Kab. Bone Bolango

Angka Kemiskinan Bone Bolango Turun, Berkat Program dan Inovasi Merlan Uloli

×

Angka Kemiskinan Bone Bolango Turun, Berkat Program dan Inovasi Merlan Uloli

Sebarkan artikel ini
Angka Kemiskinan Bone Bolango Turun, Berkat Program dan Inovasi Merlan Uloli
Bupati Bone Bolango, Dr. Merlan S. Uloli, SE., MM

Hargo.co.id, GORONTALO – Angka kemiskinan Kabupaten Bone Bolango turun dari 15,51 menjadi 14,80 persen. Ini berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik melalui laman resminya www.bps.go.id.

Berita Terkait:  Pemkab Bone Bolango Komit Naikkan Nilai SAKIP

Turunnya angka kemiskinan tersebut, tak lepas dari berbagai inovasi program yang dirintis Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli. Diantaranya, KAKANDA yang merupakan akronim dari Kandang, Kolam, dan Kebun.

Pada program ini, Merlan Uloli memerintahkan OPD terkait, seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Dinas Perikanan untuk bergerak cepat menjalankan program tersebut.

Berita Terkait:  Gaji 13 ASN Mulai Dibayarkan, Merlan: Sisihkan untuk Zakat Mal

Selanjutnya, Merlan Uloli yang juga ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Bone Bolango, membentuk satu posko terpadu untuk untuk melayani warga miskin yang ditempatkannya di mal pelayanan publik (MPP) Bone Bolango.

Di posko ini banyak warga miskin yang merasa terbantu dan mudah mendapatkan pelayanan tanpa harus mengantri bersama masyarakat umum lainnya.

Berita Terkait:  Manfaatkan Bantuan Pemerintah Sesuai Peruntukkan

Bukan cuma itu, Merlan Uloli bersama jajaran OPD nya memanfaatkan program bupati ngantor di desa (Bunga Desa) untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang ada di desa dan kecamatan khususnya masyarakat miskin dan kurang mampu.

Pun telah turun, Merlan Uloli tetap meminta kepada OPD lebih bersemangat lagi untuk meningkatkan kinerja dalam hal mengurangi kemiskinan.

Berita Terkait:  Perbaikan Jalan di Talango, Warga Diminta Bersabar

“Capaian ini akan kami jadikan sebagai pelecut semangat menekan angka kemiskinan,” tegas Merlan Uloli.(*)

Penulis: Rendi Wardani FathanĀ 

Berita Terkait:  Kisah Pilu Seorang IRT di Pinogu, Berobat ke RS Harus Ditandu, Setengah Perjalanan Lanjut dengan Ojek