Kota Gorontalo

Adhan Tak Hanya Ukur Kinerja, Disiplin Pejabat Eselon II Ikut Ditakar

×

Adhan Tak Hanya Ukur Kinerja, Disiplin Pejabat Eselon II Ikut Ditakar

Share this article
Adhan Tak Hanya Ukur Kinerja, Disiplin Pejabat Eselon II Ikut Ditakar
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea didampingi Pj Sekda Kota Gorontalo, Nuryanto ketika melakukan konsultasi di BKN Regional XI Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara, Rabu (26/8/2026).

Hargo.co.id, MANADO – Pemerintah Kota Gorontalo mulai menyiapkan pola evaluasi yang lebih ketat terhadap pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II.

Berita Terkait:  Polemik Lahan Pembangunan KNMP di Terminal Leato Berlanjut ke Musyawarah, Ini Hasilnya

Dalam evaluasi tersebut, kemampuan mencapai target kerja tidak menjadi satu-satunya ukuran. Rekam kedisiplinan pejabat juga menjadi faktor penting yang diperhitungkan.

Hal itu menjadi salah satu poin yang dibahas Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea bersama Pj Sekretaris Daerah Kota Gorontalo Nuryanto saat berkonsultasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional XI Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara, Rabu (26/8/2026).

Berita Terkait:  Pemkot Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Gratis dan Ada Doorprize

Pertemuan tersebut tidak hanya membahas evaluasi pejabat eselon II, tetapi juga menyangkut rencana penerapan manajemen talenta bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Gorontalo.

Pj Sekda Nuryanto menjelaskan, berdasarkan hasil konsultasi, evaluasi terhadap pejabat pimpinan tinggi pratama dapat dilakukan setelah enam bulan menjalankan tugas.

Berita Terkait:  Cabai Rawit, Beras, Rokok dan Tomat Pengaruhi Inflasi Kota Gorontalo

Evaluasi tersebut kemudian dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan keberlanjutan penugasan seorang pejabat.

“Yang kami konsultasikan soal kinerja pejabat dan manajemen talenta,” kata Nuryanto saat diwawancarai melalui telepon WhatsApp.
Berita Terkait:  Wawali Indra Tekankan Standar Gizi dan Higienitas Program SPPG

Menurut dia, pejabat yang dinilai tidak mampu menunjukkan kinerja sesuai harapan dapat dilakukan penataan, termasuk kemungkinan mutasi. Namun, penilaian tidak berhenti pada pencapaian target organisasi.

Nuryanto menegaskan, pejabat eselon II dituntut menunjukkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas, mulai dari kehadiran dalam agenda pemerintahan hingga kepatuhan terhadap instruksi kedinasan.

Berita Terkait:  Ini Pesan Pj Wali Kota Gorontalo saat Resmikan Gedung TK Kartika XXI Usai Direhabilitasi

“Selain berkinerja baik, kedisiplinan menjadi hal utama. Pejabat harus hadir dalam kegiatan, mematuhi perintah atasan, dan menjalankan tugas sesuai tanggung jawabnya,” tegasnya.

Ia menilai aspek disiplin menjadi penting karena pejabat pimpinan tinggi pratama memegang posisi strategis dalam menggerakkan organisasi perangkat daerah.

Berita Terkait:  Susun Program Kerja, PMI Kota Gorontalo Gelar Musker

Kinerja seorang pejabat, kata dia, tidak hanya tercermin dari capaian program, tetapi juga dari sikap dan kepatuhannya dalam menjalankan tanggung jawab pemerintahan.

Di sisi lain, konsultasi dengan BKN juga membahas penerapan manajemen talenta. Sistem tersebut diarahkan untuk mendukung penataan karier ASN berdasarkan kinerja, potensi, dan kompetensi.

Berita Terkait:  Pemotongan Hutang ASN di BSG, Adhan: BTN Harus Hargai Hak Pribadi Pegawai

Nuryanto menyebut penerapan manajemen talenta nantinya dapat mengubah pola pengisian jabatan karena pemerintah memiliki basis data dan pemetaan ASN yang lebih terukur.

“Kalau manajemen talenta sudah diterapkan, kita tidak perlu lagi melakukan penjaringan terhadap pejabat di Kota Gorontalo,” jelasnya.
Berita Terkait:  Banjir Bandang Terjang Tenilo, Pemkot Gerak Cepat Salurkan Bantuan Mendesak

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Gorontalo akan menyiapkan ekspose kepada BKN terkait kesiapan penerapan manajemen talenta. Tahapan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari proses menuju penerbitan Surat Keputusan (SK) dari BKN Pusat.

Konsultasi Pemkot Gorontalo tersebut diterima langsung Kepala BKN Regional XI Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara, Ahmad Syauki.

Berita Terkait:  Era Adhan-Indra, Pengelolaan Keuangan Pemkot Gorontalo Kembali Diganjar WTP

Dengan hasil konsultasi ini, Pemkot Gorontalo mendorong agar evaluasi pejabat eselon II tidak hanya berorientasi pada hasil kerja,

tetapi juga mempertimbangkan disiplin dan kepatuhan terhadap tugas kedinasan.

Berita Terkait:  STQH Tingkat Provinsi, Delegasi Kota Gorontalo Bawa Pulang Juara Umum

Penataan ASN melalui manajemen talenta pun diarahkan agar berjalan lebih objektif, terukur, dan sesuai ketentuan kepegawaian.(Adv)