Gorontalo

APBD Menyusut, Gubernur Gusnar Tetap Yakin Gorontalo Mampu Tumbuh

×

APBD Menyusut, Gubernur Gusnar Tetap Yakin Gorontalo Mampu Tumbuh

Share this article
APBD Menyusut, Gubernur Gusnar Tetap Yakin Gorontalo Mampu Tumbuh
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail ketika memberikan sambutan pada kegiatan Musrenbang Provinsi Gorontalo yang berlangsung di Gedung Hulontalo Ballroom, Selasa (14/4/2026).

Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyatakan keyakinannya bahwa daerah yang ia pimpin tetap mampu bertahan bahkan berkembang di tengah tekanan efisiensi anggaran.

Berita Terkait:  Penjagub Luncurkan Gorontalo Half Marathon 2024

Optimisme tersebut disampaikan saat membuka Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Provinsi Gorontalo yang berlangsung di Gedung Hulontalo Ballroom, Selasa (14/4/2026).

Di hadapan peserta forum, Gubernur Gusnar Ismail memaparkan kondisi fiskal daerah yang tengah mengalami penurunan signifikan.

Berita Terkait:  Kementan Sambut Baik Program Pengembangan Peternakan Sapi di Gorontalo

Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Gorontalo tercatat terus menyusut dalam tiga tahun terakhir, dari Rp1,92 triliun pada 2024 menjadi Rp1,68 triliun di 2025, dan kembali turun ke Rp1,53 triliun pada 2026. Bahkan, pada 2027, angka tersebut diperkirakan merosot hingga Rp1,2 triliun.

Meski demikian, Gubernur Gusnar Ismail menegaskan bahwa pembangunan daerah saat ini tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh besaran APBD.

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Sambut Kepulangan 393 Jemaah Haji Kloter 28

“Dua tahun terakhir kita belajar bahwa kemajuan daerah tidak semata bergantung pada jumlah anggaran. Ada faktor lain yang sangat menentukan,” ujarnya.

Pernyataan itu, lanjutnya, didukung oleh capaian pembangunan Gorontalo sepanjang 2025.

Berita Terkait:  Pengisian Jabatan Komisaris BSG, Gubernur Gusnar Utamakan Profesionalisme

Di tengah keterbatasan anggaran, pertumbuhan ekonomi justru meningkat dari 4,18 persen pada 2024 menjadi 5,71 persen di 2025.

Sementara itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 13,87 persen menjadi 12,67 persen.
Berita Terkait:  Realisasi Program Lampaui Target, Rudy Minta OPD Tak Cepat Berpuas Diri

Menurut Gubernur Gusnar Ismail, kunci dari capaian tersebut terletak pada kemampuan daerah dalam membangun kolaborasi yang kuat dengan pemerintah pusat, khususnya kementerian dan lembaga.

Ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya internal, melainkan harus proaktif memperjuangkan masuknya program nasional ke daerah.

Berita Terkait:  Penjagub Gorontalo Salat Idul Adha di Masjid Baiturahim

“Kontribusi terbesar datang dari program pemerintah pusat yang masuk ke Gorontalo. Ini yang harus terus kita jaga agar berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” tegasnya.

Gubernur Gusnar juga menaruh harapan besar pada prospek ekonomi 2027 yang dinilai akan semakin membaik,

Berita Terkait:  Kolaborasi SKALA, Gorontalo dan Australia Perkuat Satu Data

seiring implementasi sejumlah program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Beberapa program yang diyakini akan memberi dampak signifikan antara lain pengembangan hilirisasi peternakan ayam,

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Minta Media Ikut Kawal Program Pemerintahan Gusnar-Idah

program makan bergizi gratis (MBG), serta penguatan Koperasi Desa Merah Putih.

Dengan strategi kolaboratif dan dukungan program nasional, Pemerintah Provinsi Gorontalo optimistis mampu menjaga momentum pertumbuhan meski di tengah tekanan fiskal.(Rls) 

Berita Terkait:  Dapur MBG Yayasan Kumala Vaza Grup Diresmikan, Siap Distribusi 3.000 Makanan dalam Sehari