Gorontalo

Pemda Kabupaten Kota Diminta Bersiap Hadapi Kemarau Panjang Akibat El Nino

×

Pemda Kabupaten Kota Diminta Bersiap Hadapi Kemarau Panjang Akibat El Nino

Sebarkan artikel ini
Kemarau
Penjagub Ismail Pakaya memimpin rapat Forkopimda yang dihadiri bupati wali kota, Jumat, (4/8/2023). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Penjagub Gorontalo Ismail Pakaya meminta seluruh Bupati dan Walikota, mengantisipasi kemungkinan kemarau panjang.

Berita Terkait:  Jaga Nama Baik Daerah Selama Pelaksanaan AMFC

Menurutnya, hal tersebut bisa saja terjadi akibat fenomena El Nino sebagaimana prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Dimana, Lembaga memprediksi musim kemarau di tahun 2023 akan lebih kering jika dibandingkan dengan periode tiga tahun terakhir dari 2020 hingga 2022.

Berita Terkait:  Jelang Pembukaan PENAS XVII, Gubernur Gusnar Pastikan Arena Utama Siap Digunakan

Prediksi BMKG kemarau di Gorontalo akan berlangsung Juli – September 2023. Setiap kabupaten kota akan berbeda-beda dampaknya.

“Tadi kepala BMKG sudah menyampaikan ini kemarau panjang dan bahaya ada titik titik api,” kata Ismail dalam rapat Forkopimda, Jumat, (4/8/2023).

Berita Terkait:  Tak Sekedar Seremoni, Gusnar Tunjukkan Komitmennya Bangkitkan Ekonomi Daerah

“Mohon ini menjadi perhatian kita semua termasuk bupati wali kota. Puncak kemarau kita ada di bulan September. Tapi diprediksi fenomena ini panjang sampai bulan Januari 2024,” tambahnya.

Ismail juga meminta seluruh pemda untuk memperhatikan wilayahnya yang rawan air.

Berita Terkait:  Dubes Australia Sapa Gusnar di Idulfitri, Isyarat Hangat Diplomasi yang Makin Akrab

Selain itu juga diharapkan untuk terus meyiapkan mobil pemadam disegala situasi. Ia menekankan kabupaten kota untuk lebih cepat bergerak jika terjadi kebakaran.

“Tolong disiagakan petugasnya, sehingga kalau ada kejadian kebakaran sebisa mungkin cepat kita selamatkan,” ujarnya.

Berita Terkait:  Registrasi Identitas Kependudukan Digital, Gorontalo Tertinggi Nasional

Hal lain yang menjadi penekanan, diharapkan kabupaten kota untuk bisa membentuk posko penanganan kemarau panjang.

Ismail meminta Posko berlokasi di depan kantor bupati masing masing yang dikoordinir oleh BPBD kabupaten kota.

Berita Terkait:  Pemprov Gorontalo Beberkan Alasan Belum Jalankan Putusan Mahkamah Agung

“Posko ini juga untuk memantau ketersediaan pangan. Ini Kabulog hadir, kami sudah tanya ketersediaan beras, minyak goreng, gula pasir dan lain-lain itu tersedia.

Tapi kita harus tetap pantau harganya, karena ini menjadi perhatian utama dari Pak Presiden untuk menghadapi El Nino paling penting adalah ketersediaan pangan,” tandasnya.

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Serahkan Santunan untuk 150 Anak Panti Asuhan

Mengutip sumber terpercaya, El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah.

Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.(*) 

Berita Terkait:  Kadispora Minta Maaf ke Wagub, Buntut Hanya Nama Gubernur di Medali GHM

Penulis: Sucipto Mokodompis