Kab. Gorontalo

Festival Qunut Batudaa, Bupati Sofyan: Harus Terus Dilestarikan

×

Festival Qunut Batudaa, Bupati Sofyan: Harus Terus Dilestarikan

Share this article
Festival Qunut Batudaa, Bupati Sofyan_ Harus Terus Dilestarikan
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi ketika diwawancarai oleh sejumlah pewarta. (Foto: Nur Awalia/Mahasiswa magang UNG)

Hargo.co.id, GORONTALOPemerintah Kabupaten Gorontalo bersama masyarakat Kecamatan Batudaa resmi menutup rangkaian Festival Qunut yang digelar di Lapangan Batudaa, Kabupaten Gorontalo.

Berita Terkait:  Santri Diharap jadi Generasi Pembawa Cahaya Kebaikan

Festival yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari Selasa (3/3/2026) hingga Kamis (5/3/2026) tersebut, menjadi salah satu tradisi khas masyarakat Gorontalo yang selalu hadir setiap bulan suci Ramadan.

Penutupan festival dihadiri langsung oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, yang menegaskan bahwa

Berita Terkait:  Gaji 1.557 Tenaga Kontrak dan Non ASN Cair, Nelson: Penuhi Kebutuhan Lebaran

Festival Qunut merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat yang perlu terus dilestarikan.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga memperkuat nilai kebersamaan dan identitas budaya daerah.

Berita Terkait:  Buka Kegiatan Manasik Haji, Sofyan Imbau JCH Siapkan Mental dan Kesehatan

“Alhamdulillah, hari ini kita menutup rangkaian Festival Qunut yang telah berlangsung selama tiga hari. Tradisi ini merupakan ciri khas masyarakat Gorontalo setiap Ramadan,” ujar Bupati Sofyan Puhi saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.

Festival Qunut dikenal dengan tradisi kuliner sederhana berupa pisang dan kacang yang dijual dan dinikmati oleh masyarakat. Makanan tersebut memiliki makna historis yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat tempo dulu.

Berita Terkait:  Pekan Kedua KPPD di Singapura, Nelson Belajar Perencanaan Kota Masa Depan

Bupati menjelaskan, tradisi tersebut bermula dari kebiasaan masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan. Pada masa lalu, mereka turun ke Batudaa untuk membantu mengisi bak mandi dan tempat wudu di masjid sebelum pelaksanaan salat Tarawih.

Usai melaksanakan ibadah, masyarakat kemudian berkumpul di lapangan sambil menikmati pisang dan kacang sebagai hidangan kebersamaan.
Berita Terkait:  Bupati Sofyan: Latsar Jadi Proses Pembentukan ASN Berintegritas

“Dulu masyarakat dari daerah pegunungan turun ke sini untuk membantu mengisi bak mandi dan tempat wudu di masjid. Setelah salat Tarawih mereka berkumpul di lapangan sambil menikmati pisang dan kacang. Tradisi inilah yang kemudian terus dipertahankan hingga sekarang,” jelasnya.

Menurut Sofyan Puhi, meskipun tradisi serupa mulai berkembang di sejumlah wilayah lain seperti Limboto dan Kecamatan Tilango, Batudaa tetap dikenal sebagai pusat pelaksanaan Festival Qunut yang setiap tahunnya ramai diikuti masyarakat.

Berita Terkait:  Hadiri Dialog Nasional, Bupati Sofyan Serap Praktik Terbaik Program Gizi

Ia berharap, tradisi ini dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Gorontalo.

“Festival Qunut bukan hanya tradisi Ramadan, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya daerah yang harus kita lestarikan bersama,” pungkasnya. (Mg-08) 

Berita Terkait:  Bupati Sofyan Jamu Jemaah Haji Kloter 30 dan 32 di Masjid Baiturahman Limboto