Gorontalo

Program SKALA Kemitraan Australia-Indonesia di Gorontalo Resmi Diluncurkan

×

Program SKALA Kemitraan Australia-Indonesia di Gorontalo Resmi Diluncurkan

Share this article
Program Kemitraan SKALA
Budiyanto Sidiki saat menerima cenderamata dari Konsul Jenderal Australia di Makassar Mr. Todd Dias pada Peluncuran Program Kemitraan Australia-Indonesia SKALA, Rabu (11/10/2023). (Foto: Diskominfotik)

Hargo.co.id, GORONTALO – Program Kemitraan Australia-Indonesia Sinergi dan Kolaborasi untuk akselerasi layanan dasar (SKALA) resmi diluncurkan.

Berita Terkait:  Audiens dengan BAM DPR RI, Gusnar Dorong Percepatan Pembangunan Jalan ke Pinogu

Peresmian ditandai dengan pemukulan alat musik polo palo di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Gorontalo, Rabu (11/10/2023).

Pemukulan alat musik tersebut dilakukan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Budiyanto Sidiki bersama Konsul Jenderal Australia di Makassar Mr. Todd Dias.

Berita Terkait:  Bahlil Minta, Pengelolaan Pertambangan Harus Bermanfaat untuk Daerah

SKALA bertujuan untuk mendukung pengurangan kemiskinan dan ketimpangan melalui peningkatan layanan dasar bagi masyarakat miskin dan rentan.

Program ini juga berfokus pada penguatan elemen strategis pada sistem pemerintahan daerah. Seperti manajemen keuangan publik dan standar pelayanan minimal (SPM).

Berita Terkait:  Naik Nyaris 6 Persen, UMP Gorontalo Tahun 2026 jadi Rp. 3,4 Juta

Adapula perencanaan dan penganggaran, serta penguatan perspektif dan pengarusutamaan GEDSI (Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial).

“Pola kemitraan melalui program SKALA ini hadir untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemberian layanan dasar di Provinsi Gorontalo,” kata Budi.

Berita Terkait:  Buka Latsar Satpol PP Angkatan I, Wagub Idah Tekankan Hal Ini

“Kita perlu bersyukur Gorontalo menjadi satu dari delapan pemda provinsi di Indonesia yang terpilih,” sambungnya.

Ia menilai pemenuhan layanan dasar ini menjadi hal penting karena perannya sebagai sebuah upaya untuk menjamin ketersediaan akses bagi masyarakat.

Berita Terkait:  KORMI Matangkan Persiapan Kegiatan Jalan Sehat

Terkait dengan hal tersebut, kata Budi, pemenuhan layanan dasar juga menjadi tolak ukur kinerja pemerintah.

Terlebih melihat berbagai indikator kinerja pembangunan Provinsi Gorontalo masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup banyak.

Berita Terkait:  Sinergi Kebaikan, Satpol PP Provinsi Bagikan Paket Takjil di Hari ke-14 Ramadan

Diantaranya seperti kemiskinan pada angka 15,15 persen, kemiskinan ekstrem 4,28 persen, dan IPM 69,81 persen.

Ada juga pada sektor kesehatan untuk angka prevalensi tengkes yang masih berada di atas nasional 23,8 persen. Juga angka Kematian Ibu sebanyak 52 kasus dan angka Kematian Bayi sebanyak 228 kasus.

Berita Terkait:  Serius Memgawal Aspirasi Mahasiswa, BEM UNG Apresiasi Pemerintahan Gusnar-Idah

“Kondisi dan pencapaian tadi menjadi pertanda bahwa masih ada permasalahan dalam manajemen dan tata kelola penyelenggaraan pelayanan dasar,” ungkapnya.

Budi juga menambahkan, tidak terpenuhnya akses dan kualitas layanan dasar ini turut menjadi penghambat dalam proses pembangunan daerah.

Berita Terkait:  Lanjutkan Program UMKM, Gusnar-Idah Tunaikan Janji saat Kampanye

Oleh karena itu, penetapan Provinsi Gorontalo sebagai lokus Program SKALA diharapkan dapat mendorong target pembangunan yang capaiannnya belum optimal.

Terlebih khususnya yang berkaitan dengan layanan dasar.

Berita Terkait:  Bantuan Korban Longsor Tambang Suwawa Terus Mengalir

Diketahui, program kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Australia diampuh oleh Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan.

Rencana kerja akan dilaksanakan selama delapan tahun dan dibagi menjadi dua fase.

Berita Terkait:  Sudah 1.945 Pelaku UMKM di Kota Gorontalo Nikmati Bantuan Pemprov

Fase pertama pada Januari 2023 – December 2026, dan fase kedua pada Januari 2027 – September 2030.(*)

Penulis: Sucipto Mokodompis 

Berita Terkait:  Naik Nyaris 6 Persen, UMP Gorontalo Tahun 2026 jadi Rp. 3,4 Juta