Kota Gorontalo

Seorang Istri di Kota Gorontalo Jadi Korban Penikaman, Adhan: Sangat Tidak Manusiawi!

×

Seorang Istri di Kota Gorontalo Jadi Korban Penikaman, Adhan: Sangat Tidak Manusiawi!

Share this article
Seorang Istri di Kota Gorontalo Jadi Korban Penikaman, Adhan: Sangat Tidak Manusiawi!
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea ketika membesuk korban penikaman di RSAS, Kamis (26/8/2026).

Hargo.co.id, GORONTALO – Usai melakukan agenda pemerintahan di Manado, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea langsung menuju ke Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS).

Berita Terkait:  Kurikulum Terintegrasi P4GN, Diharapkan Dapat Bentengi Siswa dari Narkoba

Kedatangan Adhan di salah satu rumah sakit milik pemerintah daerah itu, bukan untuk inspeksi mendadak (Sidak), melainkan menyambangi SM, korban penikaman yang dilakukan suaminya sendiri, FM (26), di sebuah indekos di Jalan Kasuari, Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur.

Adhan Dambea datang menjenguk korban pada Kamis (26/8/2026), empat hari setelah peristiwa penikaman yang terjadi Sabtu (22/8/2026).

Berita Terkait:  100 Pengemudi Ojol Nikmati Ganti Oli Gratis dari BAZNAS Kota Gorontalo

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi SM sekaligus menyampaikan keprihatinan atas tindak kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga.

Adhan mengecam keras tindakan FM. Menurutnya, persoalan keluarga semestinya diselesaikan melalui komunikasi dan mencari jalan keluar bersama, bukan menggunakan kekerasan yang dapat mengancam keselamatan pasangan.

Berita Terkait:  Setahun Menanti Penanganan, Warga Bulota Khawatir Abrasi Sungai Kian Mengancam Permukiman

“Saya tidak mau masuk ke intern keluarga. Hanya saja, kalau ada masalah, cari solusi, bukan main tusuk seperti ini,” tegas Adhan Dambea.

Ia mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami korban. Terlebih, SM disebut mengalami 17 luka tusukan akibat aksi tersebut.

Berita Terkait:  Pendaftar AIR Fun Run Sudah 2.451, Melebihi Peserta di Dua Event Sebelumnya

Adhan menilai, jika hubungan rumah tangga sudah tidak dapat dipertahankan, persoalan seharusnya diselesaikan secara baik-baik tanpa mengedepankan emosi.

“Kalau tidak mampu mengurus lagi, kembalikan ke orang tua. Ini kejadian yang sangat luar biasa, korban mengalami 17 tusukan,” ujarnya.

Berita Terkait:  Di Penghujung Jabatan, Wali Kota Gorontalo Tetap Fokus Tuntaskan Program

Ia pun mengingatkan masyarakat, khususnya para pria, agar mampu mengendalikan emosi ketika menghadapi persoalan rumah tangga. Menurutnya, kekerasan bukan jalan keluar dalam menyelesaikan konflik keluarga.

Adhan Dambea berharap kasus serupa tidak kembali terjadi di Kota Gorontalo. Ia mengajak masyarakat mengedepankan komunikasi, menahan diri, serta mencari solusi setiap kali menghadapi persoalan dalam keluarga.

Berita Terkait:  Tournament Pencak Silat Wali Kota Cup 2025: Peserta Membludak, Perguruan dari 4 Provinsi Luar Gorontalo Ambil Bagian

“Saya harap tidak ada lagi kejadian semacam ini,” tandasnya.(Ndi)