Gorontalo

Gusnar Dorong Gorontalo Jadi Sentra Peternakan dan Hilirisasi Kelapa di Sulawesi

×

Gusnar Dorong Gorontalo Jadi Sentra Peternakan dan Hilirisasi Kelapa di Sulawesi

Share this article
Gusnar Dorong Gorontalo Jadi Sentra Peternakan dan Hilirisasi Kelapa di Sulawesi
Penandatanganan prasasti oleh Gubernur Gusnar Ismail di Kantor Laboratorium Veteriner Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo berlokasi di Talumelito, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Jumat (5/6/2026). (Foto: Valen/Diskominfotik Provinsi Gorontalo)

Hargo.co.id, GORONTALO – Komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam memperkuat sektor pertanian terus ditunjukkan melalui pengembangan peternakan dan perkebunan sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Berita Terkait:  Libatkan 25 Komunitas Lari, Dispora Matangkan Gelaran Gorontalo Half Marathon 2025

Hal itu ditegaskan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat melakukan kunjungan kerja ke Laboratorium Veteriner Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Gorontalo di Talumelito, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Jumat (5/6/2026).

Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang peninjauan fasilitas pelayanan kesehatan hewan, tetapi juga dimanfaatkan untuk menyerahkan berbagai bantuan kepada kelompok penerima manfaat guna mendukung peningkatan produksi peternakan dan perkebunan.

Berita Terkait:  LPKA Gorontalo Tegaskan Komitmen Bersih Halinar, Integritas Petugas Diperketat

Dalam arahannya, Gubernur Gusnar Ismail menilai sektor peternakan memiliki prospek besar karena kebutuhan daging nasional hingga saat ini masih belum mampu dipenuhi sepenuhnya oleh produksi dalam negeri.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi peternak Gorontalo untuk mengambil bagian dalam memenuhi permintaan pasar nasional.

Berita Terkait:  Raih WTP yang ke 13 Kali, Gubernur Segera Tindaklanjuti Rekomendasi BPK

Menurutnya, pengembangan populasi ternak seperti sapi, kambing, dan domba harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, petugas teknis, hingga para peternak di tingkat lapangan.

Dengan pasar yang masih terbuka luas, Gorontalo dinilai memiliki kesempatan untuk meningkatkan kontribusinya terhadap penyediaan kebutuhan protein hewani nasional.

Berita Terkait:  Lepas Kloter 28, Gubernur Minta JCH Doakan Embarkasi Haji Penuh Terwujud

Sebagai langkah percepatan, Pemerintah Provinsi Gorontalo mengandalkan program inseminasi buatan sebagai strategi utama peningkatan populasi ternak.

Program tersebut dinilai lebih efektif dan berkelanjutan dibandingkan pengadaan ternak dalam jumlah besar yang membutuhkan biaya tinggi.

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Lepas 32 Jemaah Haji KORPRI, Dapat Tambahan Uang Saku

Gubernur Gusnar Ismail juga menyoroti peran penting para inseminator yang menjadi ujung tombak keberhasilan program.

Maka dari itu, dukungan terhadap tenaga teknis lapangan akan terus diperkuat agar layanan reproduksi ternak

Berita Terkait:  Target Rekam KTP di Provinsi Gorontalo Hingga Desember 2024, Kabgor Paling Sedikit

dapat menjangkau lebih banyak peternak di seluruh wilayah Gorontalo.

Tak hanya peternakan, perhatian pemerintah juga diarahkan pada pengembangan komoditas kelapa.

Berita Terkait:  Miliki Potensi Unggul, Menparekraf Yakin Pariwisata Gorontalo akan Berkembang

Gubernur Gusnar Ismail menekankan pentingnya membangun industri hilir berbasis kelapa agar hasil perkebunan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah,

tetapi mampu diolah menjadi produk bernilai tambah yang meningkatkan pendapatan masyarakat.

Berita Terkait:  Atlet Karate Zaskia Salurante Terima Bonus Prestasi dari Pemprov Gorontalo

Ia bahkan mendorong penyusunan proposal pengembangan kawasan peternakan terpadu yang nantinya akan diajukan kepada Kementerian Pertanian.

Harapannya, Gorontalo dapat ditetapkan sebagai salah satu daerah percontohan pengembangan peternakan modern dan kesejahteraan hewan di kawasan Sulawesi.

Berita Terkait:  Terkait Penindakan 4 WNA di Pohuwato, Disnakertrans Apresiasi Kantor Imigrasi Gorontalo

Selama kunjungan berlangsung, gubernur meninjau langsung proses inseminasi buatan, layanan klinik hewan, serta fasilitas kesehatan ternak.

Ia juga berdialog dengan petugas lapangan untuk mendengarkan berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi dalam pelayanan kepada peternak.

Berita Terkait:  Sherly dan Idah Hangatkan Puncak PENAS XVII, Peserta Antusias Sambut Sapaan Dua Tokoh Perempuan

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan prasasti pos check point serta penyerahan bantuan berupa bibit ayam (DOC)

dan bibit kelapa kepada kelompok masyarakat penerima manfaat sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas sektor peternakan dan perkebunan di Gorontalo.(Adv)

Berita Terkait:  Terkait Penindakan 4 WNA di Pohuwato, Disnakertrans Apresiasi Kantor Imigrasi Gorontalo