Gorontalo

Pemprov Soroti Edukasi Remaja dan Tata Kelola MBG dalam Upaya Turunkan Stunting

×

Pemprov Soroti Edukasi Remaja dan Tata Kelola MBG dalam Upaya Turunkan Stunting

Sebarkan artikel ini
Pemprov Soroti Edukasi Remaja dan Tata Kelola MBG dalam Upaya Turunkan Stunting
Foto: Rakor teknis pencegahan dan penurunan stunting tahun 2025.

Hargo.co.id, GORONTALO – Upaya percepatan penurunan stunting kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Berita Terkait:  Di Bawah Komando Wagub Idah, Program MBG Gorontalo Siap Berbenah Total

Hal itu bisa dilihat dalam Rapat Koordinasi Teknis Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun 2025 yang berlangsung di Hall Room Manna Bakery & Cafe, Selasa (2/12/2025). Dimana, Wakil Gubernur Idah Syahidah yang membuka kegiatan itu, mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat langkah bersama dari tingkat provinsi hingga desa.

Dalam penyampaiannya, Idah menegaskan pentingnya perhatian sejak dini terhadap kesehatan remaja, terutama remaja putri.

Berita Terkait:  Hadiri Silaturahmi OKP se Gorontalo, Kadispora Ajak Perkuat Kolaborasi Antar OKP

“Kita harus sosialisasikan remaja ini perlu minum vitamin tambah darah, karena kekurangan darah saat remaja bisa berdampak pada anak yang mereka lahirkan nanti,” ujarnya di hadapan peserta rakor.

Idah juga menekankan bahwa kesiapan generasi Gorontalo tidak hanya ditentukan oleh pelayanan gizi, tetapi juga edukasi berkelanjutan.

Berita Terkait:  Bone Bolango Diharap jadi Role Model Penegakan Ketertiban dan Disiplin Pelajar

Ia menyebut remaja sering luput dari perhatian dalam program pencegahan stunting.

“Setiap anak putri harus setelah masa berhalangan harus minum obat tambah darah. Ini tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

Berita Terkait:  Idah Syahidah Usul Pohon jadi Pengganti Karangan Bunga

Sorotan lain datang dari pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam beberapa kunjungannya, Idah mendapati praktik pendistribusian makanan yang belum tertib mulai dari penempatan makanan yang tidak sesuai standar hingga keterlambatan pembagian yang membuat kualitas hidangan menurun.

Salah satu temuan yang ia sampaikan terjadi saat meninjau penyaluran bantuan di salah satu kelurahan di Kota Gorontalo. Ia menjumpai menu MBG yang masih tersimpan hingga sore hari.

Berita Terkait:  Perda Pertanggungjawaban APBD 2023 Provinsi Gorontalo Ditetapkan

“Jenis makanan seperti ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Saya buka, baunya sudah berbeda,” ungkap Idah.

Dia menyebut situasi tersebut perlunya pengawasan yang lebih disiplin dari pihak sekolah dan instansi teknis.

Berita Terkait:  Kabar Gembira, Tunjangan Pegawai TU SMA Sederajat di Gorontalo Bakal Naik

Melalui rakor ini, Idah berharap seluruh instansi memiliki pemahaman dan langkah kerja yang seragam dalam upaya menurunkan stunting.

Ia menutup penyampaiannya dengan mengajak seluruh pihak memperkuat koordinasi.

Berita Terkait:  Nani Ismail Mokodongan Dikukuhkan Sebagai Bunda Literasi

“Ini adalah PR kita bersama dari tingkat provinsi sampai desa. Jangan ada lagi pendistribusian yang salah,” katanya.(Alw)