Kota Gorontalo

Dianggap Pengemis, Dinas Sosial Minta Masyarakat Tidak Berikan Uang Pada Badut

×

Dianggap Pengemis, Dinas Sosial Minta Masyarakat Tidak Berikan Uang Pada Badut

Share this article
Dianggap Pengemis, Dinas Sosial Minta Masyarakat Tidak Berikan Uang Pada Badut
Badut badut yang banyak mangkal di persimpangan jalan di Kota Gorontalo.( Foto: Abdulharis Kune untuk HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Dinas Sosial Kota Gorontalo menghimbau masyarakat untuk tidak lagi memberikan uang kepada badut badut yang banyak mangkal di persimpangan jalan di daerah itu.

Berita Terkait:  Warga Keluhkan Layanan Kesehatan, Adhan Dambea Warning Kepala Puskesmas

Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Gorontalo, Tahir Herson mengatakan, himbauan ini disampaikan untuk mengurangi praktik pengemis yang tidak sesuai.

Menurutnya, munculnya badut di hampir semua simpang jalan yang ada di Kota Gorontalo sangat mengganggu aktivitas pengguna jalan raya.

Berita Terkait:  PPIB Tingkat Kecamatan Kota Timur Resmi Digelar

“Jika kita beri uang terus mereka, hal itu dapat mendorong mereka untuk terus berada di jalan,” kata Tahir Herson saat ditemui awak media pada Senin (24/6/2024).

Dirinya mengatakan, pihak telah berulangkali melakukan upaya penertiban terhadap badut-badut tersebut, namun jumlahnya justru lebih hari kian bertambah.

Berita Terkait:  BAZNAS Kota Gorontalo Kukuhkan 177 Pengurus UPZ

“Sudah perna kami lakukan penertiban, namun mereka tetap kembali ke jalan. Sekarang malah lebih banyak jumlahnya dan ini sangat menggangu pengguna jalan,” ungkapnya.

Dirinya berharap masyarakat ikut berperan dalam menertibkan para badut ini dengan tidak lagi memberikan uang.

Berita Terkait:  Rekomendasikan Eks Rumah Jawatan Kantor POS jadi Cagar Budaya, TACB Abaikan UU Nomor 11 Tahun 2010 Pasal 15 dan 16?

Saat ditanya soal langkah kedepannya, Tahir mengatakan pihaknya sedang berupaya untuk menyediakan program lapangan kerja agar ara badut ini bisa mencari uang dengan cara lain.

“Kami sedang berupaya untuk menyediakan program lapangan kerja bagi mereka. Namun sementara ini kami masih akan tetap melakukan penertiban,” pungkasnya.(*) 

Berita Terkait:  Cerita Terbentuknya Tanggidaa Group, Komunitas Bersih-bersih Viral di Medsos

Penulis: Abdulharis Kune/ Mahasiswa Magang UNG
Editor: Sucipto Mokodompis