Hargo.co.id, GORONTALO – Keberagaman suku, agama, dan ras di Kecamatan Wonosari menjadi pesan utama dalam pelaksanaan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR).
Melalui kegiatan ini, generasi muda diajak memahami bahwa perbedaan bukan penghalang untuk membangun persaudaraan dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, saat membuka Jumbara PMR tingkat Kecamatan Wonosari di Lapangan Desa Bongo II, Kamis (8/10/2026).
Lahmuddin menilai, Jumbara memiliki makna lebih luas daripada sekadar perkemahan atau perlombaan antarpeserta. Kegiatan ini menjadi wadah pembentukan karakter remaja agar tumbuh sebagai generasi yang disiplin, mandiri, tangguh, serta memiliki jiwa kemanusiaan.
Menurutnya, pendidikan generasi muda tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Penanaman nilai empati, gotong royong, solidaritas, dan sikap saling menghargai juga harus menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter.
“Nilai-nilai inilah yang sangat penting untuk terus kita tanamkan kepada generasi muda Boalemo,” ujar Lahmuddin Hambali.
Ia menjelaskan, aktivitas PMR dapat menjadi sarana bagi para remaja untuk mengenal dan mempraktikkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan bersama, peserta belajar memahami kebutuhan orang lain, memberikan pertolongan, serta membangun solidaritas tanpa membedakan latar belakang.
Salah satu hal yang mendapat perhatian khusus dalam Jumbara kali ini adalah penampilan 10 bahasa dari berbagai suku yang hidup berdampingan di Kecamatan Wonosari.
Bagi Lahmuddin, penampilan tersebut mencerminkan kekayaan budaya masyarakat Wonosari sekaligus menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi modal untuk mempererat kebersamaan.
“Kami sangat mengapresiasi panitia. Dalam kegiatan Jumbara PMR ini, telah ditampilkan 10 bahasa dari berbagai suku yang ada di Kecamatan Wonosari. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Wonosari terdiri dari berbagai macam suku, agama, dan ras, tetapi disatukan dalam kegiatan Jumpa Bakti Gembira,” katanya.
Ia berharap, pengalaman yang diperoleh selama Jumbara dapat menumbuhkan pemahaman generasi muda bahwa toleransi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar ucapan.
Dengan berinteraksi dan bekerja sama dalam satu kegiatan, para peserta diharapkan mampu membangun persahabatan, menghormati perbedaan,
serta mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sosial.
Jumbara PMR pun menjadi momentum untuk menanamkan nilai kemanusiaan sejak dini,
sehingga generasi muda Boalemo dapat tumbuh menjadi pribadi yang peduli, menghargai keberagaman,
dan siap berkontribusi bagi masyarakat.(Rls)












