Edukasi

Sekolah di Botupingge Belum Tersentuh MBG, Siswa Diimbau Bawa Bekal

×

Sekolah di Botupingge Belum Tersentuh MBG, Siswa Diimbau Bawa Bekal

Sebarkan artikel ini
Sekolah di Botupingge Belum Tersentuh MBG, Siswa Diimbau Bawa Bekal
Kepala SMP Negeri 1 Botupingge ketika diwawancarai pewarta.

Hargo.co.id, GORONTALO – Program makan bergizi gratis (MBG) ternyata belum menjangkau seluruh wilayah di Gorontalo.

Berita Terkait:  UNG Fasilitasi 5.663 Peserta SNBT Ikuti UTBK

Di Kecamatan Botupingge, hingga kini belum ada satu pun sekolah yang menikmati program tersebut, termasuk SMP Negeri 1 Botupingge.

Kepala SMP Negeri 1 Botupingge, Susanti Ona, mengungkapkan bahwa sempat ada pihak yang datang dengan rencana mengelola dapur MBG untuk wilayah kecamatan. Namun, rencana itu belum berlanjut setelah tahap awal pendataan siswa.

Berita Terkait:  MTQ UNG 2025 Usung Standar Nasional, Siapkan Peserta Unggul Sejak Seleksi Kampus

“Waktu itu ada yang datang, rencananya akan mengelola dapur untuk satu kecamatan. Tapi baru sebatas pendataan siswa, belum ada tindak lanjut,” ujarnya.

Ia menegaskan, kondisi ini tidak hanya terjadi di sekolahnya. Seluruh jenjang pendidikan di Kecamatan Botupingge, mulai dari SD hingga SMA/SMK, disebut belum tersentuh program tersebut.

Berita Terkait:  Cegah Bullying di Kalangan Siswa, Mahasiswa KKN UNG-UGM Gelar Sosialisasi

“Semua sekolah di Botupingge belum dapat MBG,” tambahnya.

Menurut Susanti, pihak sekolah juga belum pernah mengajukan permohonan secara langsung.

Berita Terkait:  FSB Laksanakan Pembekalan PLP 1 Bagi Mahasiswa Semester VI

Hal ini karena program MBG merupakan kebijakan pemerintah pusat yang pelaksanaannya bergantung pada kesiapan fasilitas pendukung, terutama dapur.

“Setahu kami, pelaksanaan MBG bergantung pada kesiapan dapur. Kalau belum tersedia, programnya belum bisa berjalan. Kami juga belum tahu harus mengurus ke mana, karena tidak melalui dinas pendidikan,” jelasnya.
Berita Terkait:  333 Mahasiswa UT Gorontalo Jalani Prosesi Wisuda

Padahal, sejumlah wilayah lain di Gorontalo dilaporkan sudah mulai merasakan manfaat program tersebut, seperti Kabila, Suwawa, hingga Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo.

“Botupingge ini sebenarnya dekat dengan kota, tapi justru belum dapat. Sementara daerah lain sudah berjalan,” katanya.

Berita Terkait:  FSB UNG Gelar Sosialisasi Penyusunan Proposal PKM

Meski demikian, pihak sekolah tetap mengambil langkah antisipatif agar kebutuhan makan siswa tidak mengganggu proses belajar.

Sekolah mengimbau siswa untuk membawa bekal dari rumah serta menyediakan waktu khusus untuk makan sebelum pelajaran dimulai.

Berita Terkait:  Debat dan Kampanye Pilpres BEM UNG Diharap Berlangsung Aman

“Kami arahkan siswa membawa bekal. Sebelum jam pertama, diberi waktu untuk makan di kantin atau bekal masing-masing, supaya saat pelajaran tidak ada yang keluar masuk,” ungkapnya.

Sejauh ini, kondisi tersebut belum berdampak signifikan terhadap kegiatan belajar mengajar.

Berita Terkait:  Mahasiswa PG PAUD UNG Gelar Kegiatan Spiritual Healing

Namun, kehadiran program MBG dinilai akan sangat membantu, terutama bagi orang tua siswa.

“Kalau ada MBG tentu sangat membantu orang tua. Anak-anak juga pasti senang, karena sekarang mereka melihat sekolah lain sudah dapat,” ujarnya.

Berita Terkait:  Di Peringatan Hardiknas, Eduart Ajak Civitas Akademika Wujudkan Pendidikan Berdampak

Pihak sekolah berharap program MBG dapat segera direalisasikan di Kecamatan Botupingge agar manfaatnya bisa dirasakan secara merata.

“Kami berharap (MBG) secepatnya bisa hadir di sini. Untuk saat ini, kami hanya menunggu,” tutupnya. (Mg-01) 

Berita Terkait:  Program Peminatan UNG, 15 Mahasiswa Ngajar Bahasa Gorontalo di SMK 1 Suwawa