Tragedi Tambang Emas: Kaki Terjepit Batu, Diamputasi, Akhirnya Meninggal

×

Tragedi Tambang Emas: Kaki Terjepit Batu, Diamputasi, Akhirnya Meninggal

Share this article
im SAR mengevakuasi korban longsor, Rabu (28/2). (BPBD Sulut)

Hargo.co.id – SUARA Tedi Mokodompit menjadi yang terakhir terdengar di dalam lubang tambang maut itu. Dia adalah korban ke-27 yang berhasil dikeluarkan dari reruntuhan. Namun, sesaat setelah keluar, nyawanya malah tidak tertolong.

Uapay evakuasi Tedi berlangsung cukup dramatis. Betapa tidak, saat ditemukan petugas, kaki kirinya tergencet batu besar. Upaya penarikan dilakukan. Tapi sia-sia. Akhirnya, mau tidak mau, kaki kiri Tedi diamputasi agar dia bisa dikeluarkan.

“Tim dokter ikut masuk untuk membius korban. Saat diamputasi, dia (Tedi) masih setengah sadar dan bisa diajak berkomunikasi,” ungkap Ketua Tim Evakuasi Pemkot Kotamobagu Sahaya Mukoginta seusai menyaksikan evakuasi korban.

Setelah kaki kirinya diamputasi, Tedi diangkat ke luar lubang. Posisinya di kedalaman sekitar 15 meter dari mulut lubang. Sekitar pukul 15.30 Wita, dia berhasil ditandu hingga puncak tebing, tempat ambulans menunggu. Namun, belum sampai ambulans berangkat, warga Desa Pontodon, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, tersebut dinyatakan meninggal.

Sebelumnya, dari pemantauan Sahaya, Tedi masih aktif berkomunikasi. Baik dengan petugas, keluarga, maupun sesama korban yang tepat berada di bawahnya, yakni Reza Sipasi. “Mereka masih bisa ngobrol-ngobrol hingga tadi (kemarin, Red) siang,” katanya.