Gorontalo

Pj Gubernur Apresiasi Pembaiatan dan Sunatan Massal YAPHARA

×

Pj Gubernur Apresiasi Pembaiatan dan Sunatan Massal YAPHARA

Sebarkan artikel ini
Pj Gubernur Apresiasi Pembaiatan dan Sunatan Massal YAPHARA
Suasana foto bersama Penjabat Gubernur Gorontalo, Rudy Salahuddin, pada pembaiatan dan sunatan massal di Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Minggu (21/7/2024). (Foto: Diskominfotik)

Hargo.co.id, GORONTALO – Penjabat Gubernur Gorontalo, Rudy Salahuddin mengapresiasi pembaiatan dan sunatan massal yang berlangsung di Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Minggu (21/7/2024).

Berita Terkait:  Sekolah Lapang Gempa Bumi, Upaya BMKG Tingkatkan Pemahaman Warga dalam Menghadapi Bencana

Pembaiatan dan sunatan massal yang dilaksanakan oleh Yayasan Penegak Hak-hak Rakyat (YAPHARA) ini diikuti oleh sebanyak 276 anak. Dimana, 190 anak mengikuti Momeati, sedangkan moluna 86 anak laki-laki.

“Saya bersyukur dan mengapresiasi kepada Yaphara yang telah menunjukkan komitmen dalam membantu masyarakat,” kata Rudy Salahuddin usai mengikuti kegiatan tersebut.

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Instruksikan OPD Segera Realisasikan Kesepakatan Percepatan IPR

Dirinya menjelaskan, dalam tradisi masyarakat Gorontalo, pembaiatan bagi anak perempuan

yang beranjak remaja disebut momeati, sedangkan sunatan untuk laki-laki disebut moluna.

Dimana, pembaiatan adalah suatu ikrar atau janji, serta pengakuan atas keesaan Allah Swt dengan mengucapkan dia kalimat sahadat.

Berita Terkait:  Pangdam XIII/Merdeka Harap Kolaborasi TNI dan Pemerintah Gorontalo Terus Berjalan Baik

Sedangkan Momeati dan moluna merupakan upacara kedewasaan dan penyucian diri melalui tradisi Islam.

“Momeati dan moluna ini merupakan tuntunan Islam yang dilaksanakan dengan adat istiadat Gorontalo bagi anak-anak yang telah memasuki usia akil balig,” imbuhnya.

Berita Terkait:  Dinas Arpus Provinsi Umumkan Pemenang Lomba Resensi Buku dan Video Konten Literasi

Rudy Salahuddin berharap, kegiatan ini bisa dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya sebagai bentuk dukungan terhadap budaya Gorontalo.

“Semoga kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Yaphara,” ucapnya.

Berita Terkait:  Tak Penuhi Standar, 16 SPPG di Gorontalo Kena Sanksi Tutup Sementara

“Anak-anak ini adalah generasi penerus harapan masa depan, dan kita berharap mereka mampu menjaga kesuciannya hingga kelak dewasa dan menikah,” tutur Rudy.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yaphara, Adhan Dambea, berkomitmen untuk terus melaksanakan

kegiatan sosial keagamaan untuk menyatukan pikiran dan tindakan dalam membangun daerah.

Berita Terkait:  Kuota Peserta GHM 2025 Hampir Penuh, Danial: Bukti Tingginya Minat Warga

“Insya Allah ke depan akan kita tingkatkan kegiatan keagamaan seperti ini,” kata Anggota DPRD Provinsi Gorontalo tersebut.(Rilis)