Sejak 2011, FIA merevisi aturan tentang wheel tether tersebut. Masing-masing ban punya dua set tether. Satu set tether harus bisa meredam energi minimum sampai 6 kj (kilojoules).
Saat terjadi kecelakaan, ban bisa terlepas dan terlontar dengan kecepatan sampai 150 kilometer per jam, bergantung kecepatan mobil. Itu akan menghasilkan energi kinetik sebenar 17 kj untuk ban seberat 20 kilogram.
’’Pada 2017 nanti, amandemen regulasi mewajibkan konstruksi mobil yang lebih lebar agar bisa meredam energi minimum 8 kilojoules,’’ jelas Matt Somerfiled, jurnalis F1 di Motorsport.
Faktor selanjutnya adalah jantung mobil yang biasa disebut monokok. Dibuat dari serat karbon dan kali pertama diperkenalkan McLaren bekerja sama dengan Hercules pada 1981.
Itu menggantikan struktur metal yang sebelumnya digunakan. Materi komposit tersebut lebih ringan dan kuat dari bahan apa pun yang pernah dipakai.
