Advertorial

Stok BBM Sulsel Dipastikan Aman, Pertamina Minta Warga Tak Panic Buying

×

Stok BBM Sulsel Dipastikan Aman, Pertamina Minta Warga Tak Panic Buying

Share this article
Stok BBM Sulsel Dipastikan Aman, Pertamina Minta Warga Tak Panic Buying
Operator SPBU tengah melakukan pengisian BBM.

Hargo.co.id, SULSEL – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, masih dalam kondisi aman.

Berita Terkait:  Caleg DPR RI ke Pinogu, Warga: Baru Pak Sawaludin

Masyarakat pun diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena distribusi ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terus diperkuat.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi stok dan konsumsi BBM di lapangan. Penyaluran juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Berita Terkait:  Hari Anak Nasional 2026, Pertamina Patra Niaga Perkuat Pendidikan Anak Melalui Rumah Anak Pesisir

“Stok BBM kami pastikan aman dan distribusi terus berjalan. Kami juga melakukan penguatan pelayanan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir maupun melakukan panic buying,” kata Deny, Rabu (9/9/2026).

Pertamina mencatat adanya peningkatan konsumsi BBM dalam beberapa bulan terakhir. Salah satunya terjadi pada Solar JBT yang rata-rata penyalurannya pada Agustus 2026 meningkat 14,6 persen dibandingkan Mei 2026.

Berita Terkait:  Data Penerima Manfaat SPPG Pentadio Barat Kian Diperkuat

Kenaikan konsumsi tersebut disebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas logistik, transportasi, serta kegiatan masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Pertamina meningkatkan penyaluran Solar JBT sebesar 14,6 persen dan Pertalite sebesar 7,6 persen di Sulawesi Selatan.

Berita Terkait:  Sawaludin Jangan Dianggap Remeh, Doktor Hendra: Ancaman Bagi Incumbent

Penyesuaian distribusi dilakukan berdasarkan perkembangan konsumsi, kondisi stok, serta kebutuhan di masing-masing wilayah.

“Permintaan memang mengalami peningkatan, terutama pada beberapa jenis BBM dan wilayah tertentu. Namun dari sisi ketersediaan, kami memastikan pasokan tetap berjalan dan mencukupi,” ujarnya.
Berita Terkait:  Pertamina dan Kejati Gorontalo Perkuat Sinergi, Fokus pada Koordinasi dan Operasional Energi

Pertamina tidak hanya menambah volume penyaluran. Penguatan juga dilakukan dari sisi distribusi untuk mempercepat suplai ke SPBU yang membutuhkan tambahan stok.

Salah satunya dengan menyesuaikan jam operasional depot dan memajukan aktivitas suplai dari titik distribusi. Armada mobil tangki juga dioptimalkan melalui skema spot charter.

Berita Terkait:  Jangan Asal Pilih Travel, Kakanwil Kemenhaj Gorontalo Tekankan Pentingnya Cek Rekam Jejak

Di SPBU yang mengalami lonjakan kebutuhan, tambahan suplai dapat diberikan hingga 15 persen dari kondisi normal. Pemantauan dilakukan secara berkala terhadap stok, tingkat konsumsi dan antrean, mulai dari titik suplai hingga SPBU.

Data pemantauan tersebut kemudian digunakan sebagai dasar untuk menentukan volume, waktu pengiriman hingga prioritas penyaluran ke SPBU yang membutuhkan tambahan pasokan.

Berita Terkait:  LPS Tetap Pertahankan Bunga Penjaminan, Fokus Jaga Stabilitas Perbankan Nasional

Tak hanya BBM, Pertamina juga memperkuat ketersediaan LPG 3 kilogram. Extra dropping dilakukan hingga 130 persen dari rata-rata penyaluran harian untuk wilayah Sulawesi Selatan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan sekaligus memastikan LPG bersubsidi tetap tersedia melalui jaringan penyalur resmi.

Berita Terkait:  BJA Group Komit Menjalankan Kewajiban kepada Warga Sesuai Aturan yang Berlaku

Sejumlah SPBU yang mengalami peningkatan permintaan dan antrean juga akan dioperasikan selama 24 jam. Pertamina berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk memastikan kesiapan petugas dan kelancaran pelayanan.

“SPBU yang ditetapkan akan beroperasi 24 jam untuk melayani masyarakat. Kami terus menjaga distribusi agar pasokan BBM tetap tersedia dan pelayanan dapat berjalan dengan baik,” jelas Deny.
Berita Terkait:  Kembangkan Ekonomi Warga, PT. IGL, BTL, BJA Group Bentuk Koperasi Plasma Binaan

Di tengah meningkatnya konsumsi, Pertamina juga memperketat pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi.

Monitoring dilakukan terhadap stok, pergerakan antrean hingga pola transaksi di SPBU. Transaksi yang dinilai tidak wajar akan dievaluasi dan dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

Berita Terkait:  Dukung Pembangunan Daerah, Irjen Pol Pudji Siap Menjaga Iklim Investasi

Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum untuk memastikan BBM bersubsidi tersalurkan tepat sasaran.

Sebelumnya, Pertamina telah memblokir 6.023 QR Code Subsidi Tepat yang terindikasi digunakan untuk pengisian berulang maupun transaksi tidak wajar.

Berita Terkait:  Sawaludin Jangan Dianggap Remeh, Doktor Hendra: Ancaman Bagi Incumbent

Masyarakat diminta membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan. Pembelian secara berlebihan dinilai justru dapat memicu antrean dan mengganggu akses masyarakat lainnya terhadap BBM.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Stok BBM aman, distribusi terus kami jaga, dan SPBU akan terus melayani kebutuhan masyarakat. Belilah BBM secukupnya sesuai kebutuhan,” tegas Deny.
Berita Terkait:  Kembangkan Ekonomi Warga, PT. IGL, BTL, BJA Group Bentuk Koperasi Plasma Binaan

Pertamina juga mengingatkan masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai BBM dan LPG melalui kanal resmi perusahaan serta mengikuti arahan petugas di SPBU.

Keluhan maupun informasi terkait pelayanan dan ketersediaan BBM serta LPG dapat disampaikan melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135. 

Berita Terkait:  Jangan Asal Pilih Travel, Kakanwil Kemenhaj Gorontalo Tekankan Pentingnya Cek Rekam Jejak

“Fokus kami adalah memastikan stok tetap aman, distribusi berjalan lancar, pengawasan terus diperkuat, dan masyarakat dapat terlayani dengan baik,” tutup Deny.(Rls)