Kota Gorontalo

Dianggap Pengemis, Dinas Sosial Minta Masyarakat Tidak Berikan Uang Pada Badut

×

Dianggap Pengemis, Dinas Sosial Minta Masyarakat Tidak Berikan Uang Pada Badut

Sebarkan artikel ini
Dianggap Pengemis, Dinas Sosial Minta Masyarakat Tidak Berikan Uang Pada Badut
Badut badut yang banyak mangkal di persimpangan jalan di Kota Gorontalo.( Foto: Abdulharis Kune untuk HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Dinas Sosial Kota Gorontalo menghimbau masyarakat untuk tidak lagi memberikan uang kepada badut badut yang banyak mangkal di persimpangan jalan di daerah itu.

Berita Terkait:  Dukung Program Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur'an, Ismail Madjid Apresiasi Yayasan Ma'rifah

Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Gorontalo, Tahir Herson mengatakan, himbauan ini disampaikan untuk mengurangi praktik pengemis yang tidak sesuai.

Menurutnya, munculnya badut di hampir semua simpang jalan yang ada di Kota Gorontalo sangat mengganggu aktivitas pengguna jalan raya.

Berita Terkait:  Dihantam Pemangkasan Rp127 Miliar, Adhan Tetap Tancap Gas Program Prioritas

“Jika kita beri uang terus mereka, hal itu dapat mendorong mereka untuk terus berada di jalan,” kata Tahir Herson saat ditemui awak media pada Senin (24/6/2024).

Dirinya mengatakan, pihak telah berulangkali melakukan upaya penertiban terhadap badut-badut tersebut, namun jumlahnya justru lebih hari kian bertambah.

Berita Terkait:  IPM Kota Gorontalo 2024 Meningkat jadi 79,18

“Sudah perna kami lakukan penertiban, namun mereka tetap kembali ke jalan. Sekarang malah lebih banyak jumlahnya dan ini sangat menggangu pengguna jalan,” ungkapnya.

Dirinya berharap masyarakat ikut berperan dalam menertibkan para badut ini dengan tidak lagi memberikan uang.

Berita Terkait:  Pemkot Tertibkan Bangunan di Atas Drainase Kawasan KC BTN Gorontalo, Fokus Tata Kota Lebih Rapi

Saat ditanya soal langkah kedepannya, Tahir mengatakan pihaknya sedang berupaya untuk menyediakan program lapangan kerja agar ara badut ini bisa mencari uang dengan cara lain.

“Kami sedang berupaya untuk menyediakan program lapangan kerja bagi mereka. Namun sementara ini kami masih akan tetap melakukan penertiban,” pungkasnya.(*) 

Berita Terkait:  Tadarus Al-Qur’an Diharap jadi Bagian Kehidupan Warga Muslim di Kota Gorontalo

Penulis: Abdulharis Kune/ Mahasiswa Magang UNG
Editor: Sucipto Mokodompis