Kota Gorontalo

Dinsos Kota Gorontalo Gandeng Densus 88 Perkuat Ketahanan Sosial KPM dari Paham Radikalisme

×

Dinsos Kota Gorontalo Gandeng Densus 88 Perkuat Ketahanan Sosial KPM dari Paham Radikalisme

Share this article
Dinsos Kota Gorontalo Gandeng Densus 88 Perkuat Ketahanan Sosial KPM dari Paham Radikalisme
Suasana pelaksanaan kegiatan edukasi pencegahan radikalisme dan intoleransi.

Hargo.co.id, GORONTALOPemerintah Kota Gorontalo terus memperkuat upaya menjaga ketahanan sosial masyarakat melalui edukasi pencegahan radikalisme dan intoleransi.

Berita Terkait:  Mutasi di Pemkot Gorontalo: Dua Kadis jadi Staf Ahli, Empat Pejabat Didefinitifkan

Langkah tersebut diwujudkan melalui kolaborasi antara Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Gorontalo dengan Densus 88 Anti Teror wilayah Gorontalo.

Program ini menjadi bagian dari agenda silaturahmi pemerintah daerah yang digagas Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, dengan melibatkan sejumlah instansi vertikal untuk memberikan pembinaan langsung kepada masyarakat di tingkat kelurahan.

Berita Terkait:  Warga Keluhkan Juru Parkir yang Tak Sesuai Titik Penerapan Kebijakan Pemkot

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Gorontalo, Eladona Oktamina Sidiki, mengatakan pihaknya mendapat mandat sebagai koordinator pelaksanaan kegiatan sekaligus menjembatani kerja sama dengan Densus 88 dalam memberikan edukasi kepada warga.

Menurut Eladona, penguatan pemahaman masyarakat terhadap bahaya radikalisme perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tidak muncul ruang bagi berkembangnya paham yang berpotensi mengganggu kehidupan sosial dan persatuan masyarakat.

Berita Terkait:  Ismail Madjid Sebut Gorontalo Semakin Maju dan Berkembang

“Kelompok sasaran kami adalah para Keluarga Penerima Manfaat, baik penerima PKH, BPNT maupun program bantuan sosial lainnya. Mereka menjadi bagian penting yang perlu mendapatkan penguatan pemahaman terkait bahaya paham radikal dan intoleran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagian besar KPM berasal dari kelompok masyarakat yang masuk kategori prioritas dalam program perlindungan sosial.

Berita Terkait:  Hadiri Penutupan The Last of Katupat Day, Camat Kota Timur Imbau Warga Berperan Tangani Sampah

Kondisi tersebut membuat mereka perlu mendapatkan pendampingan dan edukasi yang lebih intensif agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi atau ajakan yang menyesatkan.

Maka dari itu, pendekatan yang digunakan tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga dialog langsung dengan warga.

Berita Terkait:  Begini Cara Badan Keuangan Kota Gorontalo Wujudkan Target PBB-P2

Melalui kunjungan ke lingkungan masyarakat, personel Densus 88 bersama pemerintah daerah memberikan pemahaman tentang ciri-ciri, pola penyebaran, serta langkah antisipasi terhadap paham radikalisme.

“Edukasi dilakukan dengan pendekatan persuasif dan kekeluargaan. Tujuannya agar masyarakat lebih mudah memahami serta mampu mengenali tanda-tanda penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan,” jelas Eladona.

Berita Terkait:  Apresiasi KORPRI PUPR Mengaji, Ismail Madjid: Bagian Implementasi Visi Pemkot

Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kerukunan, toleransi, dan persatuan semakin meningkat.

Eladona menegaskan, kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan sosial yang aman, harmonis, dan kondusif bagi seluruh warga.

Berita Terkait:  Di Penghujung Jabatan, Wali Kota Gorontalo Tetap Fokus Tuntaskan Program

“Yang ingin kita bangun adalah rasa aman di tengah masyarakat. Dengan pemahaman yang baik,

masyarakat dapat lebih waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang mencoba

Berita Terkait:  Pencegahan Stunting, Langkah Menuju Indonesia Emas 2045

memanfaatkan kondisi mereka untuk kepentingan tertentu,” tandasnya.(Adv)