Kota Gorontalo

Jelang Idul Adha, Pemkot Intensifkan Pengawasan dan Pengendalian Penyakit Hewan Kurban

×

Jelang Idul Adha, Pemkot Intensifkan Pengawasan dan Pengendalian Penyakit Hewan Kurban

Share this article
Jelang Idul Adha, Pemkot Intensifkan Pengawasan dan Pengendalian Penyakit Hewan Kurban
Kantor Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian Kota Gorontalo.

Hargo.co.id, GORONTALO – Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian (DKPP) Kota Gorontalo terus melakukan langkah-langkah untuk memastikan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah.

Berita Terkait:  Marten Taha: Operasi Jantung Sudah Bisa di Kota Gorontalo

Kepala Bidang Peternakan DKPP Kota Gorontalo, Yuniar Tety Pikoli, mengungkapkan bahwa strategi yang dijalankan pihaknya, yakni melaksanakan pengawasan dan pengendalian penyakit hewan kurban.

“Sebulan sebelum lebaran (Idul Adha), kami melaksanakan pemeriksaan antemortem, yaitu pemeriksaan sebelum disembelih,” ujar Yuniar Tety Pikoli.

Berita Terkait:  Diserang Kritik Tanpa Bukti, Adhan Hanya Tersenyum: Biarkan Prestasi yang Menjawab

Dalam melakukan pemeriksaan antemortem ini, lanjut Yuniar, pihaknya turun ke berbagai tempat penjualan hewan kurban.

Dia menambahkan, DKPP juga telah memberikan antisipasi berupa obat cacing kepada hewan kurban yang masuk ke Kota Gorontalo sejak tanggal 5 Mei hingga dua minggu setelahnya.

Berita Terkait:  Danny Pomanto Sebut Marten Sosok Visioner

“Pemberian obat cacing telah dihentikan dua minggu sebelum hari pemotongan,” kata Yuniar dan mengungkapkan bahwa

mayoritas hewan kurban yang beredar di Kota Gorontalo berasal dari kabupaten dan umumnya telah dilengkapi dengan surat keterangan sehat.

Berita Terkait:  Adhan Pasang Badan! PPPK Dijamin Aman di Tengah Isu Pemberhentian Gegara Efisiensi

Lebih lanjut, Yuniar menyampaikan, pengawasan tidak hanya dilakukan sebelum Idul Adha, namun juga dilaksanakan setelah hewan kurban disembelih.

“Pemeriksaan setelah penyembelihan ini penting untuk mendeteksi potensi penyakit. Biasanya, penyakit yang sering ditemukan adalah cacingan,” katanya.
Berita Terkait:  Indra Gobel Jadi Responden Sensus Ekonomi, Dorong Pelaku Usaha Berikan Data Akurat

Bukan cuma hewan kurban yang diperjual belikan, menurut Yuniar, DKPP juga melakukan pemeriksaan hewan kurban bantuan presiden (Banpres). Kota Gorontalo sendiri menerima dua Banpres, yang dialokasikan untuk Masjid Baiturrahim dan untuk masyarakat kota.

“Kami sudah melaksanakan pemeriksaan dan nanti di H-1, tim kami bersama dengan tim provinsi akan kembali turun

Berita Terkait:  Tadarus Al-Qur’an Diharap jadi Bagian Kehidupan Warga Muslim di Kota Gorontalo

untuk memastikan kesehatan hewan Banpres dan hewan-hewan kurban lainnya yang akan disembelih,” tegas Yuniar.

Terakhir, Yuniar menekankan bahwa salah satu syarat utama hewan kurban adalah sehat dan bebas dari penyakit, terutama penyakit menular kepada manusia.

Berita Terkait:  Di Pembinaan Tata Kelola ASN, Marten Soroti Soal Netralitas

“Apabila ada indikasi penyakit, apalagi penyakit menular seperti PMK di tahun 2024 lalu, kami tidak berani memberikan izin. Kami harus betul-betul memastikan hewan ini sehat karena itu adalah syarat sahnya berkurban,” jelasnya.

Langkah-langkah intensif ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kota Gorontalo. (Mg-09/Mg-11) 

Berita Terkait:  Jemput Bola hingga Sekolah, Dukcapil Kota Gorontalo Percepat Kepemilikan e-KTP