Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Hal ini ditunjukkan langsung oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, melalui kehadirannya pada Dialog Nasional Praktik Baik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Gumaya Tower Hotel, Kota Semarang, akhir pekan lalu.
Kehadiran Bupati Sofyan Puhi dalam forum tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis untuk memperkuat implementasi program prioritas nasional di sektor pangan dan kesehatan di daerah.
“Forum ini menjadi kesempatan penting untuk belajar dari praktik terbaik sekaligus membangun kolaborasi lintas sektor demi keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Sofyan Puhi.
Ia hadir bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Hermanto Feybie Asona dan Kepala Dinas Kesehatan Ismail Akase.
Menurutnya, keikutsertaan jajaran teknis ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan program berjalan optimal dan tepat sasaran.
Rangkaian kegiatan diawali dengan side event bertajuk ASEAN ID Nourish yang diinisiasi Kementerian Luar Negeri RI bersama Badan Gizi Nasional.
Forum ini menghadirkan perspektif global terkait pemenuhan gizi, sekaligus membuka wawasan daerah dalam merancang kebijakan yang berstandar internasional.
Dialog nasional tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, organisasi internasional, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat penerima manfaat.
Pertemuan ini menghasilkan pertukaran ide yang komprehensif serta solusi yang dapat diterapkan di tingkat daerah.
Sofyan Puhi menegaskan, hasil dari dialog tersebut akan menjadi dasar penguatan pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Gorontalo.
Ia ingin memastikan bahwa standar gizi yang tinggi serta keamanan pangan menjadi prioritas utama.
“Sinergi dengan para ahli dan pembelajaran dari daerah lain menjadi modal penting bagi kami untuk meningkatkan kualitas program ini,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada aspek kesehatan, Sofyan juga menyoroti dampak ekonomi dari program tersebut.
Ia mendorong keterlibatan UMKM, koperasi, dan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok MBG sebagai upaya memperkuat ekonomi daerah.
“Program ini tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui pemberdayaan pelaku usaha,” pungkasnya.(Adv)












