Gorontalo

Gusnar-Idah Gaspol Hadapi Kemarau: Daya Beli Dijaga, UMKM Disuntik, Air Bersih Digelontorkan

×

Gusnar-Idah Gaspol Hadapi Kemarau: Daya Beli Dijaga, UMKM Disuntik, Air Bersih Digelontorkan

Share this article
Gusnar-Idah Gaspol Hadapi Kemarau: Daya Beli Dijaga, UMKM Disuntik, Air Bersih Digelontorkan
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah pada kegiatan pasar murah.

Hargo.co.id, GORONTALO – Kemarau panjang mulai menekan kehidupan warga Gorontalo. Bukan hanya lahan pertanian yang terdampak, sebagian masyarakat kini kesulitan mendapatkan air bersih dan menghadapi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.

Berita Terkait:  Idah Pastikan, Anak di Daerah 3T akan Diberi Perhatian Maksimal Lewat SBMP

Pemerintah Provinsi Gorontalo merespons kondisi tersebut dengan mengintensifkan sejumlah program bantuan. Di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, sedikitnya tiga intervensi digencarkan dalam beberapa pekan terakhir.

Ketiganya yakni pasar murah bersubsidi, bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM, serta distribusi air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan.

Berita Terkait:  Dinas Arpus Provinsi Umumkan Pemenang Lomba Resensi Buku dan Video Konten Literasi

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mencegah aktivitas ekonomi warga, khususnya pelaku usaha kecil, ikut terpuruk akibat kemarau.

Data BPBD Provinsi Gorontalo per 30 Agustus 2026 mencatat, kekeringan telah berdampak terhadap 7.542 kepala keluarga atau 23.205 jiwa. Dampaknya tersebar di empat kabupaten, 27 kecamatan dan 72 desa.

Berita Terkait:  Sherly dan Idah Hangatkan Puncak PENAS XVII, Peserta Antusias Sambut Sapaan Dua Tokoh Perempuan

Pemprov Gorontalo juga telah menggelar rapat Forkopimda dan mendengarkan masukan pemerintah kabupaten/kota terkait kemungkinan penetapan status Tanggap Darurat Kekeringan.

Gubernur Gusnar mengatakan, dirinya dalam beberapa hari terakhir lebih banyak turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat.

Berita Terkait:  Gus Aniq Sayangkan Keterwakilan NU Tak Dilibatkan Dalam FKP Penyusunan RPJPD

“Kurang lebih satu minggu ini, saya ada di lapangan terus, kerjaannya cuma tiga yakni menyerahkan bantuan UMKM, kedua pasar murah bersubsidi dan ketiga bagi-bagi air bersih karena sebagian besar warga kita sudah kekurangan air karena kemarau,” kata Gusnar Ismail saat membuka Gerakan Pangan Murah yang digelar TVRI Gorontalo, Rabu (2/9/2026).

Pasar Murah Jadi Oase Warga
Berita Terkait:  Pengambilan Race Pack GHM 2025, Peserta akan Disuguhkan Pertunjukan Seni dan Live Musik

Program pasar murah menjadi salah satu bantuan yang paling banyak diserbu masyarakat.

Di Desa Luwoo, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Rabu (2/9/2026), Pemprov Gorontalo menyiapkan 2.000 paket bahan pokok bersubsidi.

Berita Terkait:  Perpustakaan Melati Jadi Peserta Pertama Visitasi Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi

Satu paket dijual hanya Rp95 ribu. Padahal jika dibeli dengan harga pasar, seluruh komoditas di dalamnya ditaksir mencapai sekitar Rp270 ribu.

Antrean warga pun mengular sejak pagi. Pria dan wanita, tua maupun muda, berdesakan untuk mendapatkan kupon dan paket kebutuhan pokok.

Berita Terkait:  25 Anggota Paskibraka Gorontalo Dikukuhkan, Gusnar Tekankan Semangat Kebangsaan

Besarnya selisih harga membuat pasar murah menjadi semacam oase bagi warga di tengah tekanan ekonomi akibat kemarau.

Harga cabai atau rica, misalnya, di pasar tradisional mencapai sekitar Rp130 ribu per kilogram. Dalam pasar murah, warga cukup membayar Rp10 ribu untuk seperempat kilogram.

Berita Terkait:  Zulhas: Gusnar Orang Baik, Gorontalo Diyakini Makin Maju

Beras lima kilogram yang di pasaran mencapai sekitar Rp87.500 hingga Rp97 ribu hanya ditebus Rp25 ribu.

Komoditas lainnya seperti telur 10 butir, bawang merah setengah kilogram, minyak goreng satu liter dan gula pasir masing-masing dijual Rp10 ribu. Sementara ayam boiler dibanderol Rp20 ribu.

Berita Terkait:  LPSK: Permohonan Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Gorontalo Masih Sedikit

“Ya Allah pak, beras lima kilo saja mo beli di Indomaret sampe Rp97 ribu. Di sini hanya 25 ribu. Rica sekilo di pasar sekarang so Rp130 ribu pak. Jadi torang bersyukur ada pasar murah ini. Terima kasih Pak Gubernur,” kata Vivin Ishak, warga setempat.

972 UMKM Disuntik Modal
Berita Terkait:  Gelar Sosialisasi Kebijakan Asdep SPOM, Bentuk Komitmen Dispora Bina Atlet Gorontalo

Intervensi Pemprov Gorontalo tidak berhenti pada kebutuhan pangan. Pemerintah juga berupaya menjaga agar pelaku UMKM tetap bisa menjalankan usahanya.

Warung kecil, penjual nasi kuning, gorengan hingga pembuat kue menjadi sasaran bantuan modal yang diberikan bukan dalam bentuk uang tunai, melainkan bahan produksi.

Berita Terkait:  Zulhas: Gusnar Orang Baik, Gorontalo Diyakini Makin Maju

Data Diskumperindag Provinsi Gorontalo mencatat 972 pelaku UMKM telah mendapatkan intervensi tersebut.

Rinciannya, sebanyak 395 pelaku UMKM berada di Kota Gorontalo, 397 orang di Kabupaten Gorontalo dan 180 orang di Bone Bolango.

Berita Terkait:  25 Anggota Paskibraka Gorontalo Dikukuhkan, Gusnar Tekankan Semangat Kebangsaan

Sementara penyaluran untuk pelaku UMKM di Gorontalo Utara, Boalemo dan Pohuwato dijadwalkan mulai dilakukan pekan depan.

Jenis bantuan disesuaikan dengan usaha masing-masing penerima.

Berita Terkait:  Gus Aniq Sayangkan Keterwakilan NU Tak Dilibatkan Dalam FKP Penyusunan RPJPD

Pelaku usaha kios mendapatkan mi instan goreng dan kuah masing-masing empat dus, minyak goreng 22 liter, gula pasir 18 kilogram serta susu kental manis 14 kaleng.

Untuk warung makan, bantuan berupa dua karung beras, minyak goreng 18 liter dan gula pasir 14 kilogram.

Berita Terkait:  Gelar Sosialisasi Kebijakan Asdep SPOM, Bentuk Komitmen Dispora Bina Atlet Gorontalo

Pembuat kue menerima gula pasir 20 kilogram, susu kental manis 26 kaleng, tepung terigu 30 kilogram dan mentega dua dus.

Sedangkan penjual gorengan memperoleh minyak goreng 46 liter, tepung terigu 40 kilogram dan tepung beras 33 sak.

Berita Terkait:  LPSK: Permohonan Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Gorontalo Masih Sedikit

Saat menyerahkan bantuan di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Selasa (1/9/2026), Gusnar menegaskan bantuan tersebut harus diperlakukan sebagai modal usaha.

“Bantuan ini adalah modal usaha yang kami berikan dalam bentuk bahan produksi. Harus kita syukuri, tidak boleh dihabiskan untuk konsumsi, tapi harus dikembangkan,” tegasnya.

Berita Terkait:  Idah Pastikan, Anak di Daerah 3T akan Diberi Perhatian Maksimal Lewat SBMP

Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie juga meminta penerima bantuan mengelolanya secara profesional.

Menurut dia, keberhasilan usaha penerima bantuan akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan keluarga.

Berita Terkait:  Sherly dan Idah Hangatkan Puncak PENAS XVII, Peserta Antusias Sambut Sapaan Dua Tokoh Perempuan

“Kalau usahanya berhasil, tentu akan meningkatkan pendapatan warga. Jadi saya berharap bantuan ini benar-benar dikelola secara profesional,” ujar Idah.

Lebih dari Sejuta Liter Air Disalurkan
Berita Terkait:  Pengambilan Race Pack GHM 2025, Peserta akan Disuguhkan Pertunjukan Seni dan Live Musik

Di tengah kemarau, persoalan air bersih menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

Gubernur Gusnar Ismail bahkan turun langsung ke Desa Modelomo, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Selasa (1/9/2026), salah satu wilayah yang terdampak kekeringan.

Berita Terkait:  Dinas Arpus Provinsi Umumkan Pemenang Lomba Resensi Buku dan Video Konten Literasi

Di lokasi tersebut, Gusnar ikut membantu mengisi jeriken milik warga dari mobil tangki BPBD.

Sebanyak 11.700 liter air bersih disalurkan pada kesempatan itu.

Berita Terkait:  Perpustakaan Melati Jadi Peserta Pertama Visitasi Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi

Secara keseluruhan, hingga 30 Agustus 2026, sebanyak 1.093.000 liter air bersih telah didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan di Gorontalo.

Distribusi terbesar dilakukan Balai Wilayah Sungai Sulawesi II dengan 462 ribu liter.

Berita Terkait:  Gelar Sosialisasi Kebijakan Asdep SPOM, Bentuk Komitmen Dispora Bina Atlet Gorontalo

Kemudian BPBD Provinsi Gorontalo sebanyak 284 ribu liter dan BPBD Bone Bolango 123.010 liter.

Bantuan air juga datang dari Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, Polri, BPBPK, PMI serta BPBD Kabupaten Gorontalo, Boalemo dan Gorontalo Utara.

Berita Terkait:  Pengambilan Race Pack GHM 2025, Peserta akan Disuguhkan Pertunjukan Seni dan Live Musik

Tiga langkah tersebut menjadi bagian dari respons Pemprov Gorontalo menghadapi dampak kemarau yang terus meluas: menekan harga pangan, menjaga usaha rakyat tetap bergerak, dan memastikan warga tetap mendapatkan air bersih.

Pemerintah berharap intervensi tersebut mampu mengurangi beban masyarakat sembari menunggu kondisi cuaca kembali normal.(Rls) 

Berita Terkait:  Zulhas: Gusnar Orang Baik, Gorontalo Diyakini Makin Maju