Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Lingkungan Hidup bersama-sama Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan terus berupaya membenahi wajah kota dari sisi kebersihan lingkungan.
Komitmen Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea dengan menghadirkan sembilan Dumtruck sebagai hasil Kerjasama dengan pihak Bank Tabungan Negara (BTN) dan sejumlah 54 Getor Listrik patut diacungi jempol.
Itu merupakan fakta yang tidak terbantahkan bahwa Wali Kota Adhan Dambea benar-benar sangat peduli dengan kebersihan lingkungan Kota Gorontalo.
Komitmen Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea terhadap kebersihan kota turut mendorong pihak DLH, Kecamatan dan Kelurahan terus bergerak membenahi system pelayanan kebersihan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo mengatakan, upaya itu terlihat dari adanya pengaturan kembali jalur layanan pengangkutan sampah dan menetapkan 10 zona pelayanan kebersihan.
Selain itu, pihak DLH Kota sedang berupaya menata kembali fungsi 10 TPS3R yang ada di sembilan kelurahan yang selama enam tahun terakhir keberadaannya terabaikan.
Dengan berfungsinya TPPS3R ini maka dapat dipastikan pemilahan sampah organik dan sampah anorganik dapat terwujud, dan hal ini pula dapat mengurangi beban pembiayaan terhadap pembuangan sampah di Lokasi TPA Talumelito yang nota bene dikelola oleh Pemerintah Provinsi.
Selain berbagai upaya yang telah dilakukan tersebut, lanjut Lukman, maka Wali Kota Gorontalo telah mengeluarkan Instruksi
kepada berbagai pihak seperti dunia usaha, kantor-kantor pemerintah dan masyarakat agar lebih peduli terhadap uapaya menjaga kebersihan Kota Gorontalio.
Instruksi Wali Kota Nomor 660/DLH/46/I/2026 tanggal 8 Januari 2026 tentang Penerapan Pengolahan Sampah Organik yang ditujukan kepada pihak penanggung jawab dan penngelola pasar agar menyiapkan fasilitas pengolahan sampah organik berupa komposter serta memberikan pelatihan kepada petugas yang menangani sampah di semua pasar yang ada di Kota Gorontalo.
Selanjutnya Instruksi Wali Kota Nomor 660/DLH/47/I/2026 tanggal 8 Januari 2026 tentang Penerapan Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik yang ditujukan kepada Pimpinan Usaha Hotel, Restoran, Café, Mall se Kota Gorontalo agar wajib melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik serta menyediakan sarana pemilahan sampah.
Selain instruksi Wali Kota tersebut, maka Pemkot melalui Sekertaris Daerah Kota telah menerbitkan edaran yang ditujukan kepada semua Camat
dan Lurah agar memberdayakan semua Pengurus Masjid untuk menyampaikan Pengumuman tentang Jam Buang Sampah bagi semua lapisan Masyarakat.
Dalam hal efektifnya edaran ini, maka Ketua RW dan RT dilibatkan dalam melakukan pemantauan terhadap kepatuhan jam buang oleh masyarakat, yaitu mulai pukul 05.00 Wita sampai dengan pukul 06.00 Wita.
Pihak DLH dan Kelurahan mengakui bahwa ada beberapa jalur jalan dalam waktu-waktu tertentu belum tertangani dengan baik,
namun kondisi itu tidak berlangsung lama dan tidak menjadi sebuah kendala sebab pihak DLH,
Kecamatan dan Kelurahan terus bergerak bahu membahu melayani masyarakat dengan sepenuh hati yang Ikhlas.
Disinilah dibutuhkan kesadaran dari berbagai pihak terutama masyarakat bahwa persoalan kebersihan
membutuhkan kerjasama secara sinergis antara pihak Pemerintah Kota melalui DLH, Kecamatan dan Kelurahan dengan masyarakat Kota Gorontalo.
Ditengah berbagai upaya yang telah dilakukan itu, ucap Lukman, Pemerintah Kota Gorontalo sedang menjajaki kemungkinan
rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dengan memanfaatkan Kerjasama dengan pihak Kementerian Dalam Negeri
melalui Program Local Service Delivery Project (LSDP) yang menyediakan dana cukup besar yang bersumber dari Bank Dunia (Word Bank).
Untuk hal ini Wali Kota Adhan telah meninjau beberapa Lokasi diantaranya terdapat di sebelah Barat bagian Selatan Kota Gorontalo
tepatnya di Kelurahan Buliide Kecamatan Kota Barat.
“Di Lokasi ini terdapat tanah milik Pemkot seluas 3 Ha, sementara yang dibutuhkan untuk Pembangunan TPST hanya sebesar 1,8 Ha,” ujar Lukman.
Sebuah ironi yang mengejutkan bahwa dibalik kerja keras dan kepedulian Wali Kota bersama jajarannya
dalam mewujudkan kondisi Kota Gorontalo yang bersih, terdapat indikasi yang menunjukan
ada pihak yang terkesan kurang senang apabila kondisi Kota yang kita cintai ini menjadi kota yang bersih.
Sejumlah kalangan menilai, mereka sengaja menebar berita-berita miring yang memuat dokumentasi tentang kondisi kota yang tidak bersih
dan bahkan mereka dengan sengaja mengumbar fitnah bahwa seolah-olah Wali Kota Adhan tidak peduli dengan kebersihan.
“Ini sangat disayangkan bahwa oknum tersebut benar-benar sangat tidak paham denga napa yang sedang diperjuangkan oleh Wali Kota bersama jajarannya. Mereka tidak sadar bahwa yang namanya kebersihan itu bukan saja tanggung jawab Pemerintah tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat,” tandas Lukman.
Patut dicurigai oknum atau orang yang menyebarluaskan berita miring itu, ucap Lukman, justru merekalah yang yang tidak mencintai kebersihan.
Mereka, menurut Lukman, diduga hanya tahu memperkeruh situasi dengan berita-berita murahan
dan sebaliknya mereka tidak mempunyai kontribusi dalam memajukan Kota Gorontalo sebagai ibukota provinsi.
“Berita yang mereka buat tidak dikonfirmasi dengan pihak yang berwenang apakah itu DLH, Kecamatan atau pihak Kelurahan, melainkan mereka langsung menuding dengan melahirkan berita miring yang tidak berkualitas. Dari sini dapat diketahui bahwa mereka hanya punya tujuan terselubung. Bahkan ada bukti mereka ingin bertemu/beraudensi hanya dengan tujuan agar kegiatan kumpul-kumpul mereka bisa dibiayai,” jelas Lukman.
Dengan begitu, lanjut dia, dapat dipahami mereka hanya berniat kurang baik
dan menjadikan sampah sebagai alat mereka untuk mencapai tujuan terselubung.
Bentuk berita yang disebarluaskan, kata Lukman, patut diduga by design dan sengaja mendegradasi
berbagai prestasi yang telah dicapai oleh Kota Gorontalo sejak kepemimpinan Wali Kota Adhan Dambea dan Wakil Walikota Indra Gobel.
“Adanya berita miring terkait kebersihan lingkungan kota mudah terbaca arah dan tujuan mereka,
yaitu mereka merasa ada ketakutan bila eksistensi Pemerintah Kota Gorontalo terus menuai preastasi di berbagai bidang pembangunan.
Pertumbuhan ekonomi meningkat tajam, kemiskinan menurun drastis, Indeks Pembangunan Manusia mengalami peningkatan signifikan menjadi sebuah fakta yang harus diakui
sebagai hasil kerja keras dan kepedulian yang sudah dilakukan oleh Adhan Dambea dan Indra Gobel sejak mereka
dipercaya oleh rakyat menjadi pemimpin di Kota Gorontalo,” pungkas Lukman Kasim.(Rls)












