Edukasi

Satgas PPKS UNG Sebut Kekerasan Seksual Dosa Besar di Dunia Pendidikan

×

Satgas PPKS UNG Sebut Kekerasan Seksual Dosa Besar di Dunia Pendidikan

Share this article
Satgas PPKS UNG Sebut Kekerasan Seksual Dosa Besar di Dunia Pendidikan
Suasana kegiatan Empower Talks di Kafe Samping Kampus, Keludahan Dulalowo Timur, Jumat (26/4/2024).

Hargo.co.id, GORONTALOKekerasan seksual, terutama terhadap perempuan merupakan salah satu dari tiga dosa besar dalam dunia pendidikan. 

Berita Terkait:  Mahasiswa FSB Mulai Laksanakan Magang di Kantor Harian Gorontalo Post

Hal tersebut disampaikan Lia Amalia, selaku Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UNG dalam kegiatan Empower Talks di Kafe Samping Kampus, Kelurahan Dulalowo Timur, Jumat (26/4/2024).

Kekerasan seksual itu merupakan kekerasan yang efeknya paling besar, karena menyangkut psikologisnya korban,” kata Lia Amalia.

Berita Terkait:  Pelaksanaan Kegiatan Sarapan Sehat Disambut Antusias Siswa

Dirinya menambahkan, ketika seseorang mengalami kekerasan seksual, maka sepanjang hayat dikandung badan, hal tersebut tidak akan bisa hilang dari ingatan.

Kendati demikian, kata Lia, kekerasan seksual juga merupakan tindak kriminal yang paling susah untuk dibuktikan.

Berita Terkait:  Eduart Wolok: Output Demokrasi adalah Pelayanan yang Baik

“Karena ketika kita dicolek atau di-cat calling, itu kan susah untuk kita buktikan,” tutur Lia pada kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kartini tersebut.

Oleh karena itu, lanjut dia, alangkah baiknya jika seluruh semua pihak saling menjaga satu sama lain, sebab setiap orang berpotensi menjadi pelaku maupun korban.

Berita Terkait:  UNBITA Dukung Penguatan Keluarga di Momentum Peringatan Harganas Ke-32

Lia menghimbau, setiap warga Gorontalo menjunjung tinggi semboyan adat di daerah tersebut, yakni ‘Adat Bersendikan Syara, Syara Bersendikan Kitabullah’.

Maka, terang Lia, seharusnya setiap orang kembali pada penguatan Agama dan penguatan Iman, agar semuanya tidak selalu berlindung di balik kalimat ‘hanya sekedar bercanda’.

Berita Terkait:  UNG Bersholawat, Diharap Seimbangkan Ilmu Keagamaan dan Akademik

“Ini bukan persoalan baku-sedu, tapi hargailah. Apalagi korban paling banyak perempuan,” ujar Lia.

“Ketika anda punya niat untuk melakukan kekerasan seksual, ingat ibu di rumah, kakak, adik, istri

dan anak-anak yang merupakan perempuan,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait:  Civitas Akademika FIS UNG Gelar Buka Puasa Bersama dan Sambut 10 Dosen Baru

Penulis: Fahrul Hulalata / Mahasiswa Magang UNG
Editor: Sucipto Mokodompis