. Kalau tidak mau bekerja, tentu tidak akan dipertahankan,” tegas Adhan Dambea.

Ia juga membantah adanya praktik titipan dalam proses pelantikan tersebut. Bahkan, menurutnya, Surat Keputusan (SK) pelantikan baru ditandatangani beberapa saat sebelum prosesi berlangsung.

Berita Terkait:  Bantu UMKM Daftar di E-Katalog, Effendy Apresiasi Pelaksanaan Program Jempol dan Belle UMKM

“Saya tidak pernah menitip nama siapa pun. SK-nya saja baru saya tanda tangani tadi. Jadi jangan berpikir ada orang-orang tertentu yang sudah disiapkan sejak awal,” ujarnya.

Adhan meminta seluruh aparatur sipil negara menghentikan spekulasi bahwa promosi jabatan ditentukan oleh faktor kedekatan dengan pimpinan.
Berita Terkait:  Kemiskinan Ekstrem di Kota Gorontalo Turun Jadi 0,37 Persen

Menurutnya, ukuran utama yang digunakan pemerintah adalah kemampuan bekerja, loyalitas terhadap tugas, serta komitmen dalam melayani masyarakat.

Ia menegaskan bahwa setiap jabatan memiliki konsekuensi yang harus dijawab dengan kinerja. Karena itu, para pejabat yang baru dilantik diminta segera menunjukkan hasil kerja dan tidak terlena dengan status maupun posisi yang diperoleh.

Berita Terkait:  Adhan: Jangan Numpang Nama di Balik Pembangunan Kota Gorontalo

“Jabatan itu amanah. Yang dinilai bukan seberapa lama menduduki jabatan, tetapi apa yang sudah dikerjakan untuk masyarakat,” katanya.

Dalam arahannya, Adhan Dambea kembali mengingatkan bahwa birokrasi hadir untuk melayani rakyat, bukan sebaliknya. Ia menginginkan seluruh jajaran pemerintah membangun budaya kerja yang cepat, responsif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Berita Terkait:  Adhan Ajak Warga Sambut Ramadan dengan Hati Bersih dan Penuh Keikhlasan

“Jangan sampai masyarakat yang melayani pejabat. Kitalah yang harus melayani masyarakat. Itu yang harus dipahami,” tandasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa evaluasi terhadap kinerja aparatur akan terus dilakukan.

Berita Terkait:  Marten Taha Tetap Mempertahankan Tenaga Honorer

Bagi pejabat yang mampu bekerja dan menunjukkan hasil, kesempatan untuk berkembang terbuka lebar. Sebaliknya, mereka yang tidak mampu memenuhi tuntutan kinerja harus siap tergeser dari jabatan yang diemban.(Adv)