Hargo.co.id, GORONTALO – Peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-352 Kabupaten Gorontalo akan dijadikan Bupati Sofyan Puhi sebagai momentum memupuk semangat baru memperbaiki tata kelola pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
“Ini merupakan tahun pertama saya dan pak Tonny merayakan HUT Kabgor sebagai Bupati dan Wakil Bupati serta merupakan pelaksaan RPJMD pertama dengan visi restorasi Kabupaten Gorontalo yang berkemajuan berkelanjutan,” ungkap Bupati Sofyan Puhi saat memberikan sambutan pada pelaksanaan rapat Paripurna Istimewa HUT ke–352 Kabupaten Gorontalo, Rabu (26/11/2025).
Bupati Sofyan Puhi menegaskan bahwa 352 tahun adalah simbol ketangguhan dan perjalanan peradaban. Ia mengajak seluruh pihak merawat warisan pendahulu dengan visi besar: Restorasi Kabupaten Gorontalo yang Berkemajuan Berkelanjutan, Restorasi dimaknai sebagai upaya memulihkan nilai luhur dan memperbaiki tata kelola untuk mengembalikan kejayaan.
Sementara ‘berkelanjutan’ berarti pembangunan harus maju tanpa mengorbankan lingkungan dan generasi mendatang.
Visi besar tersebut diringkas dalam tiga misi utama yang menjadi kunci keberhasilan daerah. Pertama, kualitas SDM melambung, kemiskinan menurun.
Bupati Sofyan Puhi menyoroti fokus pertama pemerintah, dimana manusia adalah aset terbesar. Kinerja ini didukung data yang membanggakan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Gorontalo pada 2024 mencapai 70,96 dan masuk kategori Tinggi, didukung pilar kesehatan dan pendidikan.
Selanjutnya, kemiskinan turun frastis. Penurunan angka kemiskinan disebut sebagai pengentasan terbaik tahun ini. Angka kemiskinan berhasil ditekan turun drastis menjadi 14,89 persen.
“Ada ribuan masyarakat terbantukan dalam dana desa, pemberdayaan ekonomi dan lainnya. Semua dilakukan secara transparan dan akuntabel,” ujar Bupati.
Lanjut dikatakan Bupati, kedua adalah ekonomi tumbuh dengan kekuatan lokal. Misi kedua adalah mentransformasi ekonomi kerakyatan. Bupati menyebut, meskipun tantangan berat, ekonomi Gorontalo cukup positif dengan pertumbuhan 4,10 persen. Kekuatan lokal, terutama sektor pertanian dan UMKM, berhasil menjaga stabilitas harga dan menekan angka pengangguran hingga mencapai level terendah 2,64 persen.
Ketiga, reformasi tata kelola pemerintahan. Misi ketiga berfokus pada reformasi tata kelola pemerintahan yang baik, di mana pemerintah harus hadir dengan solusi. Intinya, efisiensi anggaran dan efektivitas mengurangi beban rakyat.
Di ujung pidato, Bupati Sofyan Puhi tidak menampik adanya tantangan besar di depan, pengelolaan fiskal. Disamping itu, dana transfer dari pusat ke daerah diprediksi turun signifikan, yang berarti sumber daya akan sangat terbatas, namun dalam kondisi ini kita harus bersabar dan bijak dan solid dalam menyikapi dinamika anggaran untuk berjuang memaksimalkan pendapatan asli daerah.
“Keberhasilan yang diraih bukan hasil kerja sendiri, melainkan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas seluruh pihak, dari eksekutif, legislatif, TNI/Polri, hingga partisipasi masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, peringatan HUT Kabgor kali ini, selain perdana untuk kepemimpinan ST-12 juga kali pertama hadirnya sejumlah mantan pejabat seperti Idrak Hiola mantan asisten di kepemimpinan Ahmad Pakaya, dr Nur Albar selaku mantan Kepala Dinas Kesehatan diera kepemimpinan David-Tonny. Selain itu ada Mantan Kadis Pertanian Zukri Harmain, Mungkarto, Harun Noho, Lilian Rahman, Roswati Lasimpala dan lainnya.(Deice)












