Hargo.co.id, GORONTALO – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Gorontalo mulai mematangkan sejumlah program literasi yang diagendakan sepanjang 2026.
Tiga kegiatan menjadi perhatian utama, yakni Lomba Bertutur, Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan, serta Festival Literasi.
Pemantapan agenda tersebut dibahas dalam rapat internal Bidang Perpustakaan yang dipimpin Kepala Bidang Perpustakaan Husni Jusuf. Pertemuan turut dihadiri para pustakawan dan staf pelaksana.
Pembahasan tidak hanya menyangkut konsep kegiatan, tetapi juga diarahkan pada kesiapan teknis. Mulai dari penentuan jadwal, kebutuhan anggaran hingga pembentukan kepanitiaan dibahas agar setiap agenda dapat dilaksanakan secara terukur.
Salah satu kegiatan yang telah memiliki jadwal adalah Lomba Bertutur. Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10 September 2026.
Lomba Bertutur diharapkan menjadi sarana untuk menumbuhkan kegemaran membaca sekaligus melatih peserta menyampaikan cerita secara kreatif, menarik dan komunikatif.
Sementara itu, Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan masih dalam tahap pematangan. Sejumlah aspek teknis, termasuk jadwal pelaksanaan, akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama Kepala Dinas Arpus Provinsi Gorontalo Ridwan Hemeto.
Agenda lainnya yang tengah dipersiapkan adalah Festival Literasi. Kegiatan ini dirancang berlangsung selama tiga hari dengan mengusung tiga agenda utama, yakni bedah buku, seminar literasi dan gelar wicara.
Ketiga agenda tersebut masing-masing direncanakan mengisi satu hari pelaksanaan. Untuk membuat festival lebih semarak, rangkaian kegiatan utama akan dipadukan dengan berbagai aktivitas ekstrakurikuler.
Konsep ini diharapkan membuat Festival Literasi tidak sebatas menjadi forum diskusi dan seminar, tetapi juga menjadi ruang interaksi masyarakat.
Terlebih bagi generasi muda, festival dapat menjadi wadah untuk memperoleh pengetahuan sekaligus menyalurkan minat dan kreativitas.
Husni menegaskan, keberhasilan kegiatan sangat ditentukan oleh kesiapan sejak tahap perencanaan. Karena itu, aspek teknis, anggaran dan kepanitiaan perlu dipastikan lebih awal.
“Yang perlu dipersiapkan bukan hanya pelaksanaan kegiatan, tetapi juga perencanaan, anggaran dan kepanitiaannya. Semua harus dipastikan sejak awal agar kegiatan dapat berjalan dengan baik,” ujar Husni.
Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi Dinas Arpus memperluas ruang-ruang literasi di tengah masyarakat. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai peningkatan minat baca, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis dan menghasilkan karya.
Dengan persiapan yang dilakukan sejak jauh hari, Dinas Arpus berharap seluruh agenda literasi 2026 dapat berjalan optimal serta menjangkau lebih banyak masyarakat.
Program-program tersebut diharapkan turut memperkuat budaya baca sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui akses pengetahuan dan kegiatan literasi yang lebih kreatif dan interaktif. (Diyanti)












