Edukasi

Sekolah di Botupingge Belum Tersentuh MBG, Siswa Diimbau Bawa Bekal

×

Sekolah di Botupingge Belum Tersentuh MBG, Siswa Diimbau Bawa Bekal

Share this article
Sekolah di Botupingge Belum Tersentuh MBG, Siswa Diimbau Bawa Bekal
Kepala SMP Negeri 1 Botupingge ketika diwawancarai pewarta.

Hargo.co.id, GORONTALO – Program makan bergizi gratis (MBG) ternyata belum menjangkau seluruh wilayah di Gorontalo.

Berita Terkait:  Lomba Penulisan Sastra Peksimitas UNG Diikuti Puluhan Peserta

Di Kecamatan Botupingge, hingga kini belum ada satu pun sekolah yang menikmati program tersebut, termasuk SMP Negeri 1 Botupingge.

Kepala SMP Negeri 1 Botupingge, Susanti Ona, mengungkapkan bahwa sempat ada pihak yang datang dengan rencana mengelola dapur MBG untuk wilayah kecamatan. Namun, rencana itu belum berlanjut setelah tahap awal pendataan siswa.

Berita Terkait:  Cegah Bullying di Kalangan Siswa, Mahasiswa KKN UNG-UGM Gelar Sosialisasi

“Waktu itu ada yang datang, rencananya akan mengelola dapur untuk satu kecamatan. Tapi baru sebatas pendataan siswa, belum ada tindak lanjut,” ujarnya.

Ia menegaskan, kondisi ini tidak hanya terjadi di sekolahnya. Seluruh jenjang pendidikan di Kecamatan Botupingge, mulai dari SD hingga SMA/SMK, disebut belum tersentuh program tersebut.

Berita Terkait:  Maksimalkan Pemberian Materi, UT Gorontalo Gelar OSMB dalam Tiga Sesi

“Semua sekolah di Botupingge belum dapat MBG,” tambahnya.

Menurut Susanti, pihak sekolah juga belum pernah mengajukan permohonan secara langsung.

Berita Terkait:  Diikuti Tiga Kandidat, Besok Pemilihan Rektor UNG Digelar Tertutup

Hal ini karena program MBG merupakan kebijakan pemerintah pusat yang pelaksanaannya bergantung pada kesiapan fasilitas pendukung, terutama dapur.

“Setahu kami, pelaksanaan MBG bergantung pada kesiapan dapur. Kalau belum tersedia, programnya belum bisa berjalan. Kami juga belum tahu harus mengurus ke mana, karena tidak melalui dinas pendidikan,” jelasnya.
Berita Terkait:  Mahasiswa KKN UNG Diharap Jaga Nama Baik Almamater

Padahal, sejumlah wilayah lain di Gorontalo dilaporkan sudah mulai merasakan manfaat program tersebut, seperti Kabila, Suwawa, hingga Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo.

“Botupingge ini sebenarnya dekat dengan kota, tapi justru belum dapat. Sementara daerah lain sudah berjalan,” katanya.

Berita Terkait:  UNG Bersholawat, Diharap Seimbangkan Ilmu Keagamaan dan Akademik

Meski demikian, pihak sekolah tetap mengambil langkah antisipatif agar kebutuhan makan siswa tidak mengganggu proses belajar.

Sekolah mengimbau siswa untuk membawa bekal dari rumah serta menyediakan waktu khusus untuk makan sebelum pelajaran dimulai.

Berita Terkait:  Program Peminatan UNG, 15 Mahasiswa Ngajar Bahasa Gorontalo di SMK 1 Suwawa

“Kami arahkan siswa membawa bekal. Sebelum jam pertama, diberi waktu untuk makan di kantin atau bekal masing-masing, supaya saat pelajaran tidak ada yang keluar masuk,” ungkapnya.

Sejauh ini, kondisi tersebut belum berdampak signifikan terhadap kegiatan belajar mengajar.

Berita Terkait:  Rektor Universitas Pohuwato Raih Gelar Doktor dengan Predikat Pujian di UNG

Namun, kehadiran program MBG dinilai akan sangat membantu, terutama bagi orang tua siswa.

“Kalau ada MBG tentu sangat membantu orang tua. Anak-anak juga pasti senang, karena sekarang mereka melihat sekolah lain sudah dapat,” ujarnya.

Berita Terkait:  Mahasiswa Farmasi UNG Sosialisasikan Penyakit yang Dipicu Virus dan Bakteri

Pihak sekolah berharap program MBG dapat segera direalisasikan di Kecamatan Botupingge agar manfaatnya bisa dirasakan secara merata.

“Kami berharap (MBG) secepatnya bisa hadir di sini. Untuk saat ini, kami hanya menunggu,” tutupnya. (Mg-01) 

Berita Terkait:  Kampung Wisata Herbal di Limboto Banyak Miliki Keunggulan