Hargo.co.id, GORONTALO – Sekretaris Daerah (Sekda) Sugondo Makmur, yang baru saja dilantik Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, langsung turun menjalankan tugas dan fungsinya.
Hal itu bisa dilihat pada inspeksi mendadak (Sidak) di dapur makanan bergizi gratis (MBG) Yayasan Rumah Nurul Ilmi, yanh terletak di Kecamatan Telaga, Rabu (6/8/2025).
Sidak ini sebagai tindak lanjut atas informasi ditemukannya ulat di makanan anak-anak SMA Negeri 1 Telaga.
Sekda Sugondo Makmur dalam sidak tersebut, langsung melihat kondisi dapur dan cara pengemasan makanan dari dapur MBG milik yayasan Rumah Nurul Ilmi tersebut.
“Saya sengaja turun melakukan pengecekan dilapangan secara cepat sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo terhadap suksesnya program MBG di Gorontalo,” ujar Sekda Sugondo Makmur.
“Ini adalah program pak Presiden Prabowo dan kita tidak ingin ada kejadian yang kemudian membuat program ini menjadi buruk citranya,
makanya kita cek langsung dilapangan,” tambah Sekda Sugondo Makmur.
Lanjut dikatakan Sugondo Makmur saat mengunjungi dapur dan bertemu dengan petugas gizi di lokasi tersebut,
terungkap adanya ulat dari buah rambutan dan juga dari sayur kacang panjang.
“Ini adalah kelalaian bagi petugas, karena dalam jumlah yang banyak, dari sekian ribu jumlahnya ada yang terabaikan,
sehingga kami mengingatkan untuk lebih waspada dan teliti lagi dalam melakukan penyortiran semua bahan bakunya,” jelas Sugondo Makmur.
Sugondo Makmur menambahkan, dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten Gorontalo akan mengundang pihak Badan Gizi Nasional (BGN) Gorontalo
untuk melakukan koordinasi terkait pelaksanaan program MBG di wilayah Kabupaten Gorontalo.
Sementara itu, Ahli Gizi SPPG Telaga, Nurinda Lihawa, mengakui jika kejadian temuan ulat tersebut, benar adanya. Oleh karena itu, pihaknya memohonkan maaf atas kelalaian ini.
“Atas kejadian ini, pihak kami langsung memintakan kepada pengelola dapur
agar menghentikan pemberian buah jenis rambutan dan juga sayur kacang panjang,” ungkapnya.
Diakui Nurindah ada kelalaian dalam proses penyortiran dan terkait kejadian ini pihaknya melakukan evaluasi dengan tim dapur agar tidak terulang kembali.
“Seperti untuk kacang panjang walaupun memang sudah dilakukan penyortiran secara maksimal,
namun masih saja ada yang terjebak dibiji dari kacang panjang apakah itu biji atau ulat,” jelasnya.
Secara terpisah kordinator MBG di SMAN 1 Telaga, Nining mengungkapkan, adanya ulat pada MBG sudah tiga kali terjadi.
“Sudah tiga kali berturut turut kedapatan ada ulat baik yang masih hidup atau tidak,
dan ditemukan dalam wadah makanan MBG yang dibagikan kepada siswa di sekolahnya,” ungkap Nining.(Deice)












