HeadlineKota Gorontalo

Dari Tabungan Masa Tua, Salim Wujudkan Impian Naik Haji

×

Dari Tabungan Masa Tua, Salim Wujudkan Impian Naik Haji

Share this article
Dari Tabungan Masa Tua, Salim Wujudkan Impian Naik Haji
Jemaah haji tertua, Salim Potutu Tomayahu saat melakukan pemeriksaan kesehatan di Embarkasi Haji Antara (EHA), Sabtu (9/5/2025). (Foto: Diyanti/Gorontalo Post)

Hargo.co.id, GORONTALO – Semangat menunaikan ibadah haji tetap membara dalam diri Salim Potutu Tomayahu meski usianya telah menginjak 85 tahun. Warga Kelurahan Limba U2, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo itu menjadi jemaah tertua dalam Kloter 28 tahun 2026.

Berita Terkait:  Kesenjangan Akses Buku di Sejumlah Wilayah, Ismail: Atasi dengan Gerakan Literasi

Di tengah usia senja, pria yang akrab disapa Tio Opa tersebut tetap menunjukkan tekad kuat untuk berangkat ke Tanah Suci. Ia mengaku telah mempersiapkan keberangkatan hajinya sejak beberapa tahun lalu dengan menyisihkan tabungan sedikit demi sedikit.

Salim mendaftar haji pada tahun 2020 menggunakan uang hasil simpanan pribadinya. Baginya, perjalanan menuju Baitullah bukan sekadar impian, tetapi juga bentuk pengabdian spiritual yang telah lama diharapkan.

Berita Terkait:  Tournament Pencak Silat Wali Kota Cup 2025: Peserta Membludak, Perguruan dari 4 Provinsi Luar Gorontalo Ambil Bagian

“Awalnya ada simpanan, kemudian ditabung terus,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).

Salim diketahui merupakan pensiunan Dinas Kesehatan yang pernah bertugas di wilayah Boalemo. Setelah pensiun pada 1997, ia menjalani hari-harinya bersama keluarga di Kota Gorontalo.

Berita Terkait:  Daftar Calon Anggota DPD RI Dapil Gorontalo

Dari lima orang anak yang dimilikinya, dua di antaranya telah meninggal dunia. Sang istri juga telah lebih dahulu wafat. Pada musim haji tahun ini, ia didampingi anak keduanya, Syarif Potutu, selama perjalanan ibadah di Tanah Suci.

Bagi Salim, harta yang diperoleh selama hidup seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal bernilai ibadah. Salah satu cita-cita terbesarnya adalah bisa menunaikan rukun Islam kelima sebelum akhir hayat.
Berita Terkait:  Dari Parkir ke Pembangunan: Peran dan Eksistensi Retribusi Parkir di Kota Gorontalo

“Kalau menurut orang tua-tua dulu, tidak ada gunanya harta yang dicari kalau tidak dipakai untuk naik haji. Jadi percuma semua pencarian kalau tidak digunakan di jalan Allah,” tuturnya dikutip dari Gorontalopost.co.id

Meski sudah lanjut usia, kondisi kesehatan Salim masih cukup baik. Ia bahkan masih mampu berjalan sendiri dan mengikuti aktivitas persiapan keberangkatan haji dengan lancar.

Berita Terkait:  Korlap Demo Kantor Bupati Pohuwato: Saya Siap Terima Hukuman, Asal...

Ia meyakini kesehatan yang dimilikinya bukan semata karena pengobatan, melainkan karena pertolongan Tuhan.

“Dokter hanya memberi obat dan pengobatan, tapi yang menyembuhkan tetap Tuhan,” katanya.

Berita Terkait:  Belum Setahun Memimpin Sudah Terima 11 Penghargaan, Rahmat: Yang Lain Baru Berjanji, Merlan Telah Membuktikan

Dengan penuh harapan, Salim ingin dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan kembali ke Gorontalo dalam keadaan sehat.

Perjalanan hidup Salim menjadi gambaran tentang kesabaran, keteguhan hati, dan keyakinan yang tetap terjaga hingga usia senja. Setelah bertahun-tahun menabung dan menanti giliran keberangkatan, impian menuju Tanah Suci akhirnya terwujud di usia 85 tahun.(Tr-76) 

Berita Terkait:  Penempatan Pedagang di Pasar Sentral Pakai Sistem Cabut Lot