Hargo.co.id, GORONTALO – Kabar baik datang bagi masyarakat Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo. Jembatan yang roboh akibat diterjang banjir dipastikan mendapat dukungan anggaran untuk pembangunan kembali.
Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, menyebut pemerintah daerah telah memperoleh dukungan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk menangani kerusakan jembatan tersebut.
Hal itu disampaikan Lahmuddin saat menghadiri kegiatan Istighosah Kubro yang dirangkaikan dengan khitanan massal di Desa Harapan, Kecamatan Wonosari, Ahad (4/10).
Menurut Lahmuddin, anggaran tersebut diperoleh melalui dukungan pemerintah pusat setelah Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Bupati Boalemo Rum Pagau melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beberapa waktu lalu.
“Anggarannya sudah ada, tinggal menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dari Kepala BNPB,” kata Lahmuddin Hambali di hadapan masyarakat.
Ia memastikan Pemkab Boalemo akan terus mengawal proses administrasi dan pelaksanaan program tersebut agar pembangunan kembali jembatan dapat segera direalisasikan.
Lahmuddin menilai dukungan pemerintah pusat menjadi sangat penting di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah. Menurutnya, kondisi APBD Boalemo yang terbatas tidak boleh menjadi penghambat bagi upaya menghadirkan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa meskipun APBD kita terbatas, kita terus berupaya menghadirkan pembangunan melalui dukungan pemerintah pusat. Yang terpenting adalah bagaimana program-program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, nilai berbagai proyek strategis yang masuk ke Kabupaten Boalemo melalui dukungan pemerintah pusat kini telah mendekati Rp1 triliun.
Salah satu program yang menjadi bagian dari dukungan tersebut adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kecamatan Wonosari. Program ini, telah beroperasi dengan nilai anggaran sekitar Rp227 miliar.
Sekolah tersebut dilengkapi berbagai fasilitas dan diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya masyarakat yang masuk kelompok desil 1 dan 2.
Di sisi lain, dalam kegiatan Istighosah Kubro, Lahmuddin juga mengajak masyarakat untuk memperkuat doa dan ikhtiar bersama menghadapi musim kemarau yang masih melanda wilayah Boalemo.
Ia berharap doa bersama tersebut menjadi bagian dari ikhtiar agar hujan segera turun
dan kondisi kemarau yang berdampak terhadap masyarakat dapat segera berakhir.
Lahmuddin Hambali juga mengajak masyarakat Wonosari bersama-sama mengawal setiap program pembangunan yang telah diperjuangkan pemerintah daerah.
“Mari kita sama-sama menjaga ikhtiar ini, mengawal setiap proses pembangunan, dan terus berdoa agar apa yang menjadi harapan masyarakat Wonosari dapat segera terwujud,” tuturnya.
Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan masyarakat
akan mempercepat realisasi pembangunan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Boalemo.
“Insyaallah, dengan kerja sama pemerintah dan masyarakat, pembangunan yang kita harapkan dapat memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang,” pungkasnya.(Rls)












