Kabar Nusantara

Tradisi Tumbilotohe di Posigadan Masih Gunakan Alikusu dari Bambu

×

Tradisi Tumbilotohe di Posigadan Masih Gunakan Alikusu dari Bambu

Share this article
Tradisi Tumbilotohe di Posigadan Masih Gunakan Alikusu dari Bambu
Lampu tradisional pada alikusu di Posigadan, Selasa (17/3/2026).

Hargo.co.id, SULUT – Tradisi Tumbilotohe di Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), masih terus dilestarikan oleh masyarakat dengan cara tradisional.

Berita Terkait:  Hasil Survei: 86 Persen Responden Puas atas Kinerja Polri Tangani TPPO

Hingga saat ini, warga setempat tetap menggunakan alikusu atau rangka dari bambu sebagai tempat pemasangan lampu minyak.

Pada Selasa (17/3/2026), suasana malam di Posigadan tampak indah dengan deretan lampu botol yang dipasang pada rangka bambu.

Berita Terkait:  680 Gram Sabu Disita, Kapolda Sebut Pohuwato Masih Rawan Peredaran Narkoba

Cahaya lampu yang menyala memberikan nuansa hangat sekaligus memperkuat nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Tradisi ini dilakukan masyarakat sebagai bagian dari perayaan malam-malam akhir bulan Ramadan.

Berita Terkait:  Antusias Warga Sambut Bakti Kesehatan Polri di Rempang

Warga secara gotong royong menyiapkan bambu, merangkainya menjadi alikusu, kemudian memasang botol-botol berisi minyak tanah sebagai penerang.

Salah satu warga, Ambran, mengatakan bahwa penggunaan bambu dalam Tumbilotohe sudah menjadi kebiasaan turun-temurun.

Berita Terkait:  UNBITA Dukung Penguatan Keluarga di Momentum Peringatan Harganas Ke-32

“Dari dulu memang begini, masih pakai bambu supaya tradisinya tetap sama seperti orang tua dulu,” ujarnya.

Tumbilotohe sendiri dilaksanakan menjelang Hari Raya Idulfitri sebagai simbol penerangan dan harapan.

Berita Terkait:  Diperbolehkan Pulang, Sultan: Terima Kasih Pak Kapolri

Di Posigadan, tradisi ini bukan sekadar hiasan, tetapi juga menjadi wujud kebersamaan masyarakat dalam menjaga warisan budaya.

Dengan tetap mempertahankan penggunaan alikusu dari bambu, masyarakat Posigadan menunjukkan bahwa nilai-nilai tradisi tetap dijaga di tengah perkembangan zaman.(Mg-01)

Berita Terkait:  Pernyataan Presiden Jokowi Soal Konflik Papua Tuai Kritikan