Hargo.co.id, GORONTALO – Mahasiswa KKN Tematik II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Tahun 2026 Desa Limehe Barat, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, memaparkan sejumlah program kerja dalam Seminar Program Kerja yang digelar di Sarana Olahraga Desa Limehe Barat, Kamis (3/9/2026).
Seminar yang dimulai pukul 09.00 Wita itu dihadiri Pemerintah Desa Limehe Barat, Karang Taruna, Sub BPKBD, serta masyarakat setempat.
Program utama yang dipaparkan yakni Penguatan Model Pembukuan Usaha Tani dan Literasi Perpajakan. Program tersebut menyasar para petani dengan memberikan edukasi serta pendampingan mengenai pencatatan keuangan usaha tani dan pemahaman dasar perpajakan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN berupaya mendorong petani agar lebih memahami pentingnya pembukuan yang tertib dalam mengelola usaha tani.
Pencatatan keuangan diharapkan dapat membantu petani mengetahui arus pemasukan dan pengeluaran sekaligus menjadi dasar dalam mengambil keputusan terkait pengembangan usaha.
Dalam seminar tersebut, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Hartati Tuli dan Mentari Rizki Sawitri Pilomonu turut menjelaskan mekanisme pelaksanaan program utama. Penjelasan meliputi tahapan kegiatan, bentuk pendampingan, sistem pencatatan keuangan usaha tani, hingga materi dasar literasi perpajakan yang akan diberikan kepada masyarakat.
Selain program utama, mahasiswa KKN juga memaparkan sejumlah program pendukung yang mencakup bidang digitalisasi, edukasi, olahraga, pendidikan, dan keagamaan.
Salah satunya Warung Go QRIS, berupa sosialisasi dan pendampingan penggunaan QRIS bagi pelaku usaha di Desa Limehe Barat. Mahasiswa akan mendatangi sejumlah warung dan tempat usaha untuk memberikan edukasi transaksi digital sekaligus membantu pelaku usaha dalam proses pembuatan QRIS.
Di bidang edukasi, mahasiswa menghadirkan program Konten Narkotika. Program ini berupa pembuatan konten edukatif mengenai narkotika, dampak penyalahgunaan, risiko, serta langkah-langkah pencegahannya.
Ada pula program Digitalisasi Profil Desa, yakni penyusunan profil digital Desa Limehe Barat yang nantinya dapat diakses melalui QR Code yang ditempatkan di sejumlah titik strategis. Program ini diharapkan mempermudah masyarakat memperoleh informasi mengenai desa sekaligus mendukung pemanfaatan teknologi digital.
Sementara di bidang olahraga, mahasiswa merancang Turnamen Futsal se-Kecamatan Tabongo. Kegiatan tersebut ditujukan sebagai wadah penyaluran minat dan bakat masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi antardesa.
Selain kompetisi, turnamen tersebut diharapkan mampu menumbuhkan sportivitas dan semangat kebersamaan di kalangan peserta.
Di bidang keagamaan, terdapat program Ruang Tumbuh yang berfokus pada pendampingan belajar mengaji bagi anak-anak secara rutin. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mengaji sekaligus membangun kebiasaan belajar dan menanamkan nilai-nilai positif melalui kegiatan keagamaan.
Mahasiswa juga merencanakan Lomba Keagamaan Anak yang meliputi lomba ceramah, azan, praktik salat, dan busana muslim.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat mengembangkan kepercayaan diri, keberanian tampil di depan umum, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, serta pemahaman anak terhadap nilai-nilai keagamaan.
Sementara itu, salah satu program yang telah selesai dilaksanakan adalah Semarak 17 Agustus. Kegiatan tersebut digelar mahasiswa KKN bersama masyarakat Desa Limehe Barat dengan melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia, mulai anak-anak, remaja hingga dewasa.
Beragam perlombaan digelar, di antaranya balap karung, bola kaki dangdut, memindahkan air menggunakan kerucut, estafet air secara berkelompok menggunakan kaki, estafet balon menggunakan sarung, serta lomba makan biskuit.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana mahasiswa KKN membangun interaksi dan kebersamaan dengan masyarakat. Antusiasme warga turut menciptakan suasana meriah sekaligus memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat desa.
Setelah seluruh program kerja dipaparkan, seminar dilanjutkan dengan diskusi dan penyampaian masukan dari pemerintah desa, Karang Taruna, Sub BPKBD, serta masyarakat.
Respons terhadap program yang ditawarkan mahasiswa terbilang positif. Sejumlah pihak memberikan masukan agar pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan kondisi dan aktivitas masyarakat setempat.
Salah satu masukan berkaitan dengan waktu pelaksanaan. Beberapa kegiatan yang semula direncanakan berlangsung pada siang hari disarankan digelar pada malam hari agar lebih banyak warga dapat berpartisipasi.
Masyarakat juga mengusulkan penambahan jenis perlombaan agar kegiatan yang akan digelar semakin meriah dan mampu meningkatkan keterlibatan warga.
Berbagai masukan tersebut kemudian ditampung mahasiswa untuk dirumuskan bersama pemerintah desa, pemuda, dan masyarakat.
Diskusi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan program kerja KKN tidak hanya berangkat dari perencanaan mahasiswa, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, serta karakteristik masyarakat Desa Limehe Barat.
Seminar Program Kerja KKN Tematik II Tahun 2026 pun menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi mahasiswa dengan masyarakat Desa Limehe Barat.
Dengan keterlibatan berbagai unsur masyarakat sejak tahap perencanaan, seluruh program diharapkan
dapat dilaksanakan secara partisipatif, adaptif, dan memberikan manfaat nyata selama pelaksanaan KKN.(Rls)












