GorontaloHeadline

Dugaan Korupsi Command Center: Staf Ahli Gubernur Gorontalo Jadi Tersangka Keempat

×

Dugaan Korupsi Command Center: Staf Ahli Gubernur Gorontalo Jadi Tersangka Keempat

Share this article
Dugaan Korupsi Command Center_ Staf Ahli Gubernur Gorontalo Jadi Tersangka Keempat
MR (Mengenakan rompi tahanan) ketika dibawa ke mobil tahanan oleh pihak Kejaksaan Tinggi Gorontalo.

Hargo.co.id, GORONTALO – Penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Command Center Video Wall di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Gorontalo terus bergulir.

Berita Terkait:  Wakili Gubernur Gusnar, Kepala Dispora Buka Kegiatan Semarak Gebyar Pemuda IX Kayubulan

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo kembali menetapkan satu tersangka baru, yakni MR, yang pada saat proyek tersebut dilaksanakan menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfo Provinsi Gorontalo.

Saat ini MR diketahui menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Gorontalo, Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik. Penetapan status tersangka terhadap MR menambah daftar pihak yang terseret dalam perkara pengadaan Command Center Video Wall Tahun Anggaran 2022.

Berita Terkait:  Kejar Target Nasional, Dukcapil Terus Maksimalkan Pelayanan Aktivasi IKD

Sebelumnya, Kejati Gorontalo telah lebih dahulu menahan tiga tersangka lain, yaitu RPA selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), ABBA sebagai Direktur PT Prio Integrasi Universal, serta HD yang menjabat Direktur Operasional perusahaan tersebut.

Kasus ini berawal dari proyek pengadaan Command Center Video Wall dengan nilai anggaran Rp5 miliar yang bersumber dari APBD Perubahan Provinsi Gorontalo Tahun 2022. Dalam proses penyidikan, jaksa menemukan sejumlah dugaan pelanggaran yang diduga menyebabkan kerugian keuangan negara.

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Lantik Bupati dan Wabup Gorut Terpilih Periode 2025-2030

Penyidik mengungkap sedikitnya empat bentuk penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Pertama, proses penganggaran yang dinilai tidak sesuai ketentuan. Kedua, dugaan pengondisian Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang melibatkan pihak penyelenggara dan penyedia. Ketiga, adanya ketidaksesuaian spesifikasi barang antara dokumen kontrak dan barang yang diterima. Keempat, dugaan kemahalan harga atau mark up pada sejumlah item pengadaan.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian penyidik adalah perbedaan spesifikasi perangkat yang diterima Diskominfo dengan yang tercantum dalam kontrak. Berdasarkan hasil pemeriksaan, perangkat yang diterima disebut berupa videotron, sementara dokumen kontrak mengatur pengadaan video wall.

Berita Terkait:  Idah dan Adhan Bahas Penyesuaian Jadwal Acara KORPRI dan Pengambilan Racepack GHM di Taruna Remaja

Perbedaan tersebut sebelumnya sempat dijelaskan oleh pihak terkait sebagai persoalan teknis yang dianggap memiliki keterkaitan fungsi. Namun penyidik menilai ketidaksesuaian antara spesifikasi kontrak dan barang yang diterima tetap menjadi bagian dari dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut.

Kejati Gorontalo menyatakan penetapan tersangka terhadap MR dilakukan setelah tim penyidik memperoleh fakta hukum yang didukung alat bukti yang cukup sesuai ketentuan perundang-undangan. Selama proses penyidikan, sebanyak 21 saksi telah dimintai keterangan untuk memperkuat konstruksi perkara.

Berita Terkait:  Jembatan Penghubung Desa Harapan dan Sukamaju Roboh, Realisasi Dana Puluhan Miliar Disoal

Usai menjalani pemeriksaan, MR langsung ditahan dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Gorontalo. Dengan demikian, jumlah tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Command Center Video Wall Diskominfo Provinsi Gorontalo kini menjadi empat orang.

Meski demikian, Kejati Gorontalo belum membeberkan secara rinci peran spesifik MR dalam setiap dugaan penyimpangan yang ditemukan maupun pasal tindak pidana korupsi yang dikenakan terhadapnya.

Berita Terkait:  Sumatera Masih Berduka, Gubernur Imbau Warga Sambut Tahun Baru dengan Empati

Penyidik masih terus mendalami perkara tersebut untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga bertanggung jawab

dalam proses perencanaan, pengadaan, hingga pelaksanaan proyek.

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Resmi Buka Turnamen Gateball Antar OPD: Kolaborasi dan Sportivitas Warnai HUT ke-80 RI

Perkembangan kasus ini pun masih menjadi perhatian publik yang menunggu langkah hukum selanjutnya,

termasuk kemungkinan munculnya tersangka baru seiring berjalannya proses penyidikan.(Rid) 

Berita Terkait:  Hadiri Silaturahmi OKP se Gorontalo, Kadispora Ajak Perkuat Kolaborasi Antar OKP