Perang terbuka ini juga merupakan ‘’perang putra mahkota’’. Ada tiga putra mahkota di Jawa Pos. Azrul Ananda dipersiapkan oleh Dahlan Iskan. Hidayat Jati dipersiapkan oleh Goenawan Mohammad, dan Maesa Samola menjadi pewaris Eric Samola.
Azrul Ananda sudah disingkirkan. Sekarang tinggal Hidayat Jati dan Maesa Samola yang menjadi penerus takhta. Hidayat Jati-lah yang sekarang menjadi penguasa. Mungkin dia punya skenario tersendiri terhadap Dahlan.
Saat ini sang monster terlihat sangat bernafsu untuk menghabisi Dahlan, dengan segala cara. Dalam kisah Mary Shelley, monster yang tak bisa dikendalikan itu memburu dan membunuh keluarga Frankenstein. Sang monster bahkan ingin membunuh Frankenstein. Kisah ditutup dengan kematian Frankenstein dan sang monster mati dengan cara ‘’mukso’’, menghilang tanpa bentuk.
Dahlan vs Jawa Pos tidak boleh menjadi versi baru Frankenstein vs monster. Bisa terjadi ‘’tiji tibeh’’, mati siji mati kabeh (mati satu, mati semua). Menang jadi arang, kalah jadi abu.
Dahlan Iskan adalah aset bangsa yang harus diselamatkan. (*)












