Gorontalo

Jadi Ancaman serius, Pemprov Gorontalo Deklarasi Pemberantasan Judi Online

×

Jadi Ancaman serius, Pemprov Gorontalo Deklarasi Pemberantasan Judi Online

Share this article
Jadi Ancaman serius, Pemprov Gorontalo Deklarasi Pemberantasan Judi Online
Rudy Salahuddin didampingi Kepala OJK Wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara Robert H.P. Sianipar dengan usai mendeklarasikan pemberantasan aktivitas keuangan ilegal dan judi online di Halaman Rumah Dinas Gubernur, Selasa (1/10/2024). (Foto: Diskominfotik)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo mendeklarasikan pemberantasan aktivitas keuangan ilegal dan judi online pada Selasa (1/10/2024).

Berita Terkait:  Wagub Idah Syahidah Warning SPPG: Jangan Manipulasi Harga

Deklarasi tersebut dipimpin oleh Penjabat Gubernur Rudy Salahuddin dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara Robert H.P. Sianipar.

Pelaksanaan deklarasi ini ditandai dengan penandatanganan pernyataan bersama, di Halaman Rumah Dinas Gubernur Gorontalo.

Berita Terkait:  Dispora Provinsi Tanda Tangani NPHD For Lembaga dan Ormas Berbadan Hukum

Dalam keterangannya, Rudy Salahuddin mengatakan, aktivitas keuangan ilegal seperti Pinjol ilegal dan investasi bodong serta judi online telah menjadi ancaman nyata di tengah-tengah masyarakat.

Oleh karena itu, menurut Rudy pemerintah perlu mengambil peran dalam memberantas hal tersebut.

Berita Terkait:  Pantau Arus Mudik Di Pelabuhan Gorontalo, Gubernur Minta KSOP Perhatikan Kondisi Cuaca

“Adanya aktivitas keuangan ilegal ini tidak hanya merugikan masyarakat secara finansial tapi juga merusak sendi-sendi kehidupan sosial,” kata Rudy.

“Oleh karena itu, kita semua baik pemerintah, OJK, kepolisian, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat harus bersatu padu dalam melawan dan memberantas praktik-praktik tersebut,” sambungnya.

Berita Terkait:  Temui Masa Aksi Demonstran di Bundaran HI, Gusnar-Idah Penuhi Janji

Hal senada juga diungkakan oleh Robert H.P. Sianipar. Menurutnya aktivitas keuangan ilegal akhir-akhir ini telah menjadi ancaman serius bagi perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat.

Aktivitas ilegal ini termasuk juga pinjaman ilegal atau investasi bodong hingga judi online.

Berita Terkait:  Agromaritim Gubernur Gusnar Berbuah Manis, KKP Setujui Rp1,24 Triliun untuk Gorontalo

Ia menyebut berdasarkan data yang dirilis oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) per Maret 2024 total transaksi judi online di Indonesia mencapai Rp600 triliun.

“Pada Maret 2024 saja total transaksi Judi online di Indonesia sudah mencapai Rp600 triliun. Angka ini sangat mengkhawatirkan, mengingat banyak keluarga yang hancur akibat adanya judi online,” kata Robert.

Berita Terkait:  Wagub Idah Apresiasi Kontribusi KKSS Terhadap Pembangunan Daerah

“Oleh karena itu, ada langkah yang perlu kita ambil untuk memberantas hal ini,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, di Gorontalo tercatat sudah banyak kasus investasi bodong berkedok crypto, trading, atau tawaran pekerjaan palsu.

Berita Terkait:  Hadiri Paripurna HUT ke-21 Bone Bolango, Penjagub: Kabupaten ini Terus Berkembang

Menurutnya, OJK sudah berusaha melakukan pemblokiran terhadap entitas-entitas ilegal ini, hanya saja modus baru terus bermunculan.

“Kita perlu waspada, karena berdasarkan siaran pers SATGAS PASTI Pusat, sudah ada 9.888 entitas keuangan ilegal yang mereka hentikan,” ungkapnya.

Berita Terkait:  Satpol PP Provinsi Gelar Rakor Kerjasama antar Lembaga dan Kemitraan

Entitas keuangan ilegal tersebut, kata dia, terdiri dari 1.366 investasi ilegal, 8.271 pinjaman online ilegal, dan 251 pegadaian ilegal.

“Kita sudah berusaha memblokir, akan tetapi selalu bermunculan modus baru, karenanya dengan adanya deklarasi bersama ini diharapkan dapat terwujud sinergi yang lebih kuat antar elemen yang ada,” jelasnya.

Berita Terkait:  Cek Pasar dan Distributor, Gubernur Jamin Harga dan Pasokan Bahan Pokok Aman Hingga Idulfitri

Untuk diketahui, deklarasi bersama tersebut turut ditandatangani oleh Sekdaprov Sofian Ibrahim dan seluruh anggota Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (SATGAS PASTI) Provinsi Gorontalo.

Satgas ini terdiri dari Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Gorontalo, Kepala Perwakilan BI,

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag.

Berita Terkait:  TGR Sertifikasi: Guru-guru Komplain, Inspektorat Sebut Tetap Harus Ganti Rugi

Ada juga Badan Intelijen Negara Daerah Gorontalo, Kejaksaan Tinggi, serta beberapa pimpinan OPD lingkup Pemprov.(Rilis)