Hargo.co.id, GORONTALO – Kehadiran Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 915/Bituo di Kabupaten Boalemo diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan dan keamanan wilayah, tetapi juga menjadi kekuatan pendukung percepatan pembangunan daerah.
Harapan tersebut disampaikan Bupati Boalemo, Rum Pagau, saat bertindak sebagai inspektur upacara dalam Kirab Lambang Satuan Yonif TP 915/Bituo di depan Rumah Jabatan Bupati Boalemo, Sabtu (31/10/2026).
Rum Pagau menyebut keberadaan batalyon tersebut sebagai anugerah sekaligus kehormatan bagi pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Boalemo.
Menurutnya, sejak Boalemo ditetapkan sebagai lokasi markas batalyon teritorial pembangunan pada 11 Maret 2026, pemerintah daerah telah menaruh harapan besar terhadap kehadiran satuan TNI tersebut.
Terlebih, penerimaan resmi satuan yang berlangsung di kawasan Stadion Pemuda Piloliyanga pada tanggal yang sama menjadi awal penantian terhadap kehadiran batalyon secara definitif di Boalemo.
Ia juga menilai penggunaan nama Bituo memiliki nilai historis dan filosofis yang kuat bagi masyarakat setempat. Bituo merupakan senjata khas daerah yang merepresentasikan keberanian, kehormatan, martabat, serta perlindungan.
Filosofi tersebut, kata Rum Pagau, diharapkan menjadi identitas dan semangat bagi seluruh prajurit Yonif TP 915/Bituo dalam menjalankan tugas.
“Kami berharap filosofi ini menyatu dalam diri prajurit Yonif TP 915/Bituo, sehingga tetap menjadi prajurit yang gagah berani, berwibawa, serta menjadi pelindung dan pengayom rakyat sebagai garda terdepan menjaga keutuhan NKRI dari ujung Gorontalo,” ujarnya.
Lebih jauh, Rum Pagau menekankan bahwa keberadaan Yonif TP 915/Bituo memiliki nilai strategis karena tidak semata-mata menjalankan tugas pertahanan negara. Satuan ini juga diharapkan berkontribusi langsung terhadap berbagai sektor pembangunan masyarakat.
Hal itu sejalan dengan konsep batalyon teritorial pembangunan yang didukung sejumlah kompi dengan spesialisasi berbeda, mulai dari pertanian, peternakan, kesehatan hingga konstruksi.
Dengan kapasitas tersebut, Yonif TP 915/Bituo diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan,
membantu pembangunan infrastruktur perdesaan, serta mendukung pembinaan teritorial, terutama di wilayah-wilayah pelosok.
“Yonif TP 915/Bituo bukan hanya satuan tempur, tetapi juga satuan pembangunan. Ini sangat membantu pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Boalemo,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Rum Pagau turut mengajak masyarakat untuk menyambut kehadiran Yonif TP 915/Bituo sebagai bagian dari keluarga besar Boalemo. Ia meminta seluruh elemen masyarakat membangun hubungan yang baik dan menjaga keharmonisan bersama para prajurit.
Menurutnya, hubungan yang solid antara TNI dan masyarakat menjadi modal penting agar keberadaan batalyon tersebut
benar-benar memberikan dampak positif, baik dalam menjaga stabilitas keamanan maupun mendorong kemajuan daerah.
Upacara kirab lambang satuan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali,
unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah,
serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boalemo.(Rls)












