Hargo.co.id, GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menggelar prosesi wisuda program diploma, sarjana, magister, dan doktor ke-59, Senin (2/2/2026).
Sebanyak 700 lulusan resmi dikukuhkan dalam sidang terbuka senat universitas. Di antara ratusan wisudawan tersebut, satu kisah mencuri perhatian dan mengundang haru hadirin.
Ia adalah Salvarinho Da Costa Ruing Binsasi, mahasiswa asing asal Timor Leste yang berhasil menuntaskan studi pada Program Diploma Farmasi UNG dan meraih gelar Ahli Madya Farmasi (Amd.Farm).
Dalam sesi penyampaian pesan dan kesan wisudawan, Salvarinho menceritakan perjalanan akademiknya yang penuh perjuangan. Ia pertama kali menginjakkan kaki di Gorontalo pada 4 Desember 2022, di tengah situasi transisi pascapandemi Covid-19.
“Saya tiba di Gorontalo dalam kondisi harus beradaptasi dengan banyak hal, baik akademik maupun sosial,” ungkapnya.
Selama menjalani pendidikan di UNG, Salvarinho memilih untuk tidak pulang ke kampung halaman. Tekadnya satu: tidak akan kembali sebelum gelar yang dicita-citakan resmi disematkan di akhir namanya.
Meski berasal dari negara berbeda, Salvarinho mengaku tidak pernah merasa asing selama berada di Gorontalo. Dukungan sivitas akademika UNG, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga sesama mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, membuatnya merasa diterima dan dihargai.
“Sambutan hangat sivitas akademika, bimbingan dosen, serta kebersamaan mahasiswa dari berbagai daerah mengajarkan saya arti persaudaraan lintas bangsa dan persatuan dalam keberagaman,” tuturnya.
Pria kelahiran Yogyakarta yang menempuh pendidikan dasar dan menengah di Timor Leste ini dapat mengenyam pendidikan di UNG melalui skema beasiswa. Namun, perjalanannya tidak serta-merta berjalan mulus.
Di awal perkuliahan, ia harus mengejar ketertinggalan akademik hampir satu semester akibat proses administrasi dan persyaratan ketat sebagai mahasiswa asing.
“Tantangan itu tidak ringan, tetapi justru membentuk keteguhan dan kedisiplinan saya. Dengan pendampingan dosen dan tenaga kependidikan, serta nilai-nilai yang saya bawa dari keluarga dan budaya Timor Leste, perlahan saya mampu mengejar ketertinggalan dan mengikuti proses akademik secara utuh,” jelasnya.
Salvarinho menegaskan bahwa pendidikan merupakan nilai utama dalam keluarganya.
“Pendidikan adalah kata pertama dalam kamus keluarga saya. Orang tua saya mengajarkan bahwa pendidikan menentukan identitas dan masa depan. Karena itu, mencapai pendidikan setinggi-tingginya selalu menjadi prioritas hidup saya. Saya memilih untuk tidak menyerah,” tegasnya.
Ia pun menyampaikan rasa syukur dapat menempuh pendidikan di UNG, perguruan tinggi berakreditasi Unggul yang dinilainya membuka akses pendidikan tinggi secara inklusif.
Menurutnya, beasiswa yang diterimanya bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga wujud nyata internasionalisasi UNG.
Di akhir penyampaian pesan dan kesannya, Salvarinho menyampaikan harapan besar agar dapat terus melanjutkan pendidikan di UNG hingga jenjang Sarjana Farmasi dan profesi Apoteker melalui skema beasiswa.
Permintaan tersebut langsung mendapat respons dari Rektor UNG, Prof. Eduart Wolok, saat memberikan sambutan wisuda. Di hadapan para wisudawan dan undangan, Rektor menyatakan komitmennya untuk memproses usulan beasiswa lanjutan bagi Salvarinho.
“Disetujui? Apakah saudara-saudara setuju mahasiswa kita dari Timor Leste ini diberikan kesempatan melanjutkan, tidak hanya Amd Farmasi, tetapi dua tahun lagi Sarjana Farmasi dan setahun berikutnya profesi Apoteker?” tanya Rektor yang langsung disambut jawaban serentak, “Setuju.”
“Kalau begitu, bismillah, kita proses,” ujar Prof. Eduart dikutip dari Gorontalopost.co.id.
Mendengar keputusan tersebut, ibunda Salvarinho yang duduk di bangku undangan tampak terharu. Ia menunduk sambil mengusap air mata.
“Ini bukan sekadar tentang satu orang. Timor Leste membutuhkan Salvarinho, bukan hanya sebagai Ahli Madya Farmasi, tetapi jauh lebih baik jika ia pulang sebagai seorang apoteker,” tambah Rektor.
Sebelumnya, Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) UNG, Dr. Hartono Hadjarati, M.Pd, turut memberikan apresiasi atas capaian akademik Salvarinho.
“Salvarinho menunjukkan dedikasi luar biasa selama kuliah di FOK UNG. Lulus dalam waktu yang relatif singkat bukan hal mudah, namun ia membuktikan bahwa kerja keras dan tekad kuat dapat menghasilkan prestasi. Kami bangga dapat mendidik mahasiswa internasional seperti Salvarinho,” ungkapnya.
Kisah Salvarinho menjadi bukti bahwa UNG tidak hanya mencetak lulusan berkualitas,
tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi persaudaraan lintas bangsa melalui pendidikan. (Tro)












