Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo mencatat prestasi di tingkat regional Sulawesi setelah meraih penghargaan kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Makassar.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas capaian Pemerintah Kota Gorontalo dalam menyediakan akses sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Namun, bagi Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian administratif maupun seremoni. Capaian itu justru menjadi dorongan agar kualitas pelayanan kesehatan terus diperkuat.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Adhan melalui Juru Bicara Wali Kota, Jeffry Rumampuk.
“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kota Gorontalo. Tetapi yang paling penting, capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Jeffry, menyampaikan pesan Wali Kota Adhan Dambea.
Menurut Jeffry, penilaian Kemendagri mencakup sejumlah indikator yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat.
Di antaranya kemudahan akses fasilitas kesehatan, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sanitasi, kesiapan fasilitas kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis hingga inovasi pelayanan yang dikembangkan di tingkat Puskesmas.
Dari sisi akses, masyarakat Kota Gorontalo dinilai relatif mudah menjangkau fasilitas kesehatan. Terdapat 10 Puskesmas dan rumah sakit yang dapat diakses dengan waktu tempuh sekitar 20 menit dari tempat tinggal masyarakat.
Pelayanan di Puskesmas juga dikembangkan melalui pendekatan klaster agar penanganan pasien lebih terintegrasi. Pelayanan tersebut mencakup kesehatan ibu dan anak, kelompok usia produktif dan lansia, penyakit menular, kesehatan lingkungan hingga pelayanan lintas klaster seperti UGD, poli gigi, laboratorium dan farmasi.
Pada aspek kepesertaan JKN, cakupan Universal Health Coverage (UHC) Kota Gorontalo tercatat mencapai 98 persen.
Pemerintah Kota Gorontalo juga memberikan perhatian terhadap kelompok masyarakat rentan, termasuk penyandang disabilitas, lanjut usia dan masyarakat terlantar agar tetap memperoleh jaminan pelayanan kesehatan.
“Prinsipnya, pelayanan kesehatan harus bisa diakses masyarakat. Pemerintah hadir memastikan kelompok masyarakat yang membutuhkan tidak tertinggal dalam mendapatkan pelayanan,” kata Jeffry.
Capaian lainnya terlihat pada sektor sanitasi. Dari 50 kelurahan yang ada, rata-rata capaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) mencapai 98,7 persen.
Sementara itu, dari 39.532 rumah yang tercatat, sebanyak 97,41 persen disebut telah memenuhi syarat sebagai rumah sehat.
Kesiapan fasilitas kesehatan juga menjadi salah satu indikator penilaian. Seluruh Puskesmas dan RSUD di Kota Gorontalo disebut telah mengantongi akreditasi Paripurna.
Pemenuhan pelayanan dasar kesehatan bahkan tercatat mencapai 100 persen untuk 12 jenis pelayanan dasar.
Selain itu, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis atau CKG juga masuk dalam indikator penilaian. Berdasarkan dokumen penilaian, capaian CKG Kota Gorontalo telah berada di atas 50 persen.
Meski mencatat sejumlah capaian, Pemerintah Kota Gorontalo menyadari masih terdapat pekerjaan yang perlu dibenahi.
Salah satunya terkait pemenuhan alat kesehatan di Puskesmas. Dokumen penilaian mencatat target pemenuhan alat kesehatan sebesar 40 persen belum seluruhnya tercapai.
Masih terdapat kebutuhan alat kesehatan yang harus dipenuhi, seiring bertambahnya standar peralatan kesehatan. Sebagian kebutuhan tersebut juga telah diusulkan melalui program Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia (SOPHI), yang proses distribusinya membutuhkan waktu.
“Penghargaan ini bukan garis akhir. Justru menjadi pengingat bahwa masih ada pekerjaan yang harus kami tuntaskan. Pemerintah Kota akan terus melihat apa yang masih kurang, kemudian memperbaikinya secara bertahap,” ujar Jeffry.
Di sisi lain, berbagai inovasi yang dikembangkan Puskesmas turut menjadi bagian dari penilaian.
Beberapa di antaranya VIMORA TB di Puskesmas Hulonthalangi, Ruko Sudirman dan Pelita TB di Puskesmas Kota Barat, Dian Cerdasss di Puskesmas Dumbo Raya, GEMA SENJA di Puskesmas Kota Tengah, SIDITA LANGSING di Puskesmas Pilolodaa, serta RUCIKA dan Nakes Menyapa di RUTE LAMA di Puskesmas Dungingi.
Jeffry mengatakan, Wali Kota Adhan berharap penghargaan tersebut tidak berhenti pada seremoni. Menurutnya, keberhasilan pelayanan kesehatan harus diukur dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Pak Wali Kota berharap penghargaan ini tidak berhenti pada seremoni. Ukurannya tetap pada manfaat yang dirasakan masyarakat. Untuk itu, kualitas pelayanan, kemudahan akses dan keberlanjutan program kesehatan harus terus dijaga,” katanya.
Pemerintah Kota Gorontalo pun akan menjadikan penghargaan tersebut sebagai momentum untuk mempertahankan capaian yang telah diraih sekaligus membenahi berbagai aspek yang masih membutuhkan penguatan.
Sementara terkait peruntukan dan output dari nilai penghargaan tersebut, Jeffry menyebut pihaknya masih menunggu petunjuk dari Wali Kota Gorontalo.
“Masih menunggu petunjuk dari Pak Wali Kota,” tutup Jeffry.(Adv)












