Edukasi

Satgas PPKS UNG Sebut Kekerasan Seksual Dosa Besar di Dunia Pendidikan

×

Satgas PPKS UNG Sebut Kekerasan Seksual Dosa Besar di Dunia Pendidikan

Share this article
Satgas PPKS UNG Sebut Kekerasan Seksual Dosa Besar di Dunia Pendidikan
Suasana kegiatan Empower Talks di Kafe Samping Kampus, Keludahan Dulalowo Timur, Jumat (26/4/2024).

Hargo.co.id, GORONTALO – Kekerasan seksual, terutama terhadap perempuan merupakan salah satu dari tiga dosa besar dalam dunia pendidikan. 

Berita Terkait:  Mahasiswa KKN UNG 2023 Di Desa Muara Bone, Gelar Penyuluhan terkait Partisipasi Politik Masyarakat

Hal tersebut disampaikan Lia Amalia, selaku Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UNG dalam kegiatan Empower Talks di Kafe Samping Kampus, Kelurahan Dulalowo Timur, Jumat (26/4/2024).

“Kekerasan seksual itu merupakan kekerasan yang efeknya paling besar, karena menyangkut psikologisnya korban,” kata Lia Amalia.

Berita Terkait:  Maksimalkan Pemberian Materi, UT Gorontalo Gelar OSMB dalam Tiga Sesi

Dirinya menambahkan, ketika seseorang mengalami kekerasan seksual, maka sepanjang hayat dikandung badan, hal tersebut tidak akan bisa hilang dari ingatan.

Kendati demikian, kata Lia, kekerasan seksual juga merupakan tindak kriminal yang paling susah untuk dibuktikan.

Berita Terkait:  448 Mahasiswa UNG Diterjunkan ke 28 Desa, Perkuat Deteksi Dini Kehamilan Risiko Tinggi

“Karena ketika kita dicolek atau di-cat calling, itu kan susah untuk kita buktikan,” tutur Lia pada kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kartini tersebut.

Oleh karena itu, lanjut dia, alangkah baiknya jika seluruh semua pihak saling menjaga satu sama lain, sebab setiap orang berpotensi menjadi pelaku maupun korban.

Berita Terkait:  UPBK UNG Jemput Bola ke Fakultas, Ajak Mahasiswa Lebih Peduli Kesehatan Mental

Lia menghimbau, setiap warga Gorontalo menjunjung tinggi semboyan adat di daerah tersebut, yakni ‘Adat Bersendikan Syara, Syara Bersendikan Kitabullah’.

Maka, terang Lia, seharusnya setiap orang kembali pada penguatan Agama dan penguatan Iman, agar semuanya tidak selalu berlindung di balik kalimat ‘hanya sekedar bercanda’.

Berita Terkait:  Pesan Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo usai Lantik Pengurus Ormawa

“Ini bukan persoalan baku-sedu, tapi hargailah. Apalagi korban paling banyak perempuan,” ujar Lia.

“Ketika anda punya niat untuk melakukan kekerasan seksual, ingat ibu di rumah, kakak, adik, istri

dan anak-anak yang merupakan perempuan,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait:  Cerita Mahasiswa UNG, Kuliah Sambil jadi "Tukang" Service Handphone

Penulis: Fahrul Hulalata / Mahasiswa Magang UNG
Editor: Sucipto Mokodompis