Kab. Bone Bolango

FKKS di Bone Bolango Diminta Berkolaborasi dengan Puskesmas

×

FKKS di Bone Bolango Diminta Berkolaborasi dengan Puskesmas

Share this article
FKKS di Bone Bolango Diminta Berkolaborasi dengan Puskesmas
Monitoring pelaksanaan kegiatan KKS tingkat kecamatan di wilayah Bone Pesisir dalam rangka persiapan penilaian KKS tahun 2025, Kamis (13/2/2025).

Hargo.co.id, GORONTALO – Pengurus Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS) se Kabupaten Bone Bolango diharapkan bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah kecamatan masing-masing.

Berita Terkait:  Ini Penyampaian Bupati Merlan saat Pimpin Apel KORPRI

Harapan ini disampaikan Ketua Tim Kerja Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olahraga, Pratiwi Maulina Pomalingo

saat mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango pada monitoring pelaksanaan kegiatan KKS tingkat kecamatan di wilayah Bone Pesisir dalam rangka persiapan penilaian Kabupaten Kota Sehat (KKS) tahun 2025, Kamis (13/2/2025).

Pratiwi mengatakan dengan sudah terbentuknya dan dikukuhkannya seluruh pengurus FKKS Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango, itu artinya harus bisa bekerja secara maksimal dan bersinergi dengan Puskesmas, dan juga aparat yang ada di tingkat kecamatan, desa, tokoh masyarakat, dan para kader kesehatan.

Berita Terkait:  Kepala BPBD Bone Bolango Terpilih jadi Ketua KKKS

“Insya Allah dengan adanya pengurus FKKS Kecamatan ini, kita menargetkan untuk stop open defecation free (ODF)

atau stop buang air besar sembarangan (BABS) naik yang tadinya 70 persen bisa mencapai 90 persen,”

kata Pratiwi yang turut didampingi pengurus Forum Kabupaten Kota Sehat (FKKS) Kabupaten Bone Bolango.

Bahkan dirinya, selaku Ketua Tim Kerja Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olahraga,

Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango sangat mengharapkan adanya peningkatan desa Stop BABS di daerah itu.

Berita Terkait:  Minimalisir Dampak Bencana, Dikbud Bone Bolango Terapkan Pembelajaran dari Rumah

”Kita berharap semua desa di Bone Bolango, itu bisa sampai 100 persen stop BABS,

sehingga bisa jadi ODF Kecamatan,” pungkas Tiwi, sapaan akrabnya.(Rls)