Advertorial

Dari Hama Menjadi Cuan, Tim Pengabdian UNG Latih Warga Produksi Tepung Ikan Sapu-sapu

×

Dari Hama Menjadi Cuan, Tim Pengabdian UNG Latih Warga Produksi Tepung Ikan Sapu-sapu

Share this article
Dari Hama Menjadi Cuan, Tim Pengabdian UNG Latih Warga Produksi Tepung Ikan Sapu-sapu
Ketua Tim Pengabdian, Sri Rahayu Kalaka, S.Pi., M.Si., tengah pose bersama dengan warga sambil menunjukan produk tepung ikan yang diproduksi dari Ikan Sapu-sapu.

Hargo.co.id, GORONTALO – Ikan sapu-sapu yang selama ini dikenal sebagai hama perairan ternyata menyimpan potensi ekonomi yang menjanjikan.

Berita Terkait:  Ida: Stop Hoaks Tentang Pengelolaan Dana Haji

Melalui pelatihan yang digelar Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo (UNG), masyarakat Desa Limehe Timur, Kecamatan Tabongo, kini dibekali keterampilan mengolah ikan sapu-sapu menjadi tepung ikan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ikan dan ternak.

Kegiatan yang melibatkan sekitar 25 peserta dari kelompok usaha Laskar Kreasi Sapu-sapu (LAKRESA), nelayan,

Berita Terkait:  Pertamina Patra Niaga Sulawesi Dorong Budaya Kerja Sehat lewat Mental Health Day 2026

serta masyarakat setempat ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).

Program tersebut dirancang untuk menjawab dua tantangan sekaligus, yakni mengendalikan populasi ikan sapu-sapu

Berita Terkait:  Di Kampung Iklim Program TJSL PLN NP, Sampah Plastik Bisa Ditukar dengan Voucher Listrik dan Internet

yang semakin mendominasi Danau Limboto serta menciptakan peluang usaha baru berbasis sumber daya lokal.

Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi teoritis mengenai potensi pemanfaatan ikan sapu-sapu, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi tepung ikan.

Berita Terkait:  RSUD ZUS Gorut Ditunjuk Jadi Lokasi Tes Kesehatan PPPK Guru

Tahapan yang dipraktikkan meliputi pemilihan dan penanganan bahan baku, perendaman, pembersihan, pengeringan, penggilingan, pengayakan hingga pengemasan produk sesuai standar sanitasi dan keamanan pangan.

Selain keterampilan teknis, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai pengelolaan usaha, strategi pemasaran, dan literasi keuangan guna mendukung keberlanjutan usaha yang akan dikembangkan.

Berita Terkait:  Harlah PPP ke-51, Sawaludin: Momentum Kebangkitan untuk Raih Kemenangan

Produk Tepung Ikan

Padahal, kata dia, kandungan protein yang dimiliki ikan tersebut cukup tinggi dan berpotensi menjadi bahan baku tepung ikan yang bernilai ekonomis.

Berita Terkait:  Selalu Dikucilkan, Seorang Penyandang Disabilitas Curhat ke Sawaludin

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu tidak harus selalu dianggap sebagai masalah. Dengan pengolahan yang tepat, ikan ini dapat menjadi komoditas yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi tekanan spesies invasif di Danau Limboto,” jelasnya.

Pemerintah Desa Limehe Timur menyambut positif pelaksanaan program tersebut.

Berita Terkait:  Pertamina Jamin Pasokan Pertalite Tetap Aman, Distribusi Berjalan Normal di Seluruh Indonesia

Menurut pemerintah desa, pelatihan ini tidak hanya menawarkan solusi terhadap persoalan lingkungan,

tetapi juga membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,

Berita Terkait:  Relawan Desa Kayubulan Siap Menangkan Sawaludin

terutama bagi generasi muda yang ingin mengembangkan usaha produktif di desa.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah seorang peserta mengaku baru mengetahui bahwa ikan sapu-sapu dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Berita Terkait:  Pertamina Patra Niaga Sulawesi Borong 6 PROPER Hijau, Tegaskan Komitmen Lingkungan Berkelanjutan

Ia berharap program pendampingan dapat terus berlanjut sehingga masyarakat mampu membangun usaha produksi tepung ikan secara mandiri dan berkelanjutan.

Melalui program ini, Tim Pengabdian UNG berharap lahirnya unit-unit usaha berbasis potensi lokal

Berita Terkait:  Pertamina Patra Niaga Gelar Pasar Murah di Kendari, Salurkan 1.000 Paket Sembako

yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung upaya pelestarian ekosistem Danau Limboto.

Pemanfaatan ikan sapu-sapu menjadi produk bernilai tambah diyakini dapat menjadi salah satu solusi inovatif

Berita Terkait:  Relawan Desa Kayubulan Siap Menangkan Sawaludin

dalam mengatasi persoalan lingkungan dan ekonomi secara bersamaan.

Tim pelaksana juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM),

Berita Terkait:  Di Kampung Iklim Program TJSL PLN NP, Sampah Plastik Bisa Ditukar dengan Voucher Listrik dan Internet

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia atas dukungan pendanaan melalui program pemberdayaan kemitraan masyarakat (PKM) tahun anggaran 2026.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong lahirnya inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat

Berita Terkait:  RSUD ZUS Gorut Ditunjuk Jadi Lokasi Tes Kesehatan PPPK Guru

serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.(Adv)