Kamis, 7 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kinerja Polsek Tolangohula Dipertanyakan

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Senin, 27 Maret 2017 | 14:42 Tag: , ,
  

TOLANGOHULA – Hargo.co.id  Kasus pengeroyokan yang menimpa Sasmitra Rahman (17) alias Mitra, warga Desa Gandaria, Kecamatan Tolangohula yang terjadi pada pertengahan bulan hingga kini tak kunjung tuntas.

Pasalnya, pengeroyokan yang membuat Mitra sampai dirawat 3 hari di Puskesmas setempat itu telah dilaporkan ke pihak kepolisian namun hingga kini para pelaku pengeroyokan belum juga ditahan.

Informasi yang dihimpun Gorontalo Post, kasus ini bermula saat Mitra yang bermaksud memanggil temannya di pinggir jalan, terdengar oleh seorang pengendara mobil AD (28) alias Maman.

Maman yang merasa panggilan tersebut tertuju padanya langsung menghampiri Mitra dan menamparnya hingga terjatuh. Tak terima hal itu, Mitra pun bangun dan terjadilah perkelahian antara keduanya, namun langsung dipisahkan oleh warga setempat.

Saat itu, Mitra keberatan dan bermaksud melapor ke Polsek setempat. Namun saat dalam perjalanan ke Polsek, dia dicegat oleh Maman dan rekan-rekannya yang jumlahnya sekitar 10 orang.

Kalah jumlah, Mitra pun tak berdaya saat dikeroyok sekelompok orang dengan usia jauh lebih tua darinya. Keluarga Mitra pun segera melaporkan kejadiannya ini. Namun dari sekelompok pengeroyok itu, hanya 4 orang yang berhasil dikenali Mitra, yakni AD alias Maman, ND (58), SA (42), dan IS (32).

Riton Rahman, ayah kandung korban, mengatakan, dirinya sangat kecewa dengan lambatnya proses hukum terhadap kasus yang menimpa anaknya tersebut. “Kalau kasus pemukulan lain pelakunya langsung ditahan, tapi kenapa yang ini pelakunya masih bebas berkeliaran,” ujar Riton.

Dia menambahkan kasus ini juga telah diadukannya sampai ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Gorontalo namun hingga kini belum juga ada laporan terkait kasus ini kesana.

“Saya akan terus menuntut agar kasus ini terus diusut hingga ke pengadilan karena ini menyangkut perlindungan anak, kasian anak saya dihajar oleh orang-orang dewasa yang dari postur tubuh saja jauh lebih besar dan selama anak saya dirawat di Puskesmas, tak pernah satu kali pun dikunjungi oleh mereka,” kata Rinto.

Terpisah, Kapolsek Tolangohula, Iptu Supomo, saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ini pihaknya masih terus menangani kasus pengeroyokan yang dilaporkan oleh keluarga Mitra ini.

“Dari kedua belah pihak ini saling melaporkan, untuk penanganannya kita sudah periksa semuanya, dan kita baru saja melakukan konverter untuk menyamakan pernyataan para saksi maupun pelaku. Untuk sementara kita tidak melakukan penahanan karena kemarin kita sudah gelar juga di Polres, kita tinggal melengkapi berkas dan setelah itu baru kita kirim,” tandasnya.(tr-55/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar