Kota Gorontalo

Program Pengendalian Banjir di Kota Gorontalo Masuk Fase Pengadaan Lahan

×

Program Pengendalian Banjir di Kota Gorontalo Masuk Fase Pengadaan Lahan

Share this article
Program Pengendalian Banjir di Kota Gorontalo Masuk Fase Pengadaan Lahan
Suasana pertemuan antara Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea didampingi Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel dan sejumlah pimpinan OPD terkait dengan BWSS II membahas pengadaan lahan pengendalian banjir, Kamis (26/2/2026).

Hargo.co.id, GORONTALO – Program pengendalian banjir di Kota Gorontalo segera memasuki tahap pengadaan lahan.

Berita Terkait:  Nixon Ahmad Disebut Sosok yang Tepat Pimpin KONI Kota Gorontalo

Langkah ini ditandai dengan pertemuan antara Wali Kota Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel bersama pimpinan Balai Wilayah Sungai Sulawesi II serta sejumlah pimpinan OPD, Kamis (26/2/2026).

Kepala Dinas PUPR Kota Gorontalo, Meydi N. Silangen, menjelaskan bahwa pengadaan tanah tersebut merupakan bagian dari pembangunan untuk kepentingan umum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum beserta aturan turunannya.

Berita Terkait:  BSG Melunak atas Hasil RUPS, Adhan Sukses Kembalikan Harga Diri Gorontalo

Menurut Meydi, terdapat tiga paket kegiatan yang membutuhkan pengadaan lahan.

Pertama, pengendalian banjir Sungai Bone yang berlokasi di Kelurahan Bugis, Kecamatan Dumbo Raya. Kedua, pengendalian banjir lanjutan Sungai Bolango di Kelurahan Buladu, Kecamatan Kota Barat.

Berita Terkait:  BAZNAS Kota Gorontalo Salurkan Bantuan Bahan Pokok For Mualaf Tahap II

“Lokasi awal berada di Sungai Bolango dan Sungai Bone, termasuk Kali Serdadu dan Kampung Bugis atau Puncur untuk pembebasan lahan, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan fisik,” jelasnya.

Selain normalisasi sungai, proyek ini juga mencakup pembangunan tiga kolam retensi yang tersebar di beberapa titik,

Berita Terkait:  Sukses Bawa Pulang Medali di PON XXI Sumut-Aceh, Atlet Asal Kota Gorontalo Diberi Bonus Pemkot

yakni di Kelurahan Molosipat W (Kecamatan Kota Barat), Kelurahan Moodu (Kecamatan Kota Timur), serta Kelurahan Bulotadaa Timur (Kecamatan Sipatana).

Berdasarkan layout perencanaan, kebutuhan lahan untuk kolam retensi diperkirakan mencapai sekitar 2,4 hektare, 1,75 hektare, dan 0,56 hektare di lokasi berbeda.

Berita Terkait:  Lima Komoditas Penyumbang Utama Inflasi Kota Gorontalo di Bulan April

Sementara itu, peta rencana pengendalian Sungai Bone menggunakan skala 1:2.000 dan Sungai Bolango lanjutan skala 1:1.000.

Seiring dimulainya tahapan ini, Pemerintah Kota Gorontalo akan melakukan koordinasi lintas perangkat daerah di wilayah terdampak.

Berita Terkait:  Adhan: Camat dan Lurah Wajib Tahu Warganya yang Belum Makan dan Sakit

Persiapan meliputi pengumpulan data administrasi, data kependudukan, hingga informasi pertanahan yang diperlukan dalam proses awal pengadaan.

Tahap berikutnya adalah sosialisasi kepada masyarakat, baik pemilik maupun penggarap lahan, yang terdampak rencana kegiatan tersebut.

Berita Terkait:  Sidak Jelang Lebaran, Pemkot Gorontalo Pastikan Stok Aman dan Harga Terkendali

Pemerintah berharap proses pengadaan lahan berjalan lancar sehingga pembangunan fisik pengendalian banjir dapat segera direalisasikan.(Adv)