Kabar Nusantara

Tradisi Tumbilotohe di Posigadan Masih Gunakan Alikusu dari Bambu

×

Tradisi Tumbilotohe di Posigadan Masih Gunakan Alikusu dari Bambu

Share this article
Tradisi Tumbilotohe di Posigadan Masih Gunakan Alikusu dari Bambu
Lampu tradisional pada alikusu di Posigadan, Selasa (17/3/2026).

Hargo.co.id, SULUT – Tradisi Tumbilotohe di Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), masih terus dilestarikan oleh masyarakat dengan cara tradisional.

Berita Terkait:  Gelar Baksos Jelang HUT ke-72 Humas Polri, Bidang Humas Polda Salurkan Air Bersih Untuk Warga

Hingga saat ini, warga setempat tetap menggunakan alikusu atau rangka dari bambu sebagai tempat pemasangan lampu minyak.

Pada Selasa (17/3/2026), suasana malam di Posigadan tampak indah dengan deretan lampu botol yang dipasang pada rangka bambu.

Berita Terkait:  Ops Zebra Otanaha 2023, Dit Lantas Edukasi Warga Melalui Dialog Interaktif

Cahaya lampu yang menyala memberikan nuansa hangat sekaligus memperkuat nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Tradisi ini dilakukan masyarakat sebagai bagian dari perayaan malam-malam akhir bulan Ramadan.

Berita Terkait:  Bareng Warga, Polda Gorontalo Lakukan Bersih-bersih Pantai

Warga secara gotong royong menyiapkan bambu, merangkainya menjadi alikusu, kemudian memasang botol-botol berisi minyak tanah sebagai penerang.

Salah satu warga, Ambran, mengatakan bahwa penggunaan bambu dalam Tumbilotohe sudah menjadi kebiasaan turun-temurun.

Berita Terkait:  Hasil Survei Litbang Kompas Sebut 87,8 Persen Masyarakat Puas Terhadap Kinerja Polri

“Dari dulu memang begini, masih pakai bambu supaya tradisinya tetap sama seperti orang tua dulu,” ujarnya.

Tumbilotohe sendiri dilaksanakan menjelang Hari Raya Idulfitri sebagai simbol penerangan dan harapan.

Berita Terkait:  Tragedi Mutilasi di Sleman: Potongan Tubuh Korban Ditemukan di Sungai Bedog

Di Posigadan, tradisi ini bukan sekadar hiasan, tetapi juga menjadi wujud kebersamaan masyarakat dalam menjaga warisan budaya.

Dengan tetap mempertahankan penggunaan alikusu dari bambu, masyarakat Posigadan menunjukkan bahwa nilai-nilai tradisi tetap dijaga di tengah perkembangan zaman.(Mg-01)

Berita Terkait:  Ini Data Pemilik Rumah yang Digeledah KPK di Kelurahan Ipilo